PEKANBARU (F86) – Di tengah kabut asap yang masih menyelimuti Kota Pekanbaru, kepedulian terhadap kesehatan masyarakat tidak cukup hanya disuarakan dari balik meja. Dibutuhkan aksi nyata, kehadiran langsung, dan tanggung jawab bersama untuk melindungi warga dari ancaman buruknya kualitas udara.
Semangat itulah yang ditunjukkan Dewan Pimpinan Wilayah Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia (DPW PWMOI) Provinsi Riau bersama jajaran Polsek Binawidya melalui aksi sosial pembagian 1.000 masker kepada masyarakat, Jumat (16/10/2026).
Kegiatan berlangsung di Simpang Taman Gadang, Kecamatan Binawidya, Pekanbaru, dengan menyasar pengendara sepeda motor maupun pengemudi mobil yang melintas di kawasan tersebut.
Di tengah aktivitas masyarakat yang terus berjalan, kabut asap menjadi ancaman yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Sebab, ketika kualitas udara memburuk, kesehatan masyarakat menjadi taruhan, keselamatan di jalan raya menghadapi risiko, dan aktivitas pendidikan pun berpotensi terganggu.
Meski hujan telah beberapa kali mengguyur Pekanbaru, kabut asap masih dirasakan masyarakat. Kondisi tersebut menjadi alasan DPW PWMOI Riau bersama kepolisian turun langsung ke lapangan, membagikan masker sekaligus menyampaikan pesan penting bahwa perlindungan kesehatan merupakan tanggung jawab bersama.
Ketua DPW PWMOI Provinsi Riau, Rio Kasairy, menegaskan bahwa pembagian masker bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang harus tetap menjalankan aktivitas di tengah kondisi udara yang belum membaik.
Menurut Rio, masyarakat membutuhkan perlindungan dan informasi yang jelas agar mampu mengambil langkah pencegahan terhadap dampak kabut asap.
“Dalam kondisi seperti ini, keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi perhatian bersama. Kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat, memberikan bantuan yang bisa dimanfaatkan, sekaligus mengingatkan warga agar tidak mengabaikan risiko kabut asap,” demikian pesan Rio Kasairy yang disampaikan melalui kegiatan tersebut.
Rio juga mengingatkan para orang tua agar memberikan perhatian khusus kepada anak-anak. Ketika kualitas udara belum membaik, aktivitas di luar ruangan perlu dibatasi, terutama bagi kelompok yang rentan terhadap gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Terkait kemungkinan penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak boleh disalahartikan sebagai masa libur sekolah. Proses pendidikan harus tetap berlangsung, sementara orang tua perlu memastikan anak-anak memperoleh pendampingan selama mengikuti pembelajaran dari rumah.
Namun, menurutnya, penerapan PJJ juga harus mempertimbangkan kondisi riil masyarakat. Tidak semua keluarga memiliki kemampuan ekonomi yang sama untuk memenuhi kebutuhan paket data internet maupun menyediakan perangkat teknologi bagi anak-anaknya.
Karena itu, Rio berharap pemerintah tidak hanya berfokus pada pengaturan kegiatan belajar, tetapi juga memperhatikan kemampuan orang tua serta memastikan kebijakan pendidikan dapat dijalankan secara adil dan efektif.
“Jangan sampai masyarakat menghadapi dua persoalan sekaligus. Ancaman kesehatan akibat kabut asap dan beban tambahan untuk memastikan anak-anak tetap belajar. Pemerintah perlu hadir dengan langkah yang terkoordinasi, melindungi kesehatan masyarakat sekaligus menjaga hak pendidikan anak,” ujarnya.
Ia juga berharap penanganan kabut asap dilakukan secara serius dan berkelanjutan. Menurutnya, masyarakat membutuhkan langkah konkret untuk memperbaiki kualitas udara, bukan hanya imbauan untuk bertahan menghadapi kondisi yang ada.
Sementara itu, Kapolsek Binawidya, Kompol Nursirwan, S.H., melalui Kanit Samapta Polsek Binawidya, IPTU Sukardi, menyampaikan bahwa pembagian masker bersama DPW PWMOI Riau merupakan bentuk sinergi kepolisian dan elemen masyarakat dalam menghadapi dampak kabut asap.
IPTU Sukardi mengingatkan bahwa kabut asap dapat mengurangi jarak pandang dan meningkatkan risiko kecelakaan apabila pengendara tidak meningkatkan kewaspadaan.
“Kami bersama PWMOI turun langsung ke jalan untuk membagikan masker sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat. Kami mengimbau para pengendara agar selalu berhati-hati karena kabut asap dapat mengurangi jarak pandang,” ucapnya.
Ia meminta pengguna jalan untuk menyesuaikan kecepatan kendaraan dengan kondisi jarak pandang, menjaga jarak aman, serta mematuhi aturan lalu lintas.
Menurutnya, keselamatan tidak boleh dikorbankan hanya demi mengejar waktu perjalanan. Dalam situasi jarak pandang terbatas, kehati-hatian menjadi kebutuhan utama bagi setiap pengguna jalan.
Selain itu, masyarakat diimbau menggunakan masker yang sesuai untuk mengurangi paparan partikel asap, membatasi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak, serta mengikuti informasi dan arahan dari instansi terkait.
Melalui Bhabinkabtibmas, kepolisian juga terus menyampaikan imbauan kepada masyarakat di wilayah binaan agar mengutamakan kesehatan dan keselamatan selama kondisi kabut asap masih mengganggu.
Pembagian 1.000 masker di Simpang Taman Gadang menjadi gambaran bahwa kolaborasi antara organisasi wartawan dan kepolisian dapat menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.
Namun, di balik aksi sosial tersebut, terdapat pesan yang lebih besar: persoalan kabut asap membutuhkan penanganan yang terarah, terkoordinasi, dan berkelanjutan.
Membagikan masker merupakan langkah perlindungan awal. Akan tetapi, upaya memperbaiki kualitas udara, mencegah kebakaran hutan dan lahan, memperkuat pengawasan, serta memastikan kesiapan pelayanan kesehatan tetap membutuhkan perhatian serius dari pihak-pihak yang berwenang.
Masyarakat juga tidak boleh dibebani sendirian untuk menghadapi dampak kabut asap. Perlindungan kesehatan, keselamatan berlalu lintas, dan keberlangsungan pendidikan harus berjalan beriringan.
DPW PWMOI Riau bersama Polsek Binawidya telah menunjukkan kepedulian melalui aksi nyata di lapangan. Selanjutnya, sinergi semacam ini diharapkan terus diperkuat agar kepentingan masyarakat tetap menjadi prioritas.
Ketika udara yang dihirup masyarakat mulai mengancam kesehatan, yang dibutuhkan bukan sekadar kata-kata kepedulian, melainkan tindakan nyata, kebijakan yang berpihak, dan tanggung jawab bersama. (𝐓𝐡𝐨𝐧𝐤).

Social Footer
Kontributor
Label
Social Media