![]() |
| Rombongan Gemini Tour Yogyakarta, berfoto bersama dikawasan Gunung Telomoyo, Magelang. |
MAGELANG (F86) Rabu 14 Oktober 2026 – Gunung Telomoyo menjadi salah satu destinasi wisata yang tengah menarik perhatian di media sosial. Gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Magelang dan Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, ini memiliki ketinggian 1.894 meter di atas permukaan laut (mdpl). Gunung Telomoyo dikenal berbeda dari gunung pada umumnya karena akses jalan menuju puncaknya dapat dilalui kendaraan sepeda motor maupun mobil.
Gunung Telomoyo merupakan gunung api berbentuk kerucut atau stratovolcano yang hingga kini belum pernah tercatat meletus. Keindahan alamnya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana pegunungan tanpa harus melakukan pendakian dengan berjalan kaki hingga ke puncak.
Salah satu panorama yang paling dinantikan adalah matahari terbit atau sunrise. Pada pagi hari, wisatawan dapat menyaksikan hamparan awan putih menyerupai permadani yang menyelimuti desa-desa di bawah gunung. Untuk menikmati fenomena tersebut, wisatawan disarankan sudah berada di lokasi sekitar pukul 04.00 WIB.
Dari puncak Gunung Telomoyo, wisatawan juga dapat menikmati panorama alam hingga 360 derajat. Saat cuaca cerah, sejumlah gunung terlihat dari kejauhan, di antaranya Gunung Andong, Merbabu, Sumbing, dan Sindoro. Pemandangan kawasan Danau Rawa Pening turut menambah daya tarik wisata alam di kawasan tersebut.
Gunung Telomoyo dapat menjadi pilihan untuk mengisi waktu liburan bersama keluarga, komunitas, maupun karyawan perusahaan. Salah satu akses menuju lokasi dapat ditempuh melalui kawasan Dalangan, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang. Dalam kunjungan rombongan Gemini Tour Yogyakarta, cuaca cerah pada musim kemarau turut mendukung kegiatan menikmati panorama pegunungan.
Sejumlah tempat juga menjadi incaran pengunjung untuk berfoto, di antaranya Triangle Skyview pada ketinggian sekitar 1.800 mdpl dan Taman Langit Puncak Telomoyo yang menawarkan udara sejuk. Berdasarkan informasi yang diperoleh di lokasi, tiket masuk wahana tersebut sebesar Rp10.000.
Di balik keindahan alamnya, Gunung Telomoyo juga memiliki riwayat geologi dan cerita legenda yang hidup di tengah masyarakat. Secara geologis, kawasan ini dikaitkan dengan aktivitas gunung api purba, termasuk Gunung Suropati pada zaman Pleistosen. Bentuk bentang alamnya disebut memiliki cekungan menyerupai tapal kuda atau huruf U yang terbuka ke arah timur laut. Di kawasan puncak juga terdapat sejumlah menara penyedia layanan telekomunikasi.
Selain itu, masyarakat mengenal legenda pewayangan Jawa yang mengaitkan puncak Gunung Telomoyo dengan Hanoman, tokoh kera putih dalam kisah Ramayana. Dalam cerita yang berkembang di Desa Dalangan, pernah ada pertunjukan wayang kulit semalam suntuk yang mengangkat kisah Hanoman bersemayam di puncak gunung. Namun, pertunjukan tersebut konon berakhir tragis ketika angin lesus menerjang desa dan menumbangkan banyak pohon besar hingga menewaskan dalang serta para pengrawit. Kisah ini menjadi bagian dari legenda lokal yang menyertai keberadaan Gunung Telomoyo.(Awiek R).




Social Footer
Kontributor
Label
Social Media