Label


Breaking News

Demi Keselamatan Warga, PLN Diminta Segera Perbaiki Jaringan Listrik di Dusun Penyalai.

 

Foto Seorang warga dengan sampannya sedang melewati kabel yang menjuntai rendah hampir menyentuh permukaan air 

Indragiri Hilir (F86) — Di Dusun Penyalai, listrik seharusnya menjadi cahaya. Namun ketika kabel menjuntai rendah dan tiang mulai condong, cahaya itu justru menyisakan kecemasan di dada warga.

Di sepanjang Jalan RT 05 RW 04, kabel bertegangan tinggi membentang di atas jalan yang setiap hari dilalui manusia. Anak-anak melintas di bawahnya, warga berjalan dengan segala kesibukan. Seolah sebuah bahaya menggantung di langit, menunggu waktu untuk jatuh.

Diatas sungai, kabel yang menjuntai rendah hampir menyentuh permukaan air ketika pasang. Sampan-sampan warga melewati bawahnya, membawa manusia dari satu tepian ke tepian lainnya. Di sanalah keresahan tumbuh, diam, tetapi nyata.

Salah seorang warga Dusun Penyalai, Hendra, mengatakan kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama. Ia berharap pihak PLN tidak sekadar mendengar keluhan, tetapi melihat langsung keadaan di lapangan.

“Kondisi seperti ini tentunya membuat kami khawatir, apalagi kabelnya berada di jalur yang sering dilalui warga. Kami berharap pihak PLN bisa segera turun mengecek langsung ke lokasi dan melakukan perbaikan,” ujar Hendra, Jum'at (02/10/2026).

Bagi warga, ini bukan tentang mencari siapa yang patut disalahkan, ini tentang keselamatan. Sebab musibah tidak pernah mengetuk pintu sebelum datang. Ia tidak mengenal waktu, tidak memilih usia, dan tidak bertanya siapa yang sedang melintas.

Hendra berharap perbaikan dilakukan sebelum keresahan berubah menjadi penyesalan.

“Kami bukan ingin mencari kesalahan siapa pun. Kami hanya ingin jaringan listrik ini diperbaiki supaya aman bagi masyarakat. Jangan sampai nanti terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan baru dilakukan penanganan,” katanya.

Bukankah lebih baik memperbaiki kabel sebelum ada nyawa yang menjadi alasan...? Maka dari itu jangan Menunggu Musibah Menjadi Teguran. 

Kepala Dusun Penyalai, Muhammad Irfan, juga berharap pihak terkait segera turun melihat kondisi jaringan listrik tersebut. Menurutnya, keselamatan masyarakat harus ditempatkan di atas segala pertimbangan.

“Kami berharap pihak PLN dapat segera turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi kabel dan tiang listrik yang dikeluhkan masyarakat. Kalau memang kondisinya sudah tidak aman, tentunya kami berharap segera dilakukan perbaikan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa warga tidak ingin rasa takut menjadi bagian dari rutinitas mereka.

“Yang paling utama adalah keselamatan masyarakat. Jangan sampai warga merasa khawatir setiap kali melintas di jalan atau menyeberang menggunakan sampan karena kondisi kabel listrik tersebut,” tambahnya.

Ada sesuatu yang ganjil ketika sebuah fasilitas yang semestinya menghadirkan terang justru membuat manusia menengadah dengan rasa cemas. Listrik memberi cahaya kepada rumah, tetapi jangan biarkan jaringannya menjadi bayang-bayang bagi keselamatan warga.

Warga Dusun Penyalai meminta PT PLN (Persero) ULP Tembilahan segera turun ke lapangan, memeriksa kondisi tiang dan kabel listrik, serta melakukan perbaikan apabila ditemukan bagian jaringan yang tidak lagi aman. Sebab warga tidak meminta bulan diturunkan dari langit. Mereka hanya meminta kabel yang menggantung di atas kepala mereka dibuat aman. Dan mereka tidak ingin sebuah tragedi menjadi surat panggilan yang baru dibaca setelah semuanya terlambat.

Jangan menunggu kabel putus untuk kemudian mencari alasan, jangan menunggu tiang tumbang untuk kemudian menghitung kerugian. Sebab bagi warga Penyalai, keselamatan bukan angka di atas kertas, ia adalah kehidupan yang setiap hari mereka bawa pulang. (𝐓𝐡𝐨𝐧𝐤).





Type and hit Enter to search

Close