KLATEN (F86) -Tradisi Bersih Sendang Sri Nongko kembali digelar masyarakat Dukuh Tegalduwur, Desa Pokak, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, Jumat (4/9/2026).
Tradisi tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan satu tahun sekali. Pelaksanaannya digelar pada Jumat terakhir bulan Agustus. Apabila pada bulan Agustus tidak terdapat Jumat terakhir, maka kegiatan dilaksanakan pada Jumat pertama bulan September, seperti tahun ini yang dilaksanakan Jumat (4/9/2026).
Sesepuh Dukuh Tegalduwur, Warsono, menjelaskan bahwa menurut cerita para orang tua zaman dahulu, tempat tersebut memiliki nama “Simbol Drumno Iro Kopo”.
Menurut cerita yang diwariskan secara turun-temurun, dahulu tempat tersebut menjadi lokasi Jogja dan Solo bermusyawarah. Dalam kegiatan tersebut, mereka makan bersama, minum, dan melempar sesaji di tempat tersebut. Karena itu, Sendang Sri Nongko dinilai memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi.
Warsono menjelaskan, pelaksanaan Tradisi Bersih Sendang memiliki tiga tujuan utama. Pertama, sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah atas anugerah berupa umbul atau sendang dengan sumber air terbuka. Air tersebut memiliki manfaat bagi pertanian sehingga petani dapat memperoleh kecukupan air.
Kedua, sebagai pengajian dan doa bersama. Kegiatan tersebut diisi dengan tumpengan, nasi, dan doa syukur dengan harapan panen masyarakat melimpah serta masyarakat diberikan keselamatan.
Ketiga, untuk melestarikan budaya agar tradisi sosial tersebut tidak hilang dan dapat diwariskan kepada anak cucu.
“Kita bersyukur diberi anugerah oleh Allah berupa Umbul atau Sendang dengan sumber air. Karena air inilah petani bisa makmur dan tidak kekurangan air,” ujar Warsono.
Menurut Warsono, air dari Sendang Sri Nongko memiliki manfaat yang besar, tidak hanya bagi masyarakat sekitar, tetapi juga sampai ke kota.
Ia menjelaskan, dahulu kegiatan Bersih Sendang hanya diisi dengan nasi ajang atau tumpeng sebagai bentuk syukuran. Seiring berjalannya waktu, muncul ide dari masyarakat untuk menambahkan penyembelihan kambing dalam rangkaian syukuran.
Alhamdulillah, pada tahun ini rencananya terdapat 23 ekor kambing yang akan digunakan untuk syukuran bersama.
“Dan buktinya Alhamdulillah, setelah diadakan ritual ini panen masyarakat selalu melimpah,” ujar Mbah Warsono.
Tradisi Bersih Sendang Sri Nongko tersebut diharapkan dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur, doa bersama, sekaligus menjaga keberadaan budaya sosial masyarakat agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.(Siswanto).


Social Footer
Kontributor
Label
Social Media