![]() |
| Panggung Kotaku, komunitas Taijiquan Yogyakarta, saat berlatih Seni beladiri internal Tiongkok, Tai Chi Chuan atau Taijiquan. |
Yogyakarta (F86) – Seni beladiri internal Tiongkok, Tai Chi Chuan atau Taijiquan, kini berkembang di Yogyakarta. Seni beladiri tersebut lebih dikenal sebagai meditasi bergerak dengan gerakan lembut dan selaras dengan pernapasan.
Panggung Kotaku, komunitas Taijiquan Yogyakarta, mulai berlatih hampir empat tahun lalu, tepatnya pada November 2022. Tempat tersebut menjadi lokasi latihan yang dilaksanakan setiap Selasa dan Jumat.
Koordinator lapangan Panggung Kotaku, Priyantoro, mengatakan komunitas tersebut memiliki sekitar 60 anggota. Namun, anggota yang rutin mengikuti latihan biasanya sekitar separuhnya atau sekitar 30 orang.
“Ini Panggung Kotaku mulai berlatih pertama kali hampir empat tahun yang lalu, tepatnya di bulan November tahun 2022. Jadi kita ada Kotaku, komunitas Taijiquan Yogyakarta, dan ini tempat latihan kita latihan setiap Selasa dan Jumat. Ini kita namakan dengan Panggung Kotaku,” kata Priyantoro, Selasa (22/9/2026).
Menurut Priyantoro, selain Panggung Kotaku, latihan Taijiquan juga terdapat di Terminal Malioboro. Sementara tempat latihan lainnya cukup banyak, baik dari ADITI maupun ADNI, dengan jumlah sasana yang mungkin mencapai lebih dari 20 di Yogyakarta.
“Kalau kita hanya ada di sini dengan di Terminal Malioboro saja. Sementara kalau di tempat lain, tempat-tempat latihan lain kan juga banyak sasana, baik itu dari ADITI maupun dari ADNI, banyak sasana yang mungkin hampir 20-an lebih mungkin di Jogja,” ujarnya.
Ia menyebut, di kawasan Jeron Beteng juga terdapat latihan Taijiquan, antara lain Sasana Alang-Alang Ngreco dan Sasana Sidomukti.
Dalam latihan, peserta memulai dengan Can Sijin, kemudian dilanjutkan stretching untuk memperbaiki imunitas tubuh yang diciptakan oleh seorang profesor di Beijing University pada saat pandemi Covid. Setelah itu, peserta melanjutkan dengan basic Taiji, belajar melangkah dengan cara Taiji, memindahkan berat badan dan memutar panggul.
“Terus kemudian tadi ada Jalan Taiji 1, 2, 3, kemudian kita lanjutkan dengan rangkaian jurus. Rangkaian jurusnya tadi kita mainkan tiga rangkaian jurus, yaitu 8 jurus, 16 jurus, dan terakhir tadi 24 jurus,” jelas Priyantoro.
Tai Chi Chuan pada awalnya merupakan beladiri dengan bentuk gerakan yang lembut. Gerakan tersebut kemudian dimanfaatkan untuk kesehatan dan dapat dilakukan masyarakat umum, bukan hanya mereka yang belajar beladiri. Taijiquan dapat dilakukan segala usia, baik anak-anak maupun lanjut usia, karena gerakannya lambat dan lembut.
“Manfaat Taijiquan sendiri kan awalnya kan bela diri ya. Cuma bela diri yang bentuknya gerakan-gerakannya lembut. Nah, ini kemudian karena gerakannya lembut ini banyak kita manfaatkan, yang diawali dengan pemerintah Tiongkok sendiri yang mengadaptasi agar Taiji yang awalnya bela diri ini bisa dijadikan senam yang manfaatnya untuk kesehatan,” katanya.
Menurut Priyantoro, Taijiquan juga dapat dilakukan oleh orang yang mengalami cedera lutut atau cedera kaki, termasuk saudara dari kelompok disabel. Untuk kondisi tersebut, terdapat rangkaian jurus khusus, termasuk Taiji yang dilakukan di atas kursi.
“Bisa, cuma itu mungkin memerlukan rangkaian jurus khusus. Mungkin bisa kita lihat di YouTube, Taiji yang untuk orang yang mengalami cedera lutut atau cedera kaki, dan juga mungkin untuk saudara-saudara kita dari kelompok disabel, mereka bisa memainkan Taijiquan juga, yaitu Taiji di atas kursi,” pungkas Priyantoro. (Awiek R).

Social Footer
Kontributor
Label
Social Media