INDRAGIRI HILIR, (F86) — Di sebuah rumah besar bernama Partai Golkar, pintu penjaringan telah dibuka. Satu demi satu langkah mulai terdengar, bukan lagi sekadar bisik di sudut-sudut ruangan, tetapi jejak yang mulai meninggalkan tanda.
Hari ini, Zulfikar datang mengambil formulir pendaftaran, ia mewakili bakal calon H. Herman, SE., MT.
Selembar formulir mungkin tampak sederhana. Namun dalam perjalanan politik, terkadang selembar kertas mampu membawa cerita yang panjang, "𝚝𝚎𝚗𝚝𝚊𝚗𝚐 𝚔𝚎𝚋𝚎𝚛𝚊𝚗𝚒𝚊𝚗 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚊𝚓𝚞, 𝚝𝚎𝚗𝚝𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚑𝚒𝚖𝚙𝚞𝚗, 𝚍𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚗𝚝𝚊𝚗𝚐 𝚜𝚎𝚋𝚞𝚊𝚑 𝚔𝚞𝚛𝚜𝚒 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚜𝚎𝚍𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚙𝚎𝚛𝚎𝚋𝚞𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝚙𝚛𝚘𝚜𝚎𝚜 𝚘𝚛𝚐𝚊𝚗𝚒𝚜𝚊𝚜𝚒."
Ketua Steering Committee (SC), HM. Yusuf Said, mengatakan sejumlah fungsionaris telah menghubungi panitia untuk menanyakan mekanisme pendaftaran dan pengambilan formulir. Dan sejak Minggu 20 September 2026, pintu itu telah dibuka.
Siapa pun kader Partai Golkar yang memenuhi ketentuan dapat mengambil formulir dan mengajukan diri. Namun setelah pintu terbuka, ada jalan panjang bernama verifikasi. Di sanalah dukungan akan diuji, persyaratan akan diperiksa, dan setiap langkah akan menemukan ukurannya.
“Siapa saja kader Partai Golkar boleh mengusulkan bakal calon. Namun dalam verifikasi harus memenuhi ketentuan yang berlaku, termasuk dukungan minimal 30 persen pemilik suara,” ujar HM. Yusuf Said.
Di tengah langkah-langkah yang mulai bermunculan, Yumizar Yunus, atau yang akrab disapa Bang Yumi, menyampaikan sebuah angka 80 persen. Angka itu disebut sebagai dukungan yang telah dikantongi calon yang didukungnya. Namun nama calon tersebut masih disimpan rapat.
Ada nama yang disebut terang-terangan, ada pula nama yang masih disimpan di balik tirai, ada langkah yang diumumkan, dan ada pula strategi yang memilih menunggu waktu. Barangkali, politik memang sering begitu.
"Kami akan segera menyelesaikan isian serta kelengkapan formulir, dan akan segera mengembalikannya kepada panitia," ujar Bang Yumi dengan mantap.
Sementara itu, panitia masih menanti mereka yang telah menghubungi SC sebelumnya. Hingga pukul 17.00 WIB, pintu pengambilan formulir masih terbuka.
“Kita akan tunggu teman-teman yang akan mendaftarkan bakal calon dan mengambil formulir. Apalagi kemarin kami dihubungi rekan-rekan yang cukup jauh domisilinya,” ujar HM. Yusuf Said.
Kini, perjalanan itu baru dimulai. Belum ada mahkota, belum ada kursi yang benar-benar menjadi milik siapa pun, dan belum ada suara yang selesai dihitung, yang ada hanyalah langkah-langkah kecil menuju sebuah keputusan besar.
Formulir telah diambil, dukungan mulai disebut, dan nama-nama mulai bergerak. Namun di antara riuhnya percakapan politik, satu hal selalu menemukan jalannya sendiri, "𝚂𝚄𝙰𝚁𝙰 𝙰𝙺𝙰𝙽 𝙱𝙴𝚁𝙱𝙸𝙲𝙰𝚁𝙰 𝙻𝙴𝙱𝙸𝙷 𝙺𝙴𝚁𝙰𝚂 𝙳𝙰𝚁𝙸𝙿𝙰𝙳𝙰 𝙹𝙰𝙽𝙹𝙸."
Kursi ketua hanyalah tempat untuk mengemban amanah, karena ia bukan singgasana untuk dimiliki, melainkan tanggung jawab untuk dijalankan, yang kelak akan ditanya oleh waktu dan sejarah. Dan organisasi akan menjadi saksi, "𝚂𝚒𝚊𝚙𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚊𝚝𝚊𝚗𝚐 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚜𝚊𝚛𝚔𝚊𝚗 𝚘𝚛𝚐𝚊𝚗𝚒𝚜𝚊𝚜𝚒, 𝚍𝚊𝚗 𝚜𝚒𝚊𝚙𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚑𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚍𝚊𝚝𝚊𝚗𝚐 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚜𝚊𝚛𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚒𝚛𝚒𝚗𝚢𝚊 𝚜𝚎𝚗𝚍𝚒𝚛𝚒."
Biarlah suara berbeda, asal marwah tetap dijaga. Dan biarlah pilihan tak sama, asal organisasi tidak kehilangan arah dan makna.
Ini bukan tentang siapa yang duduk di kursi dan yang paling lama dikenang, melainkan siapa yang pernah berdiri untuk membesarkan rumah yang dipercayakan kepadanya.(𝐓𝐡𝐨𝐧𝐤).

Social Footer
Kontributor
Label
Social Media