![]() |
| Kepala Desa Gaden, Hj. Partinah. |
Klaten (F86) – Pemerintah Desa Gaden, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kepada 820 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Rabu (23/9/2026).
Kepala Desa Gaden, Hj. Partinah, menjelaskan sebelumnya jumlah penerima bantuan sebanyak 1.010 KPM. Namun, jumlah tersebut berkurang sebanyak 190 KPM sehingga penerima manfaat saat ini menjadi 820 orang.
“Kalau memang yang tidak dapat itu karena sudah naik taraf ekonominya atau kondisinya sudah lebih mampu, itu tidak masalah,” jelas Hj. Partinah.
Namun, menurutnya, persoalan muncul apabila penerima yang tidak mendapatkan bantuan justru warga yang kurang mampu, seperti janda tua yang kondisinya tidak bagus.
“Tapi yang jadi persoalan kalau yang tidak dapat justru orang yang kurang mampu, janda tua yang kondisinya tidak bagus, itu yang kasihan,” katanya.
Salah satu penerima bantuan BPNT, Ibu Sumarto, warga RT 3 Dukuh Krosok Jeto, Desa Gaden, mengaku gembira mendapatkan bantuan beras sebanyak 30 kilogram. Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu warga yang kurang mampu dan sangat membutuhkan.
Partinah juga menjelaskan, dari 820 KPM terdapat sekitar lima KPM yang diketahui telah meninggal dunia. Penerima yang meninggal tersebut nantinya akan dialihkan kepada warga yang benar-benar membutuhkan.
“Kemarin sempat ada, dari 820 KPM itu ada sekitar 5 KPM yang sudah meninggal dunia. Nanti yang meninggal itu akan saya alihkan kepada yang benar-benar membutuhkan, misalnya janda tua yang sudah tidak mampu,” kata Hj. Partinah.
Ia juga mencontohkan warga RW 01 RT 02 yang mengalami stroke dan setiap minggu harus menjalani terapi dua kali, tetapi tidak mendapatkan bantuan. Setelah dilakukan pengecekan kepada operator, warga tersebut memang tidak mendapatkan bantuan.
“Nanti yang meninggal itu akan saya pastikan dialihkan untuk orang-orang seperti beliau yang stroke dan benar-benar membutuhkan,” tegasnya.
Partinah berharap masyarakat dapat memahami adanya pengurangan penerima bantuan karena bantuan tersebut sifatnya tidak selamanya. Ia juga berharap apabila masih terdapat program bantuan dari pemerintah, bantuan tersebut dapat berkelanjutan.
“Harapannya, dengan adanya pengurangan ini masyarakat bisa memahami, karena bantuan ini sifatnya tidak selamanya. Harapannya juga kepada pemerintah, kalau memang masih ada program bantuan, betul-betul berkelanjutan, tapi masyarakat juga jangan terus-menerus berharap pada bantuan,” tandasnya. (Siswanto)


Social Footer
Kontributor
Label
Social Media