PALANGKARAYA (F86) – Tim Penyuluh Pasis Pendidikan Reguler (Dikreg) Sekolah Staf dan Komando TNI (SESKO TNI) LVI Tahun Anggaran 2026 menggelar penyuluhan secara door to door di wilayah kerja Puskesmas Menteng, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Selasa (1/9/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin Kolonel Arh Sutrisno, S.Sos., selaku Pasis Dikreg SESKO TNI. Turut dalam kegiatan tersebut Kolonel Pnb Sunar Adi, Kolonel Laut (S) Hendri Susilo, Kolonel Czi Mangatas Sibuea, Kolonel Lek Tommy Aryanto, dan Kolonel Pas Y. Made Suarsono.
Penyuluhan dilakukan dengan menyasar warga di sekitar Puskesmas Menteng, petugas kesehatan, kader kesehatan, hingga masyarakat yang beraktivitas di sekitar Sungai Kahayan.
Melalui pendekatan langsung tersebut, tim penyuluh menyampaikan edukasi sekaligus berdialog dengan masyarakat mengenai pentingnya menjaga keamanan, ketertiban dan kelestarian lingkungan.
Salah satu materi utama yang disampaikan dalam penyuluhan adalah pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang berpotensi meningkat pada musim kemarau.
Kolonel Arh Sutrisno mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan, pembakaran hutan dan lahan juga dapat membahayakan kesehatan masyarakat akibat paparan asap.
“Kami mengimbau agar tidak membuka lahan dengan cara membakar hutan. Selain melanggar hukum, dampak asap Karhutla sangat berbahaya bagi kesehatan, terutama bagi ibu hamil, anak-anak, dan lansia yang datang berobat ke puskesmas,” tegasnya.
Menurutnya, pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Kesadaran warga menjadi salah satu faktor penting untuk mencegah munculnya titik api yang dapat berkembang menjadi kebakaran lebih luas.
Selain menyampaikan edukasi, para Pasis juga berdialog langsung dengan petugas Puskesmas Menteng dan masyarakat yang berada di lokasi pelayanan kesehatan.
Pembahasan antara lain menyoroti peran tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi mengenai risiko asap Karhutla serta pentingnya masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api kepada aparat atau pihak terkait.
Warga menyambut baik kegiatan tersebut karena penyampaian informasi dilakukan secara langsung dengan bahasa yang sederhana sehingga lebih mudah dipahami.
Usai melakukan penyuluhan di Puskesmas Menteng, kegiatan dilanjutkan dengan menyambangi masyarakat yang berada di sekitar Sungai Kahayan.
Tim penyuluh berdialog dengan warga yang sedang melakukan aktivitas di kawasan tersebut. Dalam kesempatan itu, para Pasis mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan, lahan dan hutan di Kalimantan Tengah.
Pendekatan door to door dinilai menjadi cara efektif untuk membangun komunikasi langsung dengan masyarakat. Dengan berdialog secara langsung, pesan mengenai pencegahan Karhutla dan pentingnya menjaga lingkungan dapat disampaikan sekaligus membuka ruang bagi warga untuk menyampaikan kondisi maupun persoalan yang mereka hadapi.
Kegiatan penyuluhan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian Pasis Dikreg SESKO TNI LVI Tahun Anggaran 2026. Program ini sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap pemerintah daerah dalam upaya pencegahan Karhutla serta pembinaan teritorial.
Kolonel Arh Sutrisno berharap penyuluhan secara langsung dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan serta ikut menjaga keamanan lingkungan.
“Mari kita jaga Kalimantan Tengah tetap hijau dan sehat. Keamanan dan ketertiban lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkas Kolonel Sutrisno.
Melalui kegiatan tersebut, Pasis Dikreg SESKO TNI LVI berharap sinergi antara TNI, pemerintah daerah, tenaga kesehatan dan masyarakat semakin kuat dalam menjaga lingkungan sekaligus mencegah Karhutla di wilayah Kalimantan Tengah.(Red).


Social Footer
Kontributor
Label
Social Media