Label


Breaking News

Melon Organik Greenhouse Desa Joho Prambanan Hasilkan hingga 2,5 Ton, Bidik Pasar Premium

 

Budidaya melon organik dengan sistem greenhouse di Desa Joho, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, mulai menunjukkan hasil positif. Dengan luas lahan sekitar 500 meter persegi, budidaya tersebut mampu menghasilkan melon antara 2 ton hingga 2,5 ton dalam satu musim tanam.

KLATEN (F86) – Budidaya melon organik dengan sistem greenhouse di Desa Joho, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, mulai menunjukkan hasil positif. Dengan luas lahan sekitar 500 meter persegi, budidaya tersebut mampu menghasilkan melon antara 2 ton hingga 2,5 ton dalam satu musim tanam.

Kepala Desa Joho, Kecamatan Prambanan, Yulis Tanto, menjelaskan budidaya melon menggunakan greenhouse dilakukan sebagai upaya mengantisipasi serangan hama dan penyakit tanaman sekaligus menjaga kualitas hasil panen.

Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Sambangroso, Kamis (3/9/2026).

Menurut Yulis, budidaya melon di lahan terbuka memiliki risiko lebih besar terhadap serangan hama dan penyakit. Penggunaan greenhouse memungkinkan proses budidaya dilakukan secara lebih terkontrol, termasuk dalam pengembangan tanaman dengan konsep organik.

“Kita buat melon menggunakan rumah atau greenhouse karena untuk mengantisipasi hama dan penyakit. Kalau di lahan terbuka kan banyak penyakit. Dengan greenhouse ini kita bisa mengembangkan budidaya organik. Ke depan tidak hanya melon, tetapi bisa tanaman apa saja yang organik,” ujar Yulis.

Saat ini terdapat dua jenis melon yang dibudidayakan, yakni Melon Golden dan Lavender. Keduanya dikembangkan dengan memperhatikan kualitas rasa sebagai salah satu keunggulan produk.

Yulis mengatakan, harga melon hasil budidaya organik memang relatif lebih tinggi dibandingkan melon biasa. Namun, menurutnya, kualitas rasa menjadi salah satu pembeda yang membuat produk tersebut memiliki nilai tersendiri.

“Alhamdulillah hasilnya memang agak mahal, tetapi rasanya berbeda karena organik. Contohnya ada dua jenis, yaitu Melon Golden dan Lavender,” jelasnya.

Meski lahan yang digunakan hanya sekitar 500 meter persegi, hasil produksinya cukup menjanjikan. Dalam satu musim tanam, hasil panen dapat mencapai sekitar 2 ton, 2,3 ton hingga 2,5 ton.

Salah satu kunci untuk menghasilkan melon berkualitas premium, kata Yulis, adalah menerapkan pola satu pohon satu buah.

Menurutnya, jumlah buah dalam satu tanaman sangat memengaruhi kualitas rasa dan ukuran melon. Jika satu tanaman dibiarkan menghasilkan lebih dari satu buah, kualitas rasa dinilai tidak akan maksimal.

“Kuncinya satu pohon satu buah. Kalau kita buat dua buah, nanti rasanya kurang manis dan kualitasnya kurang bagus. Kalau target kita kelas premium, ya harus premium. Membuat buah menjadi besar itu gampang, tetapi mendapatkan rasa yang bagus itu yang sulit,” ungkapnya.

Pengembangan budidaya melon organik tersebut membutuhkan investasi yang cukup besar. Untuk pembangunan greenhouse, modal awal yang dikeluarkan sekitar Rp80 juta.

Besarnya investasi tersebut salah satunya disebabkan penggunaan material plastik khusus yang didatangkan dari luar negeri dan memiliki daya tahan hingga sekitar enam tahun.

Sementara untuk biaya operasional, termasuk tenaga kerja dan kebutuhan lainnya, diperlukan sekitar Rp10 juta setiap musim tanam.

Dengan pengelolaan yang baik dan kualitas produksi yang terus dipertahankan, Yulis optimistis budidaya tersebut dapat dikembangkan lebih luas.

Yulis berharap Pemerintah Kabupaten Klaten dapat memberikan dukungan terhadap pengembangan budidaya melon organik di Desa Joho.

Menurutnya, apabila konsep budidaya dapat dikelola secara konsisten dan tetap menjaga kualitas, peluang pengembangan usaha pertanian tersebut cukup terbuka.

“Harapannya ke depan dari pemerintah bisa support kegiatan ini. Kalau bisa dikelola dengan bersih, insyaallah tahun depan bisa lebih luas lagi,” harapnya.

Budidaya melon organik berbasis greenhouse di Desa Joho menjadi salah satu contoh pengembangan sektor pertanian yang mengedepankan kualitas produk. Dengan pengendalian hama dan penyakit yang lebih baik serta orientasi pada rasa dan kualitas premium, usaha tersebut diharapkan dapat terus berkembang sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.

Bagi masyarakat maupun pihak yang ingin melihat langsung atau menjalin kerja sama terkait budidaya melon tersebut, Yulis Tanto membuka komunikasi melalui nomor 0882-0081-7052.(Siswanto).





Type and hit Enter to search

Close