Label


Breaking News

KTNA Desa Rejoso Jogonalan Gelar Rapat Rutin, Bahas Pupuk dan Persoalan Petani

Kepala Desa Rejoso sekaligus anggota KTNA dan kelompok tani, Sumardi.

Klaten (F86) – Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Desa Rejoso, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, menggelar rapat rutin di Aula Desa Rejoso, Rabu (16/9/2026).

Kepala Desa Rejoso sekaligus anggota KTNA dan kelompok tani, Sumardi, menjelaskan terdapat tiga kelompok tani di Desa Rejoso, yakni Tirto Makmur, Ngudi Makmur 1, dan Ngudi Makmur 2.

“Kalau di desa lain namanya beda-beda nggih. Ada yang namanya Multimakmur dan lain-lain. Tapi kalau di Rejoso ya tiga ini,” jelas Sumardi.

Menurut Sumardi, masing-masing kelompok tani mengelola lahan kurang lebih sepertiga dari total lahan yang ada di Desa Rejoso. Total keseluruhan lahan di Desa Rejoso sekitar 200 hingga 223 hektare. Termasuk bantuan kambing senilai Rp170 juta yang juga masuk dalam luasan tersebut.

Kegiatan kelompok tani dilaksanakan setiap bulan. Kelompok Tirto Makmur biasanya menggelar pertemuan di sawah, sedangkan kelompok Ngudi Makmur 1 dan Ngudi Makmur 2 melaksanakan pertemuan bersama di aula balai desa.

“Sistemnya bergantian. Setiap pertemuan, masing-masing kelompok mengirimkan perwakilan. Anggotanya ada tiga perwakilan per kelompok. Jadi kalau dikumpulkan bisa 18 orang yang hadir,” kata Sumardi.

Untuk KTNA, rapat dilaksanakan sebulan sekali. Di Desa Rejoso sendiri kegiatan tersebut sudah berjalan sebanyak tiga kali pertemuan dengan menjalin kerja sama bersama DKPP (Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian) serta PPL.

Menurut Sumardi, hubungan dengan DKPP dan PPL sangat erat, terutama dalam membahas persoalan pupuk dan berbagai permasalahan yang dihadapi petani di lapangan.

“Jadi kalau ada pertemuan, semua permasalahan petani itu bisa langsung dibahas dan dipecahkan di desa. Ada PPL yang memberikan solusi yang bagus. Jadi petani tidak bingung harus lapor ke mana,” tegas Sumardi.

Sumardi berharap keberadaan kelompok tani dan KTNA yang rutin menggelar pertemuan di setiap desa dapat mendorong kemajuan desa, meningkatkan penghasilan petani, serta membuat hasil pertanian semakin melimpah.

“Harapannya dengan adanya kelompok tani atau KTNA yang rutin pertemuan tiap desa ini, desa bisa lebih maju. Penghasilan petani dari KTNA bisa meningkat, hasil pertanian bisa melimpah ruah,” ujarnya.

“Nanti kalau hasil sudah melimpah, rezeki juga lancar. Bahkan dari kelompok tani ada yang bisa sampai naik haji, Amin,” pungkas Sumardi. (Siswanto)





Type and hit Enter to search

Close