Label


Breaking News

Kekeringan Gunungkidul Meluas, Pemkab Proyeksikan 5.100 Tangki Air Bersih

 

Ketua Komisi A DPRD Gunungkidul dari Fraksi Partai Golkar, Gunawan

Gunungkidul (F86) – Kekeringan di Kabupaten Gunungkidul semakin meluas. Sebanyak 18 kapanewon terdampak kekeringan, sementara hanya Kapanewon Playen yang disebut masih aman.

Untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menambah anggaran melalui Biaya Tak Terduga (BTT) yang diproyeksikan mencapai 5.100 tangki air bersih.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono mengatakan, anggaran awal yang dialokasikan hanya mencakup penyaluran 800 tangki air bersih. Seluruh pagu tersebut telah habis disalurkan kepada masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Hal tersebut disampaikan Purwono saat ditemui awak media di Kantor Pemkab Gunungkidul, Selasa (15/9/2026). Menurutnya, 17 kapanewon lainnya masih membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Gunungkidul dari Fraksi Partai Golkar, Gunawan, mendukung penambahan anggaran untuk penyaluran air bersih melalui BPBD. Bantuan, menurutnya, harus diberikan secara merata kepada masyarakat yang terdampak.

“Kemarau tahun ini lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya. Bantuan harus terus diberikan kepada warga yang membutuhkan, tapi tidak boleh tumpang tindih sehingga penyaluran tepat sasaran,” ungkap Gunawan.

Menurut Gunawan, dropping air hanya menjadi solusi jangka pendek. Untuk jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul perlu mengoptimalkan potensi sumber air, termasuk sumber air tanah, sehingga kebutuhan air dapat dipenuhi sepanjang tahun.

Sementara itu, kekeringan di Kabupaten Kulon Progo juga semakin meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo berupaya agar persoalan musim kemarau tetap tertangani.

Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo Setiawan Tri Widodo mengatakan, kemarau tahun ini diprediksi berlangsung sampai akhir November 2026 akibat El Nino. Hal tersebut disampaikannya dalam konferensi pers, Selasa siang (15/9/2026).

BPBD Kulon Progo telah mengambil langkah antisipasi untuk menyikapi potensi tersebut. Salah satunya dengan menetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan. Kuota tangki air bersih untuk dropping air juga ditambah melalui mekanisme pergeseran anggaran.

“Yang tadinya hanya 20 tangki kini kuotanya bertambah menjadi 300 tangki dan saat ini kami menunggu alokasi anggaran dropping air bersih dalam APBD perubahan 2026,” ujar Setiawan.

Dropping air difokuskan di Kapanewon Samigaluh, Girimulyo, Kokap dan Kapanewon Kepundung, Giripurwa.

Pimpinan Daerah Kolektif Kosgoro 1957 Erwin Nizar

Melihat situasi tersebut, Pimpinan Daerah Kolektif Kosgoro 1957 Erwin Nizar bertekad melakukan dropping air bersih sebanyak 15 tangki untuk disalurkan di Kapanewon Kepundung dan Samigaluh. Aksi kemanusiaan tersebut akan dilaksanakan Sabtu (19/9/2026).

Bantuan air bersih tersebut merupakan hasil donasi dari anggota DPRD Kabupaten/Kota se-DIY, donatur dan simpatisan. Aksi dilakukan dalam rangka memperingati HUT Kosgoro ke-69, 10 November 1957–10 November 2026. (Awiek.R).





Type and hit Enter to search

Close