Label


Breaking News

Jalur Kelok 23 Ramai Pengunjung, Pengendara Diimbau Waspada

 

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X 

Bantul (F86) – Jalur Kelok 23 yang menghubungkan Kretek, Bantul dengan Girijati, Gunungkidul ramai dikunjungi masyarakat dari dua arah selama pelaksanaan uji coba open traffic.

Uji coba open traffic jalan Kretek-Girijati melalui jalur Kelok 23 yang menghubungkan Kabupaten Bantul dengan Gunungkidul tersebut berlangsung selama tujuh hari, mulai 14 hingga 20 September 2026. Selama uji coba, jalur tersebut ramai pengunjung, baik dari arah Gunungkidul maupun Kretek, Bantul.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengimbau masyarakat, khususnya pengendara dan wisatawan, untuk selalu berhati-hati saat melintasi jalur baru Kelok 23 yang menghubungkan dua kabupaten tersebut.

Walaupun menjadi daya tarik pendukung pariwisata, Sultan menekankan bahwa keselamatan berkendara di jalur berbukit tersebut tetap harus menjadi prioritas utama. Hal itu disampaikan Sultan, Selasa (15/9/2026), di Kantor Gubernur DIY.

Sultan berharap jalur baru tersebut dapat menjadi pengalaman yang memacu adrenalin, namun tidak semudah yang dibayangkan sehingga pengendara harus tetap berhati-hati. Kelok 23 sebagai fasilitas publik memang berpotensi mendukung pergerakan pariwisata.

Namun, Sultan mengingatkan bahwa jalan berkelok-kelok tersebut sifatnya insidental dan bukan merupakan satu-satunya objek wisata utama yang dicari pengunjung. Ia berharap efisiensi aksesibilitas dari infrastruktur baru itu dapat merangsang wisatawan untuk mengeksplorasi destinasi lebih luas.

“Harapan saya, efisiensi aksesibilitas dari infrastruktur baru itu dapat merangsang wisatawan untuk mengeksplorasi destinasi lebih luas. Dengan begitu pada akhirnya mampu memperpanjang wisatawan tinggal di Yogyakarta,” pungkas Sultan.

Sementara itu, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bantul melakukan pemantauan terhadap pengguna jalan, pedagang maupun pengunjung di jalur Kelok 23. Pemantauan dilakukan karena keberadaan mereka sangat dimungkinkan mengganggu kelancaran lalu lintas maupun keselamatan mereka sendiri.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bantul R. Jati Bayubroto mengatakan, pemantauan menyasar titik-titik yang banyak digunakan untuk berkumpul pedagang maupun masyarakat yang ingin melihat panorama jalur Kelok 23.

“Pantauan tersebut menyasar di titik-titik di mana banyak digunakan untuk berkumpul para pedagang maupun masyarakat yang ingin melihat panorama indah jalan Kelok 23,” ungkap Jati Bayubroto.

Menurutnya, saat ini masyarakat sudah berada di luar area dan tidak lagi berada di garis pembatas jalan. Sementara itu, belum tersedia ruang untuk parkir kendaraan.

“Yang dikhawatirkan nanti banyak yang parkir kendaraan ditinggal di tepi jalan dan itu tidak diperbolehkan,” pungkasnya. (Awiek.R)





Type and hit Enter to search

Close