Gunungkidul (F86) — Heri Yuliyanto kembali maju sebagai Calom Lurah Ngloro pada Pilur Tahun 2026. Ia kembali mencalonkan diri, setelah dua periode memimpin Kalurahan Ngloro, Kapanewon Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, D.I.Yogyakarta.
Heri Yuliyanto yang merupakan warga Kalurahan Ngloro, akan bersaing dengan Agus Hadi Purwoto, warga Tanjungsari. Dalam tahapan pengambilan nomor urut yang digelar di Limasan Kalurahan Ngloro, Selasa (8/9/2026) siang, Heri memperoleh nomor urut 1, sedangkan Agus mendapatkan nomor urut 2.
Heri mengatakan pencalonannya bukan didasari motivasi tertentu, melainkan keinginan untuk melanjutkan roda pemerintahan dan pembangunan yang telah dijalankannya selama dua periode sebelumnya.
“Tidak ada motivasi, namun kemudian saya akan melanjutkan kembali roda pemerintahan yang telah saya lakukan selama dua periode lalu dan dilanjutkan pada periode ketiga ini,” ujar Heri.
Ia menjelaskan, visi dan misinya sebagai calon lurah adalah melanjutkan pembangunan Kalurahan Ngloro agar lebih baik, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat persatuan dan kesatuan antara warga dan lembaga kalurahan.
Terkait kondisi anggaran Dana Desa (DD) yang mengalami penurunan, Heri mengaku tidak menjadikannya sebagai hambatan. Menurutnya, masih terdapat berbagai sumber pendanaan yang dapat diupayakan untuk mendukung pembangunan kalurahan.
“Dengan anggaran Dana Desa (DD) yang mengalami penurunan maka saya anggap tidak masalah. Masih banyak pihak-pihak lain yang nantinya bisa kami ajak membangun Kalurahan Ngloro, seperti penggunaan dana dari APBD, APBN, Dana Keistimewaan DIY, dan lain sebagainya,” paparnya.
Mengenai pembangunan infrastruktur, Heri menyebut akan melakukan kajian ulang berdasarkan kebutuhan masyarakat. Ia menegaskan, pemenuhan kebutuhan dasar warga akan menjadi salah satu prioritas.
“Terutama akan kita penuhi dulu kebutuhan warga, seperti pembangunan RTLH dan jambanisasi. Setelah itu kemudian fasilitas umum seperti jalan umum dan Jalan Usaha Tani (JUT),” jelasnya.
Menanggapi pencalonan Agus Hadi Purwoto sebagai rivalnya, Heri menilai keduanya memiliki hak yang sama untuk mengikuti Pilur 2026. Ia juga mengaku tidak menganggap Agus sebagai kompetitor yang harus dihadapi secara berlebihan.
"Beliau pun mempunyai hak yang sama dengan kita. Saya juga tidak menganggap Agus sebagai kompetitor, melainkan sebagai pihak yang memotivasi kita untuk lebih bisa menjadi pesaing yang baik,” pungkasnya. (Zull)
Social Footer
Kontributor
Label
Social Media