![]() |
| Rombongan saat berada di Desa Adat Penglipuran Bali |
Yogyakarta (F86) Selasa (15/9/2026) –Berbicara tentang obyek wisata di Indonesia, kekayaan destinasi Nusantara seolah tidak pernah habis untuk dinikmati. Melalui Flashback Journey Gemini Tour Yogya Family tahun 2017–2021, reporter Awiek.R mengajak menikmati kembali lima obyek wisata yang menjadi bagian dari rangkuman gallery perjalanan tersebut.
Lima obyek wisata tersebut yakni Desa Adat Penglipuran Bali, Taman Nasional Baluran Situbondo Jawa Timur, Kota Lama Semarang, Ngarai Sianok Bukittinggi, dan Kampung Warna-Warni Malang.
Bali tidak hanya memiliki pantai yang indah, tetapi juga Desa Adat Penglipuran yang terletak di Kabupaten Bangli. Desa ini memiliki predikat sebagai desa terbersih di dunia.
Keindahan Pulau Bali memang tidak ada habisnya. Alam yang indah, masyarakat yang ramah, budaya yang kental hingga kuliner membuat siapa pun yang pernah datang ingin kembali menikmati panorama Pulau Dewata.
![]() |
| Bangunan tua bergaya Eropa klasik di Kota Lama Semarang |
Perjalanan berikutnya menikmati suasana Kota Lama Semarang yang tidak kalah menarik dengan obyek wisata lainnya. Kota Lama merupakan kawasan bersejarah di Semarang Utara dengan luas 31 hektare yang dulunya menjadi tempat perdagangan VOC pada abad ke-18 dan dijuluki Little Netherland.
Kawasan tersebut terkenal dengan deretan bangunan tua bergaya Eropa klasik dan kanal-kanal air. Dahulu, kawasan ini merupakan kota berbenteng yang dibangun pemerintah kolonial Belanda untuk mengamankan wilayahnya. Benteng tersebut bernama Vijfhoek sebelum kemudian dirobohkan pada abad ke-19 akibat perluasan kota.
Kawasan Kota Lama kemudian berkembang menjadi pusat pemerintahan dan perekonomian Belanda. Kini kawasan tersebut ditetapkan sebagai cagar budaya atau heritage dan telah ditata rapi menjadi destinasi wisata yang ikonik dengan bangunan bergaya Eropa.
Salah satu ikon Kota Lama adalah Gereja Blenduk, gereja Protestan tertua di Jawa Tengah yang dibangun pada 1753 dengan kubah khas. Selain itu terdapat gedung-gedung bersejarah dengan deretan arsitektur unik seperti Gedung Marba, Gedung Spegel, dan pabrik rokok Praoe Layar yang kini dialihfungsikan menjadi coffee, restoran, dan galeri seni.
Jembatan Berok juga menjadi salah satu bangunan bersejarah yang menjadi saksi hidup kawasan tersebut. Jembatan yang membentang di Kali Semarang itu menghubungkan Jalan Mpu Tantular dengan Kota Lama Jalan Pemuda.
Jembatan Berok juga menyimpan misteri pada masa VOC. Menurut cerita masyarakat setempat, banyak pribumi yang dibantai dan mayatnya dibuang ke Kali Semarang. Ketika tengah malam, menurut cerita masyarakat, sering ada penampakan orang berjalan tanpa kepala di sekitar jembatan tersebut.
Berbagai cerita mistis lainnya juga berkembang di kawasan Gereja Blenduk. Kisah yang sering dibicarakan masyarakat sekitar, ketika malam telah larut dan dalam keadaan hening, terdengar derap kuda berlari. Ada pula penampakan Noni Belanda mengenakan gaun putih yang disebut sering berjalan mondar-mandir di sekitar Gereja Blenduk.
![]() |
Ngarai Sianok Bukittinggi |
Kontur Sianok terbentuk karena proses turunnya sebagian lempengan bumi sehingga membentuk patahan berwujud jurang yang curam.
Kota Bukittinggi memiliki panorama alam yang indah di hampir seluruh penjuru. Di kota ini juga terdapat Jam Gadang sebagai maskot.
Menara Jam Gadang memiliki tinggi 26 meter dan berada di titik nol kilometer Kota Bukittinggi. Jam Gadang dibangun pada 1926 atas prakarsa Sekretaris Kota Fort De Kock (Bukittinggi), HR Rook Maker, dan dirancang oleh arsitek lokal Yazid Rejo Mangkuto.
Jam Gadang dibangun tanpa menggunakan semen dan besi penyangga, melainkan menggunakan adonan pasir, kapur/gamping, dan putih telur. Sementara mesin jam dibuat oleh Bernard Vortman dari Jerman yang kabarnya hanya ada di Big Ben London.
Penulisan angka menggunakan angka Romawi IV. Bentuk atap Jam Gadang juga pernah berubah tiga kali, yakni pada era Belanda berbentuk kubah bulat, era Jepang berbentuk kubah pagoda, hingga kini diubah menjadi bentuk gonjong khas Minangkabau.
![]() |
| Taman Nasional Lembah Baluran, Situbondo. |
Eksplorasi berikutnya berada di Taman Nasional Lembah Baluran, Situbondo, Jawa Timur. Taman Nasional Lembah Baluran mendapat predikat “Africa Van Java.”
Taman Nasional ini berada di wilayah Banyuputih, Situbondo, Jawa Timur, dengan luas 25.000 hektare. Kawasan tersebut terdiri dari beberapa tipe hutan yang mewakili ekosistem hutan spesifik di Pulau Jawa, di antaranya hutan savana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa, dan hutan yang selalu hijau atau evergreen.
Terdapat 444 jenis tumbuhan di Lembah Baluran dan beberapa jenis tumbuhan yang sudah langka. Beberapa hewan mamalia juga menjadi penghuni kawasan tersebut, seperti banteng yang dipilih menjadi maskot Taman Nasional Baluran.
Selain banteng, terdapat rusa, kijang, serta 155 jenis burung, di antaranya burung layang-layang api, merak, dan ayam hutan. Taman Nasional ini dikelola oleh Departemen Kehutanan Banyuputih, Situbondo, Jawa Timur.
![]() |
| Kampung Warna-Warni Jodipan Malang |
Eksplorasi terakhir adalah Kampung Warna-Warni Jodipan, Malang, Jawa Timur. Kampung Warna-Warni Jodipan menjadi salah satu tempat wisata yang cukup dikenal di Kota Malang.
Kampung yang berada di tepi Sungai Brantas tersebut memiliki rumah-rumah dengan warna-warni yang beragam. Beberapa dinding di sudut kampung dihiasi mural, sementara di atas gang terdapat hiasan payung aneka warna yang membuat suasana semakin menarik. Banyak wisatawan berburu foto selfie di kawasan tersebut.
Awalnya, pada 2016 terdapat delapan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang membuat program untuk memenuhi tugas praktikum. Dua dari tugas tersebut memilih Kampung Jodipan sebagai lokasi untuk penataan melalui pengecatan dan pembuatan mural.
Ide tersebut mendapat dukungan dari perusahaan cat PT Indana Paint. Warga setempat juga ikut terlibat dalam proses pengecatan. Beberapa kampung kemudian turut dihiasi mural sehingga menciptakan suasana yang menarik.
Kampung Warna-Warni Jodipan kemudian diresmikan pada 4 September 2016 oleh Pemerintah Kota Malang hingga terkenal sampai sekarang.(Awiek.R).





Social Footer
Kontributor
Label
Social Media