Label


Breaking News

Dolan Bareng PMK BRISO Yogyakarta di Solo, Maskur Ajak Lansia Bahagia, Bertafakur dan Bersyukur

Anggota PMK BRISO Foto bersama di XT Square Yogyakarta saat akan berangkat ke Solo (Surakarta), Sabtu (5/9/2026).

SOLO (F86) – Paguyuban Mantan Karyawan BRI Katamso Yogyakarta (PMK BRISO) menggelar kegiatan Dolan Bareng dengan agenda wisata belanja dan kuliner di Kota Solo, Sabtu (5/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti anggota PMK BRISO Yogyakarta beserta keluarga, sejumlah pengurus Paguyuban Pensiunan BRI Yogyakarta Katamso serta pengurus koperasi. Selain menjadi ajang rekreasi, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan para anggota.

Setibanya di Kota Solo, rombongan PMK BRISO terlebih dahulu menuju Pasar Gede untuk menikmati suasana pusat perdagangan dan kuliner khas Kota Solo. Setelah itu, rombongan melanjutkan kegiatan dengan berkumpul di salah satu hotel di Kota Solo untuk mengikuti rangkaian acara, termasuk sambutan, ramah tamah, serta menikmati kebersamaan antarpeserta.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan di Solo selesai, rombongan kemudian melakukan perjalanan kembali menuju Yogyakarta. Dalam perjalanan pulang, rombongan menyempatkan diri mampir ke salah satu pusat oleh-oleh khas Solo untuk berbelanja dan membawa buah tangan sebelum melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta.

Ketua PMK BRISO Yogyakarta, Maskur, dalam sambutannya mengangkat tema “Bahagia di Usia Lansia dan Bertafakur untuk Lebih Bersyukur.”

Maskur mengajak para peserta menikmati kegiatan tersebut dengan penuh kegembiraan sekaligus menghayati berbagai nikmat yang masih diberikan Allah SWT.

Menurutnya, rasa senang dapat melahirkan kebahagiaan. Dari kebahagiaan itulah seseorang akan lebih mudah mensyukuri kehidupan dan berbagai nikmat yang diterimanya.

Ketua PMK BRISO H Maskur saat memberikan kata sambutan.

“Dengan perasaan senang akan timbul perasaan bahagia. Dengan bahagia kita akan mudah bersyukur, dan dengan bersyukur Allah SWT akan menambah nikmat-Nya,” ujar Maskur.

Ia menjelaskan, tadabur dapat dimaknai sebagai proses mempelajari dan mengambil pelajaran, sedangkan tafakur merupakan proses memahami dan menghayati sesuatu dengan melibatkan pikiran serta hati.

Perjalanan dari Yogyakarta menuju Solo, kata Maskur, sesungguhnya memberikan banyak hal yang dapat direnungkan. Ada perubahan lokasi, waktu, cuaca, kondisi alam, perkembangan kota, teknologi, tanaman, makanan hingga cara manusia berkomunikasi.

“Kalau kita mau menghayati perjalanan dari Jogja sampai Solo, banyak hal berbeda yang bisa kita pelajari. Perbedaan itu menjadi pengalaman dan pengetahuan bagi kita,” ungkapnya.

Dalam sambutannya, Maskur juga mengaitkan pengalaman hidup dengan Taksonomi Bloom, yaitu konsep dalam pendidikan yang menggambarkan tingkatan proses Cognitif dari C1 hingga C6, mulai dari mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi hingga mencipta.

Ia kemudian menyederhanakan proses tersebut dalam empat tahapan yang mudah diingat, yakni tidak tahu, tahu, paham dan bisa.

Menurut Maskur, usia lanjut bukan alasan untuk berhenti belajar. Justru berbagai pengalaman hidup yang telah dilalui menjadi sumber pengetahuan yang sangat berharga.

Ia menekankan bahwa pengetahuan tidak hanya diperoleh dari bangku pendidikan, tetapi juga dari perjalanan, pengalaman, pertemuan dengan orang lain serta kemampuan mengambil hikmah dari setiap peristiwa.

“Kita jangan berhenti belajar. Dari tidak tahu menjadi tahu, dari tahu menjadi paham, dan dari paham akhirnya kita bisa melakukan sesuatu. Pengalaman hidup juga merupakan pengetahuan,” katanya.

Maskur juga mengingatkan bahwa terlaksananya kegiatan Dolan Bareng merupakan sebuah nikmat yang patut disyukuri.

Ia menyebut beberapa nikmat yang memungkinkan para anggota dapat berkumpul dan menikmati perjalanan, yakni nikmat sehat, nikmat kesempatan, nikmat tekad serta nikmat semangat.

Menurutnya, seseorang bisa saja memiliki kesehatan tetapi tidak memiliki kesempatan. Ada pula yang memiliki kesempatan tetapi tidak mempunyai tekad atau semangat untuk mengikutinya.

Karena itu, ketika kesempatan berkumpul dan bersilaturahmi masih diberikan, hendaknya dinikmati dengan penuh rasa syukur.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut juga mempertemukan kembali para mantan rekan kerja yang telah puluhan tahun bersama-sama mengukir sejarah hingga terbentuknya PMK BRISO.

Maskur berharap kebersamaan tersebut terus menjadi kekuatan untuk menjaga guyub, rukun, sehat dan bahagia di antara para anggota.

Dalam suasana santai, Maskur juga menanggapi candaan anggota mengenai kegiatan wisata belanja dan kuliner yang identik dengan uang.

Ia mengingatkan bahwa kebahagiaan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya uang yang dimiliki, besarnya tabungan, lezatnya makanan ataupun indahnya tempat wisata.

Menurutnya, sumber kebahagiaan yang sesungguhnya berada di dalam hati.

“Membawa bahagia itu bukan karena besar uangnya, bukan karena banyak uang di saku, bukan karena besarnya tabungan, bukan karena enaknya hidangan, dan bukan pula karena indahnya tempat yang dikunjungi. Kebahagiaan itu ada di hati,” tegas Maskur.

Ia juga mengajak anggota untuk mampu mengendalikan keinginan, terutama saat berbelanja, dengan membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

“Belanja karena kebutuhan, bukan semata-mata karena keinginan,” pesannya.

Di akhir sambutannya, Maskur menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan Dolan Bareng PMK BRISO.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pengurus yang telah bekerja keras mempersiapkan kegiatan tersebut.

Atas nama pribadi dan pengurus PMK BRISO Yogyakarta, Maskur menyampaikan permohonan maaf apabila selama persiapan maupun pelaksanaan kegiatan terdapat kekurangan dan kekhilafan.

Kegiatan Dolan Bareng PMK BRISO tersebut diharapkan tidak hanya menjadi perjalanan wisata, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan, berbagi pengalaman, menambah pengetahuan serta mensyukuri kesempatan untuk tetap berkumpul dalam keadaan sehat dan bahagia.(Red).







Type and hit Enter to search

Close