Label


Breaking News

Warga RT 16 Tegalyoso Bangun Jalan Secara Swadaya, Diresmikan sebagai “Jalan Perintis”

Ketua RT 16, Drs. H. Muhammad Ari Sumartono.

KLATEN (F86) – Semangat gotong royong warga RT 16, Desa Tegalyoso, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten, membuahkan hasil. Warga berhasil menyelesaikan pembangunan jalan secara swadaya dan meresmikannya pada Sabtu (8/8/2026).

Jalan sepanjang kurang lebih 83 meter tersebut kemudian diberi nama “Jalan Perintis” oleh Camat Klaten Selatan, Ir. Anna Fajria Hidsyai, M.Si. Pemberian nama tersebut menjadi simbol semangat warga RT 16 dalam membangun lingkungan secara mandiri melalui gotong royong.

Ketua RT 16, Drs. H. Muhammad Ari Sumartono, mengatakan pembangunan jalan dilakukan karena warga menyadari keterbatasan anggaran pemerintah. Menurutnya, masyarakat tidak bisa hanya menunggu bantuan pemerintah untuk membangun fasilitas lingkungan.

“Kami sadar kalau hanya mengandalkan dana dari pemerintah dalam kondisi saat ini memang sulit. Alhamdulillah, warga kami memiliki semangat dan kepedulian tinggi untuk memajukan desa,” ujar Ari Sumartono.

Pembangunan jalan tersebut dimulai pada 20 Mei 2026. Awalnya, kegiatan hanya berupa pengecoran selokan. Namun, melihat kebutuhan masyarakat dan semangat warga yang semakin besar, pembangunan kemudian dikembangkan hingga menjadi akses jalan yang lebih layak.

Pengerjaan berlangsung secara bertahap hingga selesai pada awal Agustus 2026.

Total panjang jalan yang dibangun mencapai sekitar 83 meter, terdiri dari ruas sepanjang 33 meter dan tambahan sekitar 50 meter hingga ujung atau pertigaan.

Menurut Ari, pembangunan tersebut sepenuhnya mengandalkan semangat gotong royong warga dan dukungan para donatur maupun simpatisan.

Selama proses pembangunan, warga berhasil menghimpun dana sekitar Rp63.574.000. Dana tersebut berasal dari warga, donatur dan simpatisan, baik dalam bentuk uang tunai maupun bantuan material yang kemudian dicatat berdasarkan nilai barang.

Ari mengatakan pengurus RT berupaya menjaga transparansi seluruh bantuan yang diterima.

“Kami juga membangun jejaring. Banyak aset warga yang awalnya hanya dicelengi atau tidak digunakan. Ketika kami sowan dan matur, alhamdulillah responsnya luar biasa. Akhirnya warga memberi semangat kepada kami pengurus RT untuk memulai,” jelasnya.

Bantuan material juga dicatat secara terbuka. Misalnya, ketika ada warga yang memberikan pasir senilai Rp1 juta, bantuan tersebut tetap dicatat sebagai bagian dari dukungan pembangunan.

“Dengan dana segitu kita bisa mengecor, mengecat, dan merapikan. Ini bukti bahwa warga memiliki rasa handarbeni, merasa ikut memiliki lingkungan,” ungkap Ari.

Pemberian nama “Jalan Perintis” memiliki makna khusus bagi warga RT 16. Nama tersebut diharapkan menjadi simbol keberanian masyarakat untuk memulai pembangunan secara mandiri.

Ari berharap semangat tersebut dapat ditularkan kepada lingkungan lain sehingga muncul lebih banyak gerakan gotong royong untuk membangun fasilitas masyarakat.

“Semoga RT 16 bisa menjadi RT perintis, RT pionir, dan bisa ditiru RT lain. Intinya kami ingin merintis menuju masyarakat yang maju, mandiri dan sejahtera,” katanya.

Ari menjelaskan bahwa jalan tersebut merupakan aset yang dimanfaatkan untuk kepentingan bersama. Sebelum pembangunan dilakukan, pengurus RT juga melakukan komunikasi dengan para pemilik lahan di sekitar lokasi.

Menurutnya, proses tersebut berjalan dengan baik karena seluruh pihak memberikan dukungan.

Komunikasi juga dilakukan dengan Pemerintah Desa Tegalyoso yang dipimpin Kepala Desa Catur Prabowo, serta paguyuban RT dan RW setempat.

Ari mengatakan pembangunan secara swadaya dilakukan sebagai bentuk inisiatif warga dengan tetap menjalin komunikasi bersama pemerintah desa.

Pembangunan Jalan Perintis belum berhenti. Warga berencana melanjutkan betonisasi hingga mencapai ujung jalan yang saat ini masih berupa jalan buntu.

Selain itu, di bagian bawah wilayah RT 16 masih terdapat saluran air atau got yang belum tertutup. Warga telah merencanakan penutupan saluran tersebut dengan pengecoran agar lingkungan semakin aman dan tertata.

Ari berharap semangat gotong royong yang telah ditunjukkan warga dapat terus dipertahankan.

“Dengan ketulusan dan niat baik warga RT 16, kami berharap kegiatan ini bisa menjadi contoh bagi yang lain. Insyaallah, kalau kita bersama-sama dan memiliki niat baik, akan selalu ada kemudahan dari Tuhan Yang Maha Kuasa,” pungkas Ari Sumartono.(Siswanto).





Type and hit Enter to search

Close