YOGYAKARTA, (F86) – Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dimanfaatkan untuk membuka ruang kreativitas dan kewirausahaan bagi masyarakat, khususnya generasi muda di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Hal tersebut ditunjukkan melalui soft opening Yellow Cafe atau Beringin Space Cafe yang digelar di halaman samping barat Kantor Sekretariat DPD Partai Golkar DIY, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 58, Kotabaru, Yogyakarta, Senin malam, 17 Agustus 2026.
Acara soft opening dipandu Erwin Nizar dan dihadiri jajaran pengurus Partai Golkar DIY, tamu undangan, manajemen serta tim Beringin Space Cafe. Sejumlah anggota DPRD DIY, DPRD Kabupaten Sleman, DPRD Kulon Progo dan DPRD Kota Yogyakarta juga turut hadir.
Setelah rangkaian sambutan, acara dilanjutkan dengan doa yang dipimpin Ustadz Muhammad Sahidin, S.Ag., M.Si., kemudian ramah tamah dan hiburan dengan penampilan sejumlah artis dari lingkungan Golkar DIY.
Soft Opening di Hari Kemerdekaan Punya Makna Filosofis
Tokoh Partai Golkar DIY yang juga Ketua DPD Partai Golkar DIY, H. Singgih Januratmoko, SKH., MM., mengatakan pemilihan 17 Agustus sebagai momentum soft opening Yellow Cafe memiliki makna filosofis.
Menurutnya, kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui upacara dan kegiatan seremonial, tetapi juga dapat diwujudkan melalui keberanian menciptakan karya, membangun usaha dan membuka lapangan pekerjaan.
“Kemerdekaan tidak hanya kita rayakan dengan upacara, tetapi juga dengan karya nyata. Beringin Space Cafe adalah salah satu bentuk kemerdekaan berwirausaha, kemerdekaan berkarya dan kemerdekaan menciptakan lapangan kerja untuk anak-anak muda DIY,” ujar Singgih dalam sambutannya.
Ia berharap keberadaan cafe tersebut tidak sekadar menjadi tempat menikmati makanan dan minuman, tetapi berkembang menjadi ruang interaksi masyarakat dan generasi muda.
Singgih berpesan agar Yellow Cafe Kotabaru dapat menjadi ruang bagi berbagai kegiatan kreatif masyarakat.
Selain UMKM, tempat tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk diskusi politik kebangsaan, bedah buku, pertunjukan musik dan berbagai kegiatan produktif lainnya.
“Yellow Cafe Kotabaru ini jadikan rumah kreativitas, UMKM, diskusi politik kebangsaan, bedah buku, live music. Junjung tinggi nilai kebangsaan di tengah bisnis,” pesannya.
Ia juga mengingatkan agar kegiatan usaha tetap berpegang pada nilai-nilai kebangsaan dengan menjadikan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai landasan kehidupan bermasyarakat.
Menurut Singgih, semangat tersebut penting karena Partai Golkar membawa simbol pohon beringin yang memiliki filosofi sebagai tempat berteduh dan menaungi berbagai kelompok masyarakat.
“Beringin harus menaungi semua golongan,” tegasnya.
Singgih juga mendorong pengelola Beringin Space Cafe untuk melibatkan sebanyak mungkin pelaku ekonomi kreatif lokal.
Mulai dari produk UMKM, barista, desainer hingga musisi lokal DIY diharapkan mendapatkan ruang untuk menunjukkan kemampuan dan mengembangkan usaha.
“Bergerak dengan semangat karya dan gotong royong. Libatkan produk UMKM lokal DIY, libatkan barista, desainer dan musisi lokal,” katanya.
Menurutnya, keberadaan ruang usaha yang memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM lokal dapat memberikan dampak berantai terhadap perekonomian daerah.
“Jika UMKM naik, otomatis ekonomi DIY juga akan naik,” ungkap Singgih.
Ia berharap Yellow Cafe mampu menjadi salah satu titik temu bagi pelaku usaha, komunitas kreatif dan masyarakat untuk membangun kolaborasi.
Lebih jauh, Singgih berharap tempat tersebut dapat melahirkan gagasan-gagasan baru yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia menilai ruang publik yang menggabungkan aktivitas ekonomi, kreativitas dan diskusi kebangsaan dapat menjadi tempat tumbuhnya ide-ide baru, khususnya bagi generasi muda.
“Semoga dari tempat kecil lahir ide-ide besar untuk Indonesia. Semoga dari secangkir kopi ini lahir semangat baru untuk membangun DIY dan Indonesia,” ujarnya.
Momentum soft opening pada 17 Agustus, lanjut Singgih, diharapkan menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui keberanian untuk berkarya.
“Mari kita jadikan momentum 17 Agustus 2026 sebagai pengingat bahwa merdeka itu berani berkarya,” pungkasnya.
Soft opening Yellow Cafe tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa semangat kemerdekaan dapat diterjemahkan dalam berbagai bentuk. Tidak hanya melalui perayaan dan upacara, tetapi juga melalui kegiatan ekonomi, kreativitas, pemberdayaan UMKM serta penciptaan ruang bagi anak muda untuk berkembang.
Dengan mengusung semangat “Karya dan Gotong Royong”, Beringin Space Cafe diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan pelaku UMKM, komunitas, seniman, generasi muda dan masyarakat luas di Yogyakarta.(Awiek R).


Social Footer
Kontributor
Label
Social Media