![]() |
| Warga Padukuhan Kepuhsari RT. 07/02, Katongan, Nglipar saat menghadiri tirakatan malam kemerdekaan RI ke-81 |
Gunungkidul (F86) — Suasana khidmat dan penuh kehangatan menyelimuti pelaksanaan Tirakatan Malam Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 yang digelar Balai RT 07/02 Padukuhan Kepuhsari, Katongan, Nglipar, Gunungkidul, Minggu malam (16/8/2026). Kegiatan ini berlangsung penuh kesederhanaan namun sarat makna kebersamaan.
Dengan mengusung semangat gotong royong dan kebersamaan khas masyarakat Gunungkidul, seluruh warga dari berbagai kalangan hadir memeriahkan acara tersebut. Kegiatan dimulai dengan menyanyikan lagu indonesia raya, dilanjutkan dengan doa bersama bagi para pahlawan yang telah gugur demi kemerdekaan bangsa.
Dalam sambutannya, Suwardi, salah satu tokoh masyarakat menyampaikan bahwa tirakatan bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momen untuk merenungkan kembali makna kemerdekaan. Kemerdekaan yang diraih bukanlah hadiah semata, melainkan buah tetesan keringat dan pengorbanan nyata para pendahulu yang mempertaruhkan nyawa.
“Pada malam ini kita berkumpul bukan untuk sekadar berkumpul, melainkan merenung: apa yang sudah kita berikan untuk bangsa ini di usia kemerdekaan yang ke-81 tahun? Kemerdekaan harus diisi dengan kerja nyata, persatuan dan kesatuan dan saling menguatkan sesama anak bangsa,” ujar Suwardi.
Ia juga berpesan bahwa semangat kemerdekaan dalam HUT RI Ke-81 ini, sebagai warga masyarakat harus tetap menjaga kerukunan antar warga Padukuhan Kepuhsari khususnya dan juga sesama umat manusia tanpa membedakan suku, adat, budaya dan golongan.
Suasana semakin terasa hangat saat seluruh hadirin menikmati sajian makanan tradisional yang dibawa secara gotong royong oleh warga. Tawa dan obrolan hangat antarwarga menjadi bukti bahwa persaudaraan dan kebersamaan masih menjadi kekuatan utama warga masyarakat.
Para pemuda yang turut hadir menyampaikan harapan agar semangat proklamasi terus dijaga dan diteruskan. Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, persatuan dan kesatuan menjadi modal paling berharga agar bangsa Indonesia tetap berdiri tegak dan maju.
Menjelang tengah malam, acara ditutup dengan pembacaan doa untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa serta harapan agar Indonesia senantiasa diberkahi, damai, dan sejahtera. Seiring sirine tanda detik-detik proklamasi, seluruh warga berdiri tegak dengan penuh rasa syukur dan harapan yang tinggi bagi masa depan bangsa tercinta. (Zull)

Social Footer
Kontributor
Label
Social Media