Label


Breaking News

Pameran Foto “MERDEKA” Hadir di Titik Nol Kilometer Yogyakarta, 68 Karya Pewarta Foto ANTARA Dipamerkan


Pameran fotografi bertajuk “MERDEKA: Merayakan Kemerdekaan, Merawat Kebersamaan” yang digelar di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Sabtu (15/8/2026).

Yogyakarta (F86) -Semangat kemerdekaan hadir di ruang publik Kota Yogyakarta melalui pameran fotografi bertajuk “MERDEKA: Merayakan Kemerdekaan, Merawat Kebersamaan” yang digelar di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Sabtu (15/8/2026).

Pameran tersebut merupakan kolaborasi antara Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dan Pemerintah Kota Yogyakarta. Sebanyak 68 karya pewarta foto LKBN ANTARA dari berbagai daerah di Indonesia dipajang secara terbuka di kawasan Titik Nol Kilometer.

Pameran berlangsung hingga 21 Agustus 2026. Berbeda dengan pameran fotografi pada umumnya yang digelar di ruang tertutup, karya-karya tersebut ditempatkan di ruang publik tanpa sekat sehingga dapat dinikmati masyarakat maupun wisatawan yang sedang beraktivitas di kawasan pusat Kota Yogyakarta.

Pemilihan fotografi sebagai medium penyampaian pesan dinilai efektif karena gambar dapat menghadirkan peristiwa secara langsung, mudah dilihat, dan lebih cepat dipahami masyarakat.

Karya-karya yang ditampilkan menyajikan berbagai peristiwa langka dan autentik yang direkam para pewarta foto. Kehadirannya di ruang publik membuat pesan tentang sejarah, kemerdekaan, dan kehidupan masyarakat dapat langsung berinteraksi dengan pengunjung.

"Pameran ini merupakan kolaborasi bersama Kementerian Komunikasi dan Digital serta Pemerintah Kota Yogyakarta. Fotografi dinilai efektif untuk menyampaikan pesan sejarah dan semangat kebangsaan kepada masyarakat luas," demikian keterangan dalam penyelenggaraan pameran tersebut.

Penempatan karya fotografi di Titik Nol Kilometer juga menjadi bagian dari konsep pameran. Masyarakat dapat melihat foto-foto tersebut sambil menikmati suasana kawasan wisata dan ruang publik tanpa harus masuk ke gedung galeri.

Pameran “MERDEKA” tidak hanya menampilkan kemeriahan peringatan kemerdekaan yang berlangsung di pusat pemerintahan. Karya-karya para fotografer justru berusaha memperlihatkan bagaimana semangat kemerdekaan tumbuh dan dirasakan masyarakat di tingkat akar rumput atau grassroot.

Melalui lensa fotografer, berbagai ekspresi masyarakat, aktivitas kebangsaan, serta suasana kehidupan sehari-hari menjadi bagian dari cerita besar tentang Indonesia dan kemerdekaan.

Konsep tersebut menjadikan fotografi bukan sekadar karya visual, tetapi juga dokumentasi perjalanan masyarakat dalam merawat semangat kebersamaan.

Kehadiran pameran di kawasan Titik Nol Kilometer juga memiliki konteks sejarah tersendiri. Kota Yogyakarta memiliki rekam jejak penting dalam perjalanan Republik Indonesia, khususnya pada masa awal kemerdekaan ketika Yogyakarta menjadi salah satu pusat penting perjuangan mempertahankan keberadaan Republik.

Dengan memadukan karya fotografi dan lingkungan bangunan cagar budaya di sekitar Titik Nol Kilometer, pameran tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman berbeda kepada masyarakat.

Masyarakat dan wisatawan yang datang ke kawasan tersebut tidak hanya menikmati ruang publik sebagai tempat berkumpul atau berwisata, tetapi juga dapat mengenal kembali potongan sejarah dan semangat kebangsaan melalui karya fotografi.

Konsep pameran terbuka menjadi salah satu daya tarik utama. Karya-karya fotografi dipajang tanpa sekat formal sehingga siapa pun dapat melihatnya ketika melintas atau beraktivitas di kawasan Titik Nol Kilometer.

Atmosfer ruang publik yang berpadu dengan karakter Kota Yogyakarta sebagai kota pelajar dan kota budaya membuat pameran tersebut mendapatkan perhatian dari berbagai kalangan.

Ke depan, agenda pameran fotografi di ruang publik tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak unsur masyarakat, termasuk akademisi, seniman, budayawan, mahasiswa, komunitas seni, hingga kurator lokal.

Yogyakarta memiliki ekosistem seni dan budaya yang cukup kuat. Kehadiran akademisi, mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, komunitas belajar seni, seniman, dan budayawan dinilai dapat memperkaya kolaborasi dalam penyelenggaraan kegiatan serupa.

Dengan demikian, pameran “MERDEKA” bukan hanya menjadi ruang untuk melihat karya fotografi, tetapi juga menjadi upaya menghadirkan seni, sejarah, dan pesan kebangsaan langsung ke tengah masyarakat.

Melalui 68 karya pewarta foto ANTARA, Titik Nol Kilometer Yogyakarta untuk sementara berubah menjadi ruang galeri terbuka yang mempertemukan fotografi, sejarah, seni, wisata, dan kehidupan masyarakat dalam satu ruang publik.

Pameran tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukan hanya peristiwa yang dirayakan dalam seremoni resmi, tetapi juga nilai yang terus tumbuh, dirawat, dan diwujudkan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. (Awiek R).





Type and hit Enter to search

Close