![]() |
| Semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa meriah dengan Kegiatan lomba tangkap lele di Desa Wunut, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten. |
Klaten (F86) - Semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa meriah di Desa Wunut, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten. Pemerintah Desa Wunut bersama Karang Taruna menggelar lomba tangkap lele yang menjadi salah satu agenda hiburan masyarakat dalam memperingati Hari Kemerdekaan.
Kegiatan lomba tangkap lele tersebut telah memasuki tahun kedua. Berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya, tahun ini kegiatan tersebut untuk pertama kalinya digelar dan dikelola langsung oleh Karang Taruna Desa Wunut bersama Pemerintah Desa.
Ketua Karang Taruna Desa Wunut, Rendi Andi, mengatakan lomba tangkap lele diharapkan dapat menjadi kegiatan tahunan yang tidak hanya menghibur masyarakat, tetapi juga mempererat hubungan antarwarga.
"Kita mengadakan lomba tangkap lele ini setiap tahun di Desa Wunut untuk memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia. Kegiatan ini sudah berjalan selama dua tahun," ujar Rendi, Sabtu (22/8/2026).
Menurutnya, kegiatan tersebut sengaja dikemas dengan suasana santai dan penuh kegembiraan agar masyarakat dapat berkumpul serta menikmati momentum peringatan kemerdekaan bersama-sama.
"Tujuan utamanya agar warga bisa seru-seruan bersama. Nanti ikan lele hasil tangkapan boleh dibawa pulang oleh masing-masing tim," katanya.
Untuk menambah keseruan lomba, panitia menyiapkan sekitar 5 kwintal atau 500 kilogram ikan lele. Selain ikan hasil tangkapan, panitia juga menyediakan hadiah uang tunai dengan total jutaan rupiah bagi para pemenang.
Lomba diikuti 21 tim yang merupakan perwakilan dari 14 RT, Karang Taruna, dan perangkat Desa Wunut. Setiap tim terdiri dari 10 orang peserta.
Rendi menjelaskan, pemenang lomba ditentukan berdasarkan jumlah ikan lele yang berhasil ditangkap oleh masing-masing tim.
"Kriteria pemenangnya, tim yang mendapatkan lele terbanyak langsung mendapatkan hadiah utama. Hadiahnya sudah dipersiapkan dari desa," jelasnya.
Adapun hadiah yang disiapkan panitia yakni Juara 1 sebesar Rp1.500.000, Juara 2 Rp1.000.000, dan Juara 3 Rp750.000.
Selain mendapatkan hadiah, peserta juga dapat membawa pulang ikan lele hasil tangkapan. Hal tersebut menjadi daya tarik tersendiri karena peserta tidak hanya mengikuti perlombaan, tetapi juga mendapatkan hasil yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga.
Untuk menjaga keseruan sekaligus keadilan dalam perlombaan, panitia menerapkan sejumlah aturan. Peserta tidak diperbolehkan menggunakan alat bantu apa pun saat menangkap ikan.
Peserta hanya diperbolehkan menggunakan sarung tangan yang telah disediakan oleh panitia.
"Peraturannya tidak boleh memakai alat bantu apa pun kecuali sarung tangan yang sudah kita siapkan. Setiap sesi berlangsung lima menit dan diikuti lima orang," terang Rendi.
Sistem tersebut diterapkan agar perlombaan berlangsung sportif dan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta.
Untuk tahap awal, lomba diperuntukkan khusus bagi warga Desa Wunut. Setelah sesi warga selesai, panitia berencana membuka kesempatan bagi masyarakat umum yang ingin ikut merasakan keseruan menangkap lele.
"Untuk sesi pertama ini khusus warga Desa Wunut. Setelah itu akan dibuka sesi untuk pengunjung umum dengan sistem daftar terlebih dahulu agar tidak terlalu ramai," katanya.
Menurut Rendi, sistem pendaftaran diperlukan untuk mengatur jumlah peserta sehingga kegiatan tetap berlangsung tertib dan nyaman.
Antusiasme masyarakat Desa Wunut terhadap rangkaian kegiatan HUT RI tahun ini cukup tinggi. Hampir seluruh wilayah RT mengirimkan perwakilan untuk mengikuti lomba.
"Antusias warga sangat luar biasa. Ini komplit, dari setiap RT ada perwakilannya, termasuk perangkat desa," ungkap Rendi.
Selain lomba tangkap lele, dua hari sebelumnya Desa Wunut juga menggelar Lomba Tarik Tambang Air yang mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi sarana hiburan sekaligus ruang berkumpul bagi warga setelah menjalani berbagai aktivitas sehari-hari.
Rendi menjelaskan, pelaksanaan lomba tangkap lele pada tahun sebelumnya masih melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN). Sementara pada tahun kedua ini, kegiatan mulai diinisiasi dan dilaksanakan secara langsung oleh Karang Taruna Desa Wunut.
Menurutnya, keterlibatan pemuda desa dalam kegiatan kemasyarakatan menjadi bagian penting untuk membangun rasa memiliki terhadap lingkungan dan desa.
Karang Taruna diharapkan tidak hanya berperan dalam kegiatan kepemudaan, tetapi juga mampu menjadi penggerak berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Rendi berharap lomba tangkap lele dapat terus dilaksanakan setiap tahun dan menjadi salah satu tradisi masyarakat Desa Wunut dalam menyambut HUT Kemerdekaan RI.
"Harapan kami, dengan diadakan lomba ini warga Wunut semakin senang dan setiap tahun bisa mengadakan lagi. Semoga kegiatan ini juga semakin mempererat silaturahmi, sehingga setiap warga semakin mengenal satu sama lain dan mengetahui berbagai kegiatan yang ada di desanya," pungkasnya.
Semarak lomba tangkap lele tersebut menunjukkan bahwa peringatan kemerdekaan tidak selalu harus diwujudkan melalui kegiatan formal. Permainan sederhana yang melibatkan warga dari berbagai usia dan wilayah RT dapat menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, kegembiraan, sekaligus memperkuat semangat gotong royong di Desa Wunut. (Siswanto).


Social Footer
Kontributor
Label
Social Media