![]() |
| Foto bersama usai kegiatan "𝑺𝒆𝒎𝒂𝒓𝒂𝒌 𝑹𝒖𝒎𝒂𝒉 𝑳𝒊𝒕𝒆𝒓𝒂𝒔𝒊 𝑺𝒂𝒕𝒖 𝑹𝒖𝒎𝒂𝒉 𝑺𝒆𝒓𝒊𝒃𝒖 𝑪𝒆𝒓𝒊𝒕𝒂" dengan mengusung tema “Pengembangan Budaya Baca dan Tulis di Masyarakat". |
Inhil (F86) — Upaya membangun masyarakat yang cerdas dan berdaya saing terus diperkuat melalui gerakan literasi yang menyentuh langsung kehidupan warga. Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Pustaka Kirana menggelar kegiatan "𝑺𝒆𝒎𝒂𝒓𝒂𝒌 𝑹𝒖𝒎𝒂𝒉 𝑳𝒊𝒕𝒆𝒓𝒂𝒔𝒊 𝑺𝒂𝒕𝒖 𝑹𝒖𝒎𝒂𝒉 𝑺𝒆𝒓𝒊𝒃𝒖 𝑪𝒆𝒓𝒊𝒕𝒂" dengan mengusung tema “Pengembangan Budaya Baca dan Tulis di Masyarakat," yang diselenggarakan di Aula Hotel Telaga Puri, Sabtu (8/8/2026) sebagai bagian dari komitmen memperluas akses literasi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
TBM Pustaka Kirana merupakan komunitas literasi yang memperoleh apresiasi dan fasilitasi dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, melalui Program Bantuan Pemerintah Bidang Kebahasaan dan Kesastraan. Dukungan tersebut menjadi bukti bahwa gerakan literasi masyarakat memiliki peran strategis dalam pembangunan bangsa. Sabtu (15/8/2026).
Sebagai rangkaian program tersebut, TBM Pustaka Kirana menyelenggarakan Lokakarya Menulis Cerita Pendek pada Sabtu, 8 Agustus 2026, yang diikuti oleh pelajar, pengajar, dan mahasiswa dari berbagai wilayah di Kabupaten Indragiri Hilir.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Lurah Sungai Beringin, Iwang Sujah Khairul, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa budaya membaca dan menulis tidak boleh dipandang sebagai kegiatan pelengkap, melainkan sebagai fondasi utama dalam membentuk masyarakat yang maju, kritis, dan mandiri.
“Literasi adalah investasi jangka panjang. Daerah yang kuat bukan hanya dibangun oleh infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas manusia yang gemar membaca, berpikir, dan menulis. Karena itu, gerakan seperti yang dilakukan TBM Pustaka Kirana patut didukung dan diperluas,” ujarnya.
Lokakarya menghadirkan dua narasumber yang aktif dalam pengembangan literasi di Indragiri Hilir, yakni Marliah, S.S., M.Pd., Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Indragiri Hilir, serta Laila Suryani, S.Pd., pegiat TBM Cikita Nila dan Forum Lingkar Pena. Keduanya memberikan materi mengenai teknik penulisan cerita pendek, pengembangan ide kreatif, hingga pentingnya menjadikan pengalaman lokal sebagai kekuatan dalam karya sastra.
Ketua panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan melatih keterampilan menulis, tetapi juga membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan di tengah masyarakat. Melalui semangat Satu Rumah Seribu Cerita, setiap keluarga diharapkan menjadi ruang tumbuhnya tradisi membaca, berdiskusi, dan berkarya.
Kegiatan ini menjadi cerminan bahwa kolaborasi antara komunitas, pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat merupakan langkah nyata dalam memperkuat budaya literasi sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berkelanjutan. Dari Sungai Beringin, pesan itu kembali ditegaskan: masa depan Indragiri Hilir akan semakin kokoh apabila dibangun di atas kekuatan literasi dan kecerdasan masyarakatnya. (𝑻𝒉𝒐𝒏𝒌).


Social Footer
Kontributor
Label
Social Media