Label


Breaking News

Klaten Genjot Produksi Tembakau, Bidik Peluang Ekspor ke China dan Perkuat Komoditas Perkebunan



Kepala DKPP Kabupaten Klaten, Iwan Kurniawan 


KLATEN (Fakta86) – Pemerintah Kabupaten Klaten melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPP) bergerak cepat menindaklanjuti peluang ekspor tembakau ke China. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memberikan pendampingan teknis kepada petani guna meningkatkan produksi dan menjaga kualitas hasil panen agar mampu memenuhi kebutuhan pasar internasional secara berkelanjutan.

Kegiatan pendampingan tersebut dilaksanakan di kawasan Simbarjoyo, Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara, Rabu (5/8/2026), sebagai tindak lanjut hasil pertemuan antara Bupati Klaten dengan sejumlah pihak terkait potensi kerja sama ekspor tembakau ke Negeri Tirai Bambu.

Kepala DKPP Kabupaten Klaten, Iwan Kurniawan, mengatakan bahwa apabila kerja sama ekspor dapat direalisasikan, maka kontinuitas produksi menjadi syarat utama yang harus dipenuhi.

"Kalau nanti ekspor ini terjalin, produksinya harus terus berkelanjutan. Tidak bisa hanya sesaat. Karena itu kami fokus pada peningkatan produksi," ujar Iwan Kurniawan.

Menurutnya, peningkatan produksi akan didukung melalui pemanfaatan dana pemerintah yang diprioritaskan di sentra-sentra produksi tembakau, salah satunya di kawasan Tohrowati.

Selain itu, Pemkab Klaten saat ini tengah menjajaki kerja sama dengan Yayasan Merah Putih yang memiliki jaringan di China. Melalui kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuka akses dengan importir tembakau sehingga peluang ekspor segera terealisasi.

Iwan menegaskan, langkah tersebut mendapat dukungan penuh dari Bupati Klaten sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperluas pasar komoditas unggulan daerah.

Tidak hanya tembakau, Pemerintah Kabupaten Klaten juga mulai mengembangkan komoditas perkebunan lainnya. Salah satunya melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Kabupaten Gayo Lues, Aceh, untuk pengembangan komoditas kopi.

Langkah ini diharapkan mampu memperkuat sektor perkebunan sehingga Klaten tidak hanya dikenal sebagai salah satu lumbung beras nasional, tetapi juga memiliki komoditas unggulan lain yang bernilai ekonomi tinggi.

Di sisi lain, DKPP menyoroti tantangan industri tembakau, salah satunya maraknya peredaran rokok ilegal yang dinilai berdampak terhadap industri hasil tembakau serta berkurangnya penerimaan negara.

Karena itu, pemerintah terus mendukung program Gempur Rokok Ilegal sebagai bagian dari upaya menjaga keberlangsungan industri sekaligus meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan di bidang cukai.

Saat ini luas lahan tembakau di Kabupaten Klaten mencapai sekitar 1.000 hektare dengan kondisi produksi yang masih relatif normal.

Ke depan, pemerintah akan mengikuti kebijakan nasional terkait penambahan luas tanam dengan tetap mempertahankan lahan irigasi teknis untuk budidaya padi. Sementara lahan nonirigasi akan diarahkan untuk pengembangan komoditas perkebunan sesuai pola tanam yang berlaku.

Dalam menghadapi potensi El Nino dan musim tanam ketiga (MT III), pemerintah juga mendorong petani mengembangkan komoditas jagung, tembakau, dan tebu sebagai alternatif yang lebih adaptif terhadap kondisi iklim.

Melalui berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Klaten berharap mampu meningkatkan daya saing sektor pertanian dan perkebunan sekaligus membuka peluang ekspor yang lebih luas bagi hasil bumi daerah.

"Harapan kami, Klaten tidak hanya dikenal sebagai lumbung beras, tetapi juga menjadi daerah penghasil komoditas perkebunan unggulan seperti tembakau dan kopi yang mampu bersaing di pasar internasional," pungkas Iwan Kurniawan.(Siswanto).





Type and hit Enter to search

Close