![]() |
| Foto para peserta Fun Run Peduli Lingkungan bersantai menunggu acara dimulai, Sabtu (8/8/2026). |
KLATEN (F86) – Pemerintah Kabupaten Klaten melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggelar Fun Run Peduli Lingkungan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Klaten ke-222. Kegiatan yang mengusung semangat kepedulian terhadap lingkungan tersebut berlangsung di halaman Pemerintah Kabupaten Klaten, Sabtu (8/8/2026).
Hampir 900 peserta dari berbagai kalangan masyarakat Klaten turut ambil bagian. Selain menjadi kegiatan olahraga dan hiburan, Fun Run tersebut sekaligus menjadi media kampanye untuk mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, khususnya persoalan sampah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Klaten, Srihadi, S.T., M.M., mengatakan antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan tersebut cukup tinggi.
“Alhamdulillah, kegiatan tadi diikuti hampir 900 peserta dari masyarakat Kabupaten Klaten yang sangat antusias. Harapan kami, dalam peringatan Hari Jadi ini semuanya ikut peduli terhadap lingkungan dan peduli terhadap sampah,” ujar Srihadi.
Srihadi menekankan bahwa pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat memiliki peran penting dengan memulai pemilahan sampah dari lingkungan rumah masing-masing.
Salah satu langkah yang didorong DLH adalah mengolah sampah organik secara mandiri sehingga volume sampah yang dibawa ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dapat ditekan.
“Kita selalu melakukan gerakan pilah sampah dari rumah. Artinya, sampah organik itu diselesaikan di rumah masing-masing. Tujuannya untuk mengurangi sampah yang masuk ke TPA,” jelasnya.
Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Pemkab Klaten menargetkan pengurangan sampah secara signifikan hingga 2029. Untuk mencapai target tersebut, pengelolaan sampah dilakukan melalui tiga lini, yakni hulu, tengah dan hilir.
Pertama, sektor hulu atau rumah tangga. Masyarakat didorong melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah. Sampah organik diharapkan dapat diolah secara mandiri sehingga tidak seluruhnya berakhir di TPA.
Kedua, sektor tengah. Pemerintah memperkuat keberadaan bank sampah di masyarakat serta mendorong pembangunan dan pengembangan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).
Ketiga, sektor hilir atau TPA. Pemerintah juga melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pengelolaan di tempat pemrosesan akhir, termasuk mengurangi persoalan bau dan mengembangkan pemanfaatan sampah sebagai sumber energi.
“Sejauh ini program sudah berjalan. Semuanya berperan. Dari hulu di rumah, di tengah ada bank sampah, dan di hilir kita di TPA juga berproses. Kita ingin TPA tidak hanya menjadi tempat buang, tetapi juga bisa menghasilkan energi,” ungkap Srihadi.
DLH Klaten berharap momentum Hari Jadi Kabupaten Klaten ke-222 tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga aksi nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan.
Melalui Fun Run Peduli Lingkungan, masyarakat diajak memahami bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah dari rumah, mengolah sampah organik, serta mengurangi sampah yang berakhir di TPA.
Semangat olahraga dan kebersamaan dalam kegiatan tersebut diharapkan menjadi pemantik gerakan masyarakat untuk mewujudkan Klaten yang semakin bersih, sehat dan peduli lingkungan.
“Semangat Hari Jadi Klaten harus kita isi dengan aksi nyata menjaga lingkungan. Setiap gerak dan setiap langkah harus membawa kepedulian terhadap lingkungan dan sampah,” pungkas Srihadi.(Siswanto).


Social Footer
Kontributor
Label
Social Media