Label


Breaking News

CKG TB di Jebukan Klaten Sasar 100 Warga, Baru 40 Persen Kasus TBC Terdeteksi

Kegiatan Cek Kesehatan Gratis Tuberkulosis (CKG TB) di Desa Jebukan, Kabupaten Klaten, Rabu (26/8/2026).

KLATEN (F86) – Pemerintah Kabupaten Klaten melalui rangkaian program Cek Kesehatan Gratis Tuberkulosis (CKG TB) menggelar pemeriksaan kesehatan masyarakat di Desa Jebukan, Kabupaten Klaten, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program yang mendapatkan dukungan anggaran dari Kementerian Kesehatan. Pemeriksaan dilakukan sebagai upaya memperkuat deteksi dini dan menemukan kasus tuberkulosis (TBC) di masyarakat.

Nuning menjelaskan, pelaksanaan CKG TB di Desa Jebukan menyasar sekitar 100 orang. Program serupa juga akan dilaksanakan di sejumlah desa atau lokasi fokus di Kabupaten Klaten.

Ini merupakan rangkaian kegiatan CKG TBC yang dianggarkan dari Kementerian Kesehatan. Sasaran dari kegiatan ini adalah 100 orang di Kabupaten Klaten. Total ada 120 desa atau lokasi yang akan dilakukan kegiatan serupa,” ujar Nuning.

Di Desa Jebukan, pemeriksaan dilakukan secara lebih lengkap. Selain pemeriksaan X-ray atau rontgen, warga juga menjalani pemeriksaan klinis untuk mengetahui kemungkinan adanya gejala TBC serta pemeriksaan kesehatan lainnya.

Untuk Desa Jebukan dilakukan pemeriksaan ekstra. Selain pemeriksaan X-ray, juga dilakukan pemeriksaan klinis TBC kemudian pemeriksaan kesehatan yang lain,” jelasnya.

Apabila dari hasil skrining ditemukan warga yang masuk kategori terduga TBC, maka pemeriksaan akan dilanjutkan untuk memastikan diagnosis.

Pemeriksaan lanjutan dapat dilakukan melalui pemeriksaan dahak menggunakan Tes Cepat Molekuler (TCM) untuk mengetahui keberadaan bakteri penyebab TBC secara lebih akurat.

Jika ditemukan ada terduga TBC maka akan dilakukan pemeriksaan lanjutan, bisa dilakukan dengan pemeriksaan dahak dengan TCM untuk penegakan diagnosis bakteriologisnya,” ungkap Nuning.

Bahkan, apabila gejala klinis dan hasil rontgen sudah menunjukkan indikasi kuat mengarah pada TBC, penanganan dapat segera dilakukan sesuai hasil pemeriksaan dan ketentuan medis.

Apabila dari gejala memang sudah mengarah ke TB, kemudian dari hasil rontgen juga sudah mengarah, itu juga mungkin bisa dilakukan pengobatan TB,” katanya.

Program CKG TB dilakukan karena adanya kasus TBC di suatu wilayah. Pemeriksaan kemudian diarahkan kepada orang-orang yang memiliki risiko lebih tinggi tertular, terutama kontak serumah atau kontak erat dengan penderita.

Kenapa dinamakan CKG TB? Karena ada satu kasus di satu wilayah. Kita lakukan cek kesehatan gratis untuk melakukan screening kepada kontak rumah atau kontak erat dan juga kelompok risiko lainnya,” terang Nuning.

Langkah tersebut dinilai penting karena TBC merupakan penyakit menular yang dapat menyebar apabila kasus tidak segera ditemukan dan mendapatkan pengobatan.

Masyarakat diimbau mengenali sejumlah gejala yang dapat mengarah pada TBC. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Batuk lebih dari dua minggu, baik berdahak maupun tidak berdahak.
  • Penurunan nafsu makan dan berat badan.
  • Keringat pada malam hari.
  • Sesak napas.

Masyarakat yang mengalami gejala tersebut, terlebih jika memiliki riwayat kontak erat dengan penderita TBC, diharapkan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Nuning mengungkapkan, Kabupaten Klaten memiliki perkiraan target kasus TBC sebanyak 2.310 kasus. Namun hingga Rabu (26/8/2026), kasus yang telah ditemukan dan tercatat dalam sistem informasi tuberkulosis baru mencapai 928 kasus atau sekitar 40 persen dari target tersebut.

Di Kabupaten Klaten sendiri kita punya target kasus yang diperkirakan ada sebanyak 2.310. Sampai hari ini, catatan di sistem informasi tuberkulosis kami baru menemukan 928 atau baru 40 persennya,” ujarnya.

Menurutnya, angka penemuan tersebut masih cukup jauh dari target. Kondisi ini menjadi perhatian karena kasus TBC yang belum ditemukan dan belum mendapatkan pengobatan masih berpotensi menjadi sumber penularan di masyarakat.

Angka ini memang masih jauh dari target. Ketika orang-orang dengan TBC belum ditemukan dan masih ada di masyarakat, berarti masih bisa menjadi sumber penularan,” tegas Nuning.

Nuning mengajak masyarakat memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis sebagai kesempatan untuk mengetahui kondisi kesehatan sejak dini.

Ia menegaskan, skrining TBC menjadi salah satu bagian penting dalam pemeriksaan kesehatan sehingga masyarakat tidak perlu menunggu munculnya keluhan berat untuk melakukan pemeriksaan.

Harapannya masyarakat, ayo monggo cek kesehatan gratis. CKG sendiri memang pasti ada skrining TBC di dalamnya,” ajaknya.

Ia juga mengingatkan bahwa TBC tidak mengenal musim. Meski demikian, perubahan kondisi tubuh pada musim tertentu dapat memengaruhi daya tahan tubuh seseorang.

TBC tidak tergantung dari musim. Hanya mungkin ketika musim penghujan atau kemarau daya tahan tubuh lemah, kuman TBC yang dorman bisa aktif,” jelasnya.

Melalui deteksi dini, pemeriksaan terhadap kontak erat, serta pengobatan hingga tuntas, Pemerintah Kabupaten Klaten berharap penularan TBC dapat ditekan.

Program CKG TB di Desa Jebukan menjadi salah satu upaya untuk memperluas penemuan kasus, sehingga masyarakat yang membutuhkan pengobatan dapat segera mendapatkan penanganan.

Dengan demikian, target penemuan 2.310 kasus TBC di Kabupaten Klaten diharapkan dapat semakin mendekati capaian, sekaligus mendorong terwujudnya masyarakat yang lebih sehat dan terbebas dari penularan tuberkulosis.(Siswanto).





Type and hit Enter to search

Close