Label


Breaking News

71 Tahun Bebek Suwarni Klaten: Resep Bebek Bacem Goreng Warisan Ibu Suwarni Tetap Bertahan hingga Kini

 

Foto hidangan makanan di Warung makan Kuliner legendaris Bebek Suwarni, Berdiri sejak 1953 di kawasan Jalan Jogja–Solo, Karanglo, Karangdukuh, Kecamatan Jogonalan, Klaten.

KLATEN (Fakta86) – Kuliner legendaris Bebek Suwarni di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menjadi salah satu warung makan yang mampu mempertahankan cita rasa lintas generasi. Berdiri sejak 1953, resep Bebek Bacem Goreng yang diwariskan Ibu Suwarni hingga kini masih dipertahankan oleh putrinya, Kristina atau yang akrab disapa Mbak Titin.

Bebek Suwarni pada awalnya dirintis oleh Ibu Suwarni pada 1953 di kawasan Jalan Jogja–Solo, Karanglo, Karangdukuh, Kecamatan Jogonalan, Klaten. Setelah berjalan selama beberapa dekade, usaha kuliner tersebut kemudian diteruskan oleh putrinya, Kristina, sejak 1982 hingga sekarang.

“Resepnya dari dulu tetap kami pertahankan. Kami ingin rasa Bebek Suwarni tetap sama seperti yang diwariskan Ibu,” tutur Kristina saat ditemui di warungnya, Jumat (8/8/2026).

Selama lebih dari tujuh dekade, menu Bebek Bacem Goreng menjadi primadona yang paling banyak dicari pelanggan. Daging bebek yang diolah dengan bumbu bacem kemudian digoreng hingga menghasilkan cita rasa gurih dan khas menjadi daya tarik utama warung tersebut.

Selain Bebek Bacem Goreng, pelanggan juga dapat menikmati menu ayam kampung, berbagai olahan ikan, serta Soto Bebek yang menjadi salah satu menu pilihan lainnya.

Jumlah bebek yang dimasak setiap hari tidak selalu sama. Menurut pengelola, jumlahnya menyesuaikan tingkat kunjungan pelanggan. Ketika kondisi warung ramai, kebutuhan bahan baku dapat mencapai lebih dari 50 ekor bebek dalam sehari.

Warung Bebek Suwarni buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 20.00 WIB.

Untuk menikmati satu porsi Bebek Bacem Goreng lengkap dengan nasi, pelanggan cukup membayar sekitar Rp37.000. Sementara satu ekor bebek utuh beserta nasi dibanderol sekitar Rp135.000, yang cocok untuk disantap bersama keluarga maupun digunakan dalam acara tertentu.

Meski telah bertahan selama puluhan tahun dan memiliki pelanggan dari berbagai daerah, pengelola Bebek Suwarni belum memiliki rencana untuk membuka cabang.

Fokus utama saat ini adalah mempertahankan cita rasa, kualitas makanan, serta pelayanan di lokasi yang telah menjadi bagian dari perjalanan sejarah Bebek Suwarni.

Bagi keluarga pengelola, mempertahankan resep warisan justru menjadi tantangan tersendiri di tengah perkembangan bisnis kuliner yang semakin beragam.

Cita rasa Bebek Suwarni juga mendapat apresiasi dari pelanggan yang datang dari luar Klaten.

Salah satunya rombongan dari SMK Muhammadiyah 2 Sukoharjo yang singgah di warung tersebut dalam perjalanan menuju Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk mengikuti kegiatan fashion show.

Suparno, salah satu anggota rombongan sekaligus ketua jurusan busana, menilai lokasi Bebek Suwarni cukup strategis karena berada di jalur utama dan memiliki area parkir yang luas.

Menurutnya, menu yang paling berkesan adalah Bebek Bacem Goreng.

“Tempatnya strategis di pinggir jalan dan parkirnya luas. Menu favorit saya Bebek Bacem. Bumbunya pas, daging bebeknya empuk. Pokoknya mantap dan mak nyus,” ujar Suparno.

Perjalanan Bebek Suwarni dari 1953 hingga sekarang menunjukkan bagaimana sebuah usaha kuliner keluarga dapat bertahan melalui pergantian generasi.

Resep yang dirintis Ibu Suwarni kemudian diteruskan oleh putrinya sejak 1982. Konsistensi mempertahankan cita rasa menjadi salah satu kekuatan utama yang membuat kuliner tersebut tetap dikenal hingga kini.

Di tengah menjamurnya usaha kuliner modern, Bebek Suwarni memilih mempertahankan identitasnya sebagai warung makan keluarga dengan resep tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Bebek Suwarni, bukan sekadar hidangan, tetapi juga cerita perjalanan kuliner keluarga Klaten selama lebih dari tujuh dekade.





Type and hit Enter to search

Close