KLATEN (F86) - Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 terasa di Desa Gaden, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten. Sekitar 2.500 warga mengikuti kegiatan sepeda santai bersama yang digelar Pemerintah Desa Gaden sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT RI ke-81.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang olahraga dan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi momentum mempererat kebersamaan warga sekaligus mengenalkan kembali kesenian tradisional daerah.
Kepala Desa Gaden, Hj. Partinah, S.T., M.M., turut hadir dan mengikuti kegiatan tersebut bersama masyarakat. Sejumlah pejabat dan tokoh daerah juga hadir, di antaranya anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Hj. Kadarwati, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Ketua TP PKK Kabupaten Klaten Fahrani Hamenang, jajaran OPD, anggota DPRD Kabupaten Klaten Hj. Mulyatminah, serta Forkopimcam Trucuk.
Ribuan warga mengikuti rute sepeda santai dengan penuh antusias. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam memeriahkan HUT RI sekaligus membangun kebersamaan di lingkungan Desa Gaden.
Setelah kegiatan sepeda santai, warga juga menikmati sarapan Soto 2.222 bersama. Momen tersebut semakin memperkuat suasana guyub dan kebersamaan masyarakat.
Kegiatan olahraga dan kuliner bersama tersebut sekaligus menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan dapat dikemas dengan kegiatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Selain sepeda santai dan sarapan bersama, kegiatan tersebut juga dimeriahkan dengan penampilan kesenian Reog.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Hj. Kadarwati, memberikan apresiasi terhadap upaya masyarakat Desa Gaden dalam menghidupkan kembali kesenian tradisional yang mulai jarang ditampilkan.
Menurut Kadarwati, pelestarian kesenian daerah sangat penting, terutama untuk mengenalkan budaya lokal kepada generasi muda.
“Kalau kesenian daerah ini tidak dibangkitkan dan ditampilkan, masyarakat desa, khususnya generasi muda, tidak akan mengerti dan mengenal budaya yang menjadi bagian dari jati diri kita,” ujar Kadarwati. Selasa (25/8/2026).
Ia menilai penampilan Reog dalam kegiatan masyarakat merupakan bentuk nyata pelestarian budaya sekaligus menunjukkan kekayaan kearifan lokal yang dimiliki masyarakat.
“Ini adalah wujud nyata dari kearifan lokal kita yang luar biasa. Itulah budaya kita. Kearifan lokal yang ditunjukkan sangat luar biasa dan tentu kami apresiasi,” katanya.
Atraksi para pemain Reog menjadi salah satu perhatian masyarakat. Warga tampak antusias menyaksikan berbagai atraksi yang ditampilkan oleh para pemain kesenian tradisional tersebut.
Kadarwati mengatakan sejumlah atraksi dalam pertunjukan Reog memang terlihat ekstrem bagi sebagian masyarakat yang belum terbiasa menyaksikannya.
“Mungkin banyak teman-teman yang kaget, kok ekstrem seperti itu. Ada silet, ada pipi yang ditusuk dengan kawat, apakah tidak sakit? Artinya, ini merupakan kekuatan dan kelebihan yang dimiliki kebudayaan kita,” ungkapnya.
Menurutnya, keberadaan kesenian tradisional seperti Reog harus terus diberikan ruang untuk tampil di tengah masyarakat. Dengan demikian, generasi muda dapat melihat, mengenal, dan memahami bahwa daerah mereka memiliki kekayaan budaya yang harus dijaga.
Kadarwati menegaskan, pelestarian budaya tidak hanya berkaitan dengan mempertahankan kesenian agar tidak hilang, tetapi juga dapat menjadi sarana membangun kecintaan masyarakat terhadap daerahnya.
“Ini salah satu wujud kecintaan warga untuk memajukan masyarakat yang mencintai budaya kita. Dari kita, oleh kita, budaya yang kita cintai ini bisa terus ditampilkan,” tuturnya.
Ia berharap kesenian tradisional tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat Desa Gaden. Menurutnya, keterlibatan masyarakat dan generasi muda menjadi kunci agar budaya lokal tidak sekadar menjadi peninggalan masa lalu.
“Ini termasuk salah satu bentuk pelestarian agar kesenian tradisional kita tidak punah dan tetap hidup di tengah masyarakat. Gaden tetap hidup, Gaden tetap maju,” tandas Kadarwati.
Peringatan HUT RI ke-81 di Desa Gaden akhirnya bukan sekadar menjadi perayaan kemerdekaan. Kegiatan tersebut menjadi ruang bertemunya olahraga, kebersamaan, kuliner rakyat dan pelestarian budaya dalam satu rangkaian kegiatan yang melibatkan ribuan masyarakat.(Siswanto).


Social Footer
Kontributor
Label
Social Media