Label


Breaking News

Terapi Garam Pantai Jetis Purworejo Jadi Daya Tarik Wisata Kesehatan, Pengunjung Rasakan Beragam Manfaat

 

Sejumlah anggota komunitas senam BAJ sedang melakukan terapi garam di destinasi wisata kesehatan di Desa Piturejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Sabtu (25/7/2026).

PURWOREJO, (F86) – Sebuah destinasi wisata kesehatan di Desa Piturejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, semakin menarik perhatian masyarakat. Lokasi tersebut menawarkan terapi garam yang dikelola oleh Kelompok Usaha Garam Rakyat (KUGER) Paguyuban Pendowo Limo, memanfaatkan garam berkualitas tinggi hasil produksi kawasan Pantai Jetis.

Terapi garam ini mulai dikembangkan sejak akhir 2019. Awalnya, masyarakat setempat hanya memproduksi garam konsumsi. Namun, seiring perkembangan potensi yang dimiliki, garam lokal kemudian dimanfaatkan sebagai media terapi kesehatan yang kini menjadi salah satu daya tarik wisata.

Pengelola menjelaskan, garam produksi Desa Piturejo memiliki kandungan Natrium Klorida (NaCl) yang tinggi, yakni mencapai 97,49 persen. Kandungan tersebut menjadi dasar pengembangan terowongan garam (salt tunnel) sebagai tempat terapi bagi pengunjung.

Fasilitas terapi berupa terowongan dengan lebar sekitar 3,5 meter dan panjang 15 meter, serta tersedia sekitar 38 hingga 39 terowongan di kawasan tersebut. Setiap sesi terapi dibatasi maksimal 20 orang.
Sebelum memasuki area terapi, pengunjung diwajibkan melepas alas kaki, baik sepatu maupun sandal. Durasi terapi juga dibatasi maksimal 15 menit untuk menghindari risiko dehidrasi akibat suhu yang cukup tinggi.

Waktu terbaik melakukan terapi adalah antara pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, saat suhu di dalam terowongan berkisar 40–47 derajat Celsius.

Selain menjadi destinasi wisata, kawasan terapi garam ini juga kerap dimanfaatkan sebagai lokasi penelitian oleh mahasiswa, termasuk dari Universitas Gadjah Mada.
Pengelola membuka layanan setiap hari pukul 08.00–14.00 WIB, kecuali Jumat karena tutup. Menariknya, pengunjung tidak dikenakan tarif masuk tetap, melainkan cukup memberikan donasi sukarela melalui kotak yang telah disediakan.


Sejumlah anggota komunitas senam BAJ yang mengunjungi lokasi tersebut dalam kegiatan wisata pada Sabtu (25/7/2026) mengaku merasakan pengalaman yang menyenangkan setelah mengikuti terapi garam. Mereka kemudian membagikan kesan tersebut usai mengikuti senam di kawasan Gedongkiwo, Kota Yogyakarta, Selasa (28/7/2026).

Menurut informasi dari pengelola, terapi garam dipercaya memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan, seperti membantu relaksasi, meredakan stres dan kelelahan, mendukung kesehatan saluran pernapasan, membantu menjaga kesehatan kulit, meningkatkan kualitas tidur, serta mengurangi peradangan. Namun, manfaat tersebut tetap perlu dipahami sebagai terapi pendukung dan bukan pengganti pengobatan medis.(Awiek R).





Type and hit Enter to search

Close