Label


Breaking News

Road to JIKF 2026 Berakhir, Para Juara Golden Ticket Selection Siap Berlaga di Festival Layang-Layang Internasional

 

Foto upacara Rangkaian Road to Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026 melalui ajang Golden Ticket Selection resmi berakhir di kawasan persawahan Banaran, Galur, Kabupaten Kulon Progo, Minggu (5/7/2026). 

Kulonprogo (F86) – Rangkaian Road to Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026 melalui ajang Golden Ticket Selection resmi berakhir di kawasan persawahan Banaran, Galur, Kabupaten Kulon Progo, Minggu (5/7/2026). Selama dua hari pelaksanaan, para pelayang terbaik dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sekitarnya bersaing memperebutkan tiket emas untuk tampil pada Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026 yang akan digelar di Pantai Parangkusumo, Bantul, pada 11–12 Juli 2026.

Mengusung tema "Melayang Bersama Keluarga: Membentuk Generasi Emas yang Berbudaya dan Berinovasi", Road to JIKF 2026 menjadi wadah pembinaan sekaligus kompetisi bagi komunitas layang-layang lokal. Festival ini melibatkan peserta dari berbagai usia, mulai anak-anak hingga dewasa, melalui empat kategori perlombaan, yaitu layang-layang tradisional, layang-layang kreasi, train naga dewasa, dan train naga anak.

Persaingan berlangsung ketat dengan diikuti 10 klub pada kategori layang-layang tradisional, enam klub kategori layang-layang kreasi, 19 klub kategori train naga dewasa, serta tujuh klub kategori train naga anak. Penilaian dilakukan oleh dewan juri melalui dua tahapan, yakni pemeriksaan konstruksi layang-layang di darat serta penilaian performa saat diterbangkan di udara.

Seluruh peserta menampilkan karya terbaik yang mengangkat kekayaan budaya Nusantara, dipadukan dengan kreativitas desain dan inovasi konstruksi. Kondisi angin yang berubah-ubah selama perlombaan turut menjadi tantangan tersendiri bagi para peserta dalam memperebutkan gelar juara sekaligus Golden Ticket menuju ajang internasional.


Daftar Juara Golden Ticket Selection Road to JIKF 2026

Kategori Layang-Layang Tradisional

Juara 1: Klub Ronggolawe – Mandala Berwarna

Juara 2: Klub Ronggolawe – Owel

Juara 3: Klub PWM Kite – Wijaya Kusuma

Kategori Layang-Layang Kreasi

Juara 1: Klub PWM Kite – Kencana Langit

Juara 2: Klub Mustika Team – Anoman

Juara 3: Klub PWM Kite – Drum

Kategori Train Naga Dewasa

Juara 1: Klub Independent – Animasaka

Juara 2: Klub Santika Buwono – Naga Dewangkara

Juara 3: Klub Royal Team – Naga Krisna

Kategori Train Naga Anak

Juara 1: Klub Bolo Srewu Kite – Nyai Ageng Serang

Juara 2: Klub Bolo Dewo – Kaiyang

Juara 3: Klub Nogo Ruwet – Grasesa

Juara pertama dari masing-masing kategori berhak memperoleh Golden Ticket untuk tampil di Jogja International Kite Festival 2026 bersama para pelayang nasional dan delegasi dari berbagai negara.

Akil, perwakilan Klub PWM Kite asal Magelang yang berhasil meraih juara pertama kategori layang-layang kreasi, mengaku bangga dapat mengikuti kompetisi yang terbuka bagi seluruh komunitas.

"Saya sangat mengapresiasi lomba ini karena semua komunitas bisa ikut, tidak hanya tim-tim besar. Tidak memakai sistem undangan sehingga siapa pun memiliki kesempatan yang sama untuk berkompetisi," ujar Akil.

Sementara itu, Ardi selaku pembuat layang-layang Kencana Langit mengungkapkan bahwa karya yang mengantarkan timnya menjadi juara tersebut dikerjakan selama kurang lebih satu bulan.

Keberhasilan penyelenggaraan Road to JIKF 2026 juga mendapat apresiasi dari Bupati Kulonprogo, Agung Setiawan. Menurutnya, selain menjadi ajang pelestarian budaya, kegiatan tersebut memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.

"Berdasarkan perhitungan cepat panitia, lebih dari 15.000 pengunjung hadir. UMKM ikut bergerak, dagangan laris, sehingga event ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ke depan tentu bisa terus dikembangkan menjadi event yang lebih besar dan lebih bergengsi," ungkap Agung.

Dampak positif juga dirasakan para pelaku usaha mikro di sekitar lokasi kegiatan. Hermaparwati, salah seorang pedagang, mengaku pendapatannya meningkat selama berlangsungnya festival.

"Kalau ada event seperti ini, dampaknya lumayan bagi ekonomi kami. Penjualan jauh lebih baik dibanding hari-hari biasa," tuturnya.

Koordinator UMKM, Stefani Heri Mulyanti, menjelaskan bahwa panitia memang menggandeng pelaku UMKM lokal sebagai bagian dari upaya meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Menurutnya, meski tidak seluruh pedagang bergabung dalam tenant resmi, kehadiran ribuan pengunjung tetap memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar lokasi perlombaan.

Dengan berakhirnya Golden Ticket Selection, Road to Jogja International Kite Festival 2026 tidak hanya sukses melahirkan para wakil daerah menuju festival internasional, tetapi juga menegaskan perannya sebagai ruang pembinaan generasi muda, pelestarian budaya, promosi pariwisata, serta penggerak ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM.(Red).

Type and hit Enter to search

Close