![]() |
| Foto bersama Alumni 73 SMEA N Wates di Hotel Soemantri, Temon, Kulon Progo. Sabtu (25/7/2026). |
YOGYAKARTA, (F86) – Kebersamaan, nostalgia, dan kehangatan mewarnai Reuni Alumni 73 SMEA Negeri Wates yang digelar selama dua hari, Sabtu-Minggu (25–26/7/2026). Mengusung tema "PULANG", kegiatan ini menjadi ajang melepas rindu sekaligus mempererat tali paseduluran para alumni yang telah terpisah selama lebih dari lima dekade.
Rangkaian kegiatan diawali pada Sabtu (25/7) sore dengan berkumpulnya para alumni di Hotel Soemantri, Temon, Kulon Progo. Malam harinya, suasana penuh keakraban tercipta dalam acara temu kangen yang diisi dengan ramah tamah, bernyanyi bersama, berbagi cerita masa sekolah, serta pembagian doorprize.
Keesokan harinya, Minggu (26/7), sekitar 40 peserta melanjutkan kegiatan dengan wisata budaya ke Museum Sonobudoyo, Museum Kereta Kuda, dan Keraton Yogyakarta. Kegiatan tersebut dikemas sebagai wisata keluarga yang sarat nilai sejarah sekaligus memperkuat hubungan antarsesama alumni beserta keluarganya.
![]() |
| Ketua Alumni 73 SMEA N Wates H. Maskur saat memberikan sambutan. |
Ketua Alumni 73 SMEA Negeri Wates, H. Maskur, mengatakan reuni wisata bukan sekadar perjalanan rekreasi, tetapi menjadi media untuk mempererat persaudaraan dan menjaga semangat kebersamaan di usia senja.
Menurutnya, alumni yang berasal dari Kulon Progo kini telah tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Melalui tema "PULANG", seluruh peserta diajak kembali mengenang masa-masa indah ketika menempuh pendidikan di SMEA Negeri Wates sekitar 53 tahun silam.
"Lebih dari sekadar perjalanan wisata, kegiatan ini menjadi ruang untuk mempererat tali paseduluran, membangun sinergi, saling memotivasi, dan saling mendoakan antaranggota alumni beserta keluarga," ujar Maskur.
Ia mengenang perjuangan para alumni semasa sekolah yang harus menempuh perjalanan jauh dengan berjalan kaki melintasi perbukitan, hutan, hingga sungai demi memperoleh pendidikan. Keterbatasan pada masa itu justru menjadi perekat persaudaraan yang terus terjaga hingga kini.
"Reuni wisata ini bukan sekadar perjalanan, tetapi langkah bersama untuk terus nyengkuyung kokohnya paseduluran. Kita harus terus membangun empati, persahabatan, dan rasa syukur atas segala nikmat yang telah diberikan Tuhan," kata H. Maskur.
Sementara itu, Penasehat Alumni 73 SMEA Negeri Wates, Yusuf Sugito, mengungkapkan rasa bahagianya dapat kembali berkumpul bersama sahabat-sahabat lama yang pernah berjuang bersama di bangku sekolah.
Ia menceritakan perjalanan hidupnya yang harus merantau ke luar daerah untuk bekerja setelah lulus sekolah. Meski harus menjalani berbagai pekerjaan, termasuk sebagai petugas keamanan dengan sistem kerja bergilir, kenangan bersama teman-teman sekolah tetap menjadi bagian yang tidak terlupakan.
"Saya gembira ketika pulang dan disambut teman-teman. Rasanya seperti kembali ke rumah, kembali kepada orang-orang yang memiliki kenangan dan perjalanan hidup yang sama," ungkap Yusuf Sugito.
Menurut Yusuf, reuni menjadi momentum penting untuk menjaga silaturahmi sekaligus mempererat hubungan antarsesama alumni yang kini tersebar di berbagai wilayah Nusantara.
Kegiatan ditutup dengan kunjungan ke sejumlah destinasi budaya di Yogyakarta, sesi foto bersama, dan doa sebagai simbol harapan agar tali persaudaraan Alumni 73 SMEA Negeri Wates terus terjalin erat sepanjang masa.(Red).


Social Footer
Kontributor
Label
Social Media