Label


Breaking News

Program AIDIYAH Resmi Berakhir, 290 Pelaku UMKM Perempuan Klaten Lulus dan Terima Bantuan Modal Usaha


Foto bersama usai acara Program pemberdayaan UMKM perempuan AIDIYAH resmi menutup rangkaian kegiatannya setelah berjalan selama empat tahun, sejak 2022 hingga 2026.

Klaten (F86) – Program pemberdayaan UMKM perempuan AIDIYAH resmi menutup rangkaian kegiatannya setelah berjalan selama empat tahun, sejak 2022 hingga 2026. Penutupan program ditandai dengan penyerahan sertifikat kelulusan kepada peserta, pemberian apresiasi berupa bantuan modal usaha, serta peluncuran platform pembelajaran digital PSMA, yang digelar di Hotel Grand Tjokro Klaten, Selasa (30/6/2026).

Ketua Persepsi Kabupaten Klaten, Farida Hayati, menjelaskan bahwa selama pelaksanaan program, sebanyak 317 pelaku UMKM perempuan mengikuti berbagai pelatihan peningkatan kapasitas usaha. Dari jumlah tersebut, 290 peserta dinyatakan lulus setelah memenuhi standar penilaian yang ditetapkan oleh mitra dari Korea bersama tim pelaksana Program AIDIYAH.

Sebagai bentuk apresiasi, seluruh peserta yang dinyatakan lulus menerima bantuan modal usaha sebesar Rp1.500.000 per orang. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan daya saing UMKM di daerah.

"Kelulusan ini bukanlah akhir dari perjalanan, tetapi menjadi langkah awal bagi para pelaku UMKM untuk terus berkembang dan naik kelas. Kami ingin seluruh peserta memiliki bekal yang cukup dalam mengembangkan usahanya," ujar Farida Hayati.

Selain prosesi kelulusan, kegiatan juga menghadirkan sejumlah pelaku UMKM sukses sebagai narasumber inspiratif. Mereka berbagi pengalaman mengenai perjuangan membangun usaha, termasuk tantangan yang banyak dihadapi perempuan, seperti pembagian waktu antara mengurus keluarga dan menjalankan usaha serta dukungan dari lingkungan sekitar.

Farida berharap kisah sukses tersebut mampu memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar tetap konsisten mengembangkan usaha meskipun menghadapi berbagai kendala.

Agenda penting lainnya adalah peluncuran platform pembelajaran digital PSMA yang dirancang sebagai media pembelajaran berkelanjutan bagi para alumni program. Melalui platform tersebut, peserta dapat mengakses berbagai materi pelatihan dalam bentuk video singkat melalui website tanpa harus mengunduh aplikasi tambahan.
"Materi pelatihan tidak boleh berhenti setelah program selesai. Kami ingin peserta tetap bisa belajar kapan saja dan di mana saja melalui platform digital yang akan terus dikembangkan sesuai kebutuhan UMKM," jelasnya.
Kegiatan secara luring diikuti oleh perwakilan 12 kelompok UMKM dari Kabupaten Klaten, Wonogiri, dan Kota Surakarta. Sementara peserta dari wilayah lain mengikuti acara secara daring melalui aplikasi Zoom.

Program AIDIYAH merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, sektor swasta, dan mitra pemberdayaan UMKM sesuai amanat peraturan perundang-undangan. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem usaha mikro, khususnya bagi pelaku usaha perempuan.

Farida juga mengungkapkan bahwa sebagian peserta yang telah berada pada level usaha lebih maju kini telah mampu memanfaatkan platform e-commerce dalam pemasaran produk. Bahkan, sejumlah pelaku UMKM akan mengikuti program advokasi perdagangan ekspor bagi perempuan di Jakarta pada pekan mendatang. Produk-produk yang telah memenuhi standar ekspor akan mendapatkan pendampingan lebih lanjut agar mampu menembus pasar internasional.
"Kami berharap kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan pelaku UMKM terus diperkuat sehingga semakin banyak UMKM perempuan yang naik kelas, mandiri, dan mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional," pungkas Farida Hayati.(Siswanto).

Type and hit Enter to search

Close