![]() |
| Foto Kawasan Kota Lama Semarang |
Sabtu 11 Juli 2026
SEMARANG (F86) – Kawasan Kota Lama Semarang menjadi salah satu destinasi wisata sejarah paling ikonik di Jawa Tengah. Memiliki luas sekitar 31 hektare, kawasan ini dahulu merupakan pusat perdagangan VOC pada abad ke-18 dan hingga kini dikenal dengan julukan "Little Netherland" karena deretan bangunan bergaya Eropa klasik serta jaringan kanal yang mengingatkan pada kota-kota di Belanda.
Pada masa kolonial, Kota Lama merupakan kawasan kota berbenteng yang dibangun pemerintah Hindia Belanda untuk melindungi pusat pemerintahan dan perdagangan. Benteng tersebut dikenal dengan nama Benteng Vijfhoek, yang kemudian dibongkar pada abad ke-19 seiring meluasnya wilayah Kota Semarang. Kini, kawasan bersejarah tersebut telah ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya (heritage) dan menjadi salah satu ikon wisata unggulan di Kota Semarang.
Berbagai bangunan bersejarah masih berdiri kokoh dan menjadi daya tarik utama wisatawan. Salah satunya adalah Gereja Blenduk, gereja Protestan tertua di Jawa Tengah yang dibangun pada tahun 1753. Kubah besarnya yang khas menjadikan gereja ini sebagai ikon Kota Lama sekaligus objek fotografi favorit para pengunjung.
Selain Gereja Blenduk, wisatawan juga dapat menikmati keindahan arsitektur bangunan bersejarah lainnya seperti Gedung Marba, Gedung Spiegel, hingga bekas Pabrik Rokok Praoe Lajar yang kini telah dialihfungsikan menjadi kafe, restoran, galeri seni, dan ruang kreatif tanpa menghilangkan nilai historis bangunannya.
Tak jauh dari kawasan tersebut berdiri Jembatan Berok, salah satu peninggalan kolonial yang melintasi Kali Semarang. Pada masa Belanda, jembatan ini dikenal sebagai De Zuiderpoort atau Gerbang Selatan. Nama "Berok" sendiri diyakini berasal dari pelafalan masyarakat setempat yang menyederhanakan penyebutan nama Belanda tersebut sehingga lebih mudah diucapkan.
Kanal-kanal yang mengelilingi kawasan Kota Lama hingga kini masih dapat disaksikan meski sebagian memerlukan perawatan lebih lanjut. Keberadaan kanal tersebut semakin memperkuat citra Kota Lama sebagai "Little Netherland" yang menghadirkan nuansa Eropa di tengah Kota Semarang.
Di balik keindahan arsitektur dan nilai sejarahnya, Kota Lama juga memiliki berbagai cerita rakyat yang berkembang di masyarakat. Salah satunya berkaitan dengan Jembatan Berok yang menurut cerita turun-temurun menjadi lokasi berbagai peristiwa tragis pada masa kolonial. Sebagian warga setempat mengisahkan adanya penampakan sosok tanpa kepala maupun cerita mistis lainnya.
Di sekitar Gereja Blenduk juga beredar kisah tentang suara derap kuda serta sosok perempuan Belanda berpakaian putih yang konon kerap terlihat pada malam hari. Hingga kini, kisah-kisah tersebut merupakan bagian dari cerita rakyat yang hidup di tengah masyarakat dan belum dapat dibuktikan secara ilmiah.
Menariknya, seperti halnya kawasan Malioboro di Yogyakarta yang menawarkan penyewaan pakaian adat Jawa, kawasan Kota Lama Semarang juga menghadirkan pengalaman berbeda bagi wisatawan. Banyak pengunjung memilih menyewa kostum bergaya Eropa atau pakaian ala zaman kolonial Belanda untuk berfoto di depan bangunan-bangunan bersejarah, menciptakan pengalaman wisata yang unik sekaligus memperkuat nuansa klasik kawasan tersebut.
Perpaduan antara sejarah, arsitektur, budaya, dan suasana khas Eropa menjadikan Kota Lama Semarang sebagai destinasi yang tidak hanya menawarkan keindahan visual, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran sejarah Indonesia. Tak heran jika kawasan ini selalu menjadi tujuan favorit wisatawan lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke Kota Semarang.(Awiek R).




Social Footer
Kontributor
Label
Social Media