Label


Breaking News

JIKF 2026 Ditutup Meriah, Yudhistira Kite Club Raih Juara Umum di Tengah Tantangan Minim Angin

 

Layang - layang terbang menghiasi langit Pantai Parangkusumo 

BANTUL (F86) – Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026 resmi berakhir di Pantai Parangkusumo, Bantul, Minggu (12/7/2026). Festival layang-layang bertaraf internasional yang telah memasuki penyelenggaraan ke-11 ini berlangsung meriah dengan melibatkan peserta dari 17 negara serta puluhan komunitas pelayang dari berbagai daerah di Indonesia.

Negara-negara yang berpartisipasi di antaranya Amerika Serikat, Haiti, Brasil, Lithuania, Slovakia, Prancis, India, Malaysia, Singapura, Vietnam, Korea Selatan, Thailand, Jerman, Tiongkok dan sejumlah negara lainnya. Selain delegasi internasional, festival juga diikuti 32 klub pelayang yang tergabung dalam wadah PELANGI, seperti Aqila Kite Club, Yudhistira Kite Club, Peskid Kite Club, Pelayang Gunung Tumpeng, Pelayang Binangun, Budi Utama Kite Club Cilacap, serta komunitas dari Surabaya, Tulungagung, Solo Raya, Pekalongan, Kebumen, Jepara, dan berbagai daerah lainnya.

Hari kedua yang sekaligus menjadi penutupan festival menghadirkan berbagai perlombaan, mulai kategori 3D, Train Naga, Rokaku, hingga lomba mewarnai dan melukis untuk anak-anak. Pengunjung juga disuguhkan atraksi Barongsai dan Liong Mahkota Suci Yogyakarta yang menghibur ribuan penonton saat menunggu perlombaan berlangsung.

Namun, jalannya kompetisi sempat diwarnai tantangan alam. Hembusan angin yang datang dan pergi membuat sebagian besar layang-layang tidak dapat diterbangkan secara maksimal. Bahkan hingga selepas makan siang, angin yang dinanti belum juga muncul, sementara waktu perlombaan semakin terbatas.

Menghadapi kondisi tersebut, Ketua Pelaksana bersama perwakilan 32 klub pelayang menggelar rapat koordinasi di lokasi. Hasil kesepakatan memutuskan bahwa penilaian tetap dilaksanakan dengan mekanisme penarikan layang-layang menggunakan tenaga manusia. Khusus kategori Train Naga, peserta harus menarik layang-layang hingga mendekati bibir pantai karena keterbatasan area.

Meski menghadapi cuaca yang kurang bersahabat, kreativitas para peserta tetap menjadi daya tarik utama. Beragam layang-layang tiga dimensi dengan desain unik berhasil memikat perhatian pengunjung, walaupun beberapa di antaranya sempat jatuh akibat minimnya angin. Setelah kategori 3D selesai, sebanyak 25 peserta Train Naga bersaing memperebutkan gelar juara.

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Yudhistira Kite Club berhasil meraih Juara Umum JIKF 2026, mengungguli peserta dari berbagai daerah yang turut berkompetisi pada kategori tradisional, 2D, 3D, Train Naga, dan Rokaku.

Di sela kegiatan, Ketua Pelaksana, Cynthia, menjelaskan bahwa festival tahun ini tidak hanya menghadirkan kompetisi internasional, tetapi juga memberikan ruang bagi anak-anak melalui lomba mewarnai dan melukis. Menurutnya, JIKF menjadi sarana untuk menumbuhkan kreativitas sekaligus mengenalkan budaya layang-layang kepada generasi muda.

" Jogja International Kite Festival merupakan ajang untuk melestarikan budaya layang-layang agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Layang-layang bukan hanya permainan, tetapi juga karya seni yang mencerminkan kreativitas dan budaya yang harus terus dijaga bersama," ujar Cynthia.

Sebelum puncak acara digelar, rangkaian Road to JIKF 2026 telah menghadirkan berbagai kegiatan seperti kompetisi daerah, workshop, promosi pariwisata, city tour, pameran, pemberdayaan masyarakat, hingga edukasi budaya. Puncak festival turut dihadiri perwakilan Pemerintah Daerah DIY, Pemerintah Kabupaten Bantul, AirNav Indonesia, unsur Forkopimda, kementerian dan lembaga, sponsor, serta berbagai media nasional dan lokal yang memberikan dukungan terhadap suksesnya penyelenggaraan festival internasional tersebut.

JIKF 2026 kembali membuktikan bahwa Yogyakarta tidak hanya menjadi destinasi wisata budaya, tetapi juga mampu menjadi panggung internasional yang mempertemukan pelestarian tradisi, kreativitas, pariwisata, dan persahabatan antarbangsa di bawah bentangan langit Pantai Parangkusumo.(Awiek R).



Type and hit Enter to search

Close