![]() |
| Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo sedang memotong tumpeng di HUT ke 75 IBI Kabupaten Klaten |
Klaten (F86) – Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Klaten memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 dengan menggelar Seminar Ilmiah yang diikuti sekitar 1.180 anggota bidan di Pendopo Pemerintah Kabupaten Klaten, Minggu (12/7/2026). Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian peringatan HUT IBI yang mengusung semangat memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak menuju Indonesia Emas 2045.
Ketua IBI Kabupaten Klaten, Bekti Sayekti, S.SiT., M.Kes, menjelaskan bahwa peringatan HUT ke-75 diawali dengan berbagai kegiatan sosial dan pelayanan kesehatan yang telah dilaksanakan selama beberapa bulan terakhir. Di antaranya kegiatan Oppor Tun Bidan saat Ramadan di Gelora Bung Karno (GBK), anjangsana kepada para sesepuh IBI dan anggota yang menunaikan ibadah haji, bakti sosial pelayanan imunisasi, kesehatan ibu dan anak (KIA), keluarga berencana (KB), serta donor darah yang dilaksanakan di 13 ranting IBI se-Kabupaten Klaten.
"Puncak peringatan HUT ke-75 kami laksanakan melalui seminar ilmiah sebagai bentuk komitmen meningkatkan kualitas dan kompetensi bidan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," ujar Bekti Sayekti.
Seminar ilmiah menghadirkan dua narasumber berkompeten, yakni dr. Dewanto Suryaningrat, Sp.OG dan dr. Ahmad Sakur, Sp.A, yang membahas perkembangan ilmu kebidanan, kesehatan ibu, serta kesehatan anak sebagai bekal peningkatan kompetensi para bidan di Kabupaten Klaten.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, S.I.Kom, beserta Ketua TP PKK Kabupaten Klaten Fahrani Hamenang, Penjabat Sekretaris Daerah Joko Purwanto, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Klaten yang memberikan dukungan terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
Bekti mengungkapkan, jumlah anggota IBI Kabupaten Klaten saat ini mencapai sekitar 1.200 bidan yang tersebar di rumah sakit, klinik, dan praktik mandiri. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.180 anggota mengikuti seminar ilmiah sebagai bagian dari pengembangan kompetensi profesi.
Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan menuntut bidan untuk terus meningkatkan kemampuan melalui berbagai pelatihan, baik formal maupun nonformal. Oleh karena itu, IBI secara rutin menyelenggarakan pendidikan berkelanjutan agar para bidan mampu memberikan pelayanan yang profesional dan berkualitas kepada masyarakat.
Meski jumlah anggota secara keseluruhan dinilai telah mencukupi kebutuhan pelayanan kesehatan di Kabupaten Klaten, Bekti mengakui masih terdapat kekurangan tenaga bidan di sejumlah puskesmas akibat keterbatasan kebijakan pengadaan pegawai. Kendati demikian, IBI Klaten menegaskan komitmennya untuk terus mendukung seluruh program pemerintah di bidang kesehatan.
Melalui momentum HUT ke-75 ini, IBI Kabupaten Klaten berharap seluruh anggotanya semakin solid, profesional, serta mampu menjadi garda terdepan dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.(Siswanto).


Social Footer
Kontributor
Label
Social Media