![]() |
| Perwakilan Mitra Yayasan Kartika Jaya Mahesa Putra, Dicky Mahesa Putra saat memberikan sambutan Grand Opening, SPPG Klaten Karanganom 2, Kamis (9/7/2026). |
Klaten (F86) – Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Klaten Karanganom 2 resmi menggelar Grand Opening di lahan Kodim Klaten, Kamis (9/7/2026). Kehadiran dapur ini menjadi bagian dari upaya mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah untuk meningkatkan pemenuhan gizi peserta didik.
Acara peresmian dihadiri berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Camat Karanganom, jajaran Kodim Klaten, Bintara Pembina Teritorial (Binter), Dinas Pendidikan, dinas terkait, TP PKK Kecamatan Karanganom, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Perwakilan Mitra Yayasan Kartika Jaya Mahesa Putra, Dicky Mahesa Putra, menjelaskan bahwa sesuai rencana Badan Gizi Nasional (BGN), dapur SPPG Klaten Karanganom 2 akan mulai beroperasi pada 13 Juli 2026.
"Pada tahap awal operasional, dapur akan melayani sekitar 945 penerima manfaat. Selanjutnya ditargetkan dapat berjalan penuh dengan total 965 penerima manfaat," ujar Dicky.
Sebanyak 965 penerima manfaat tersebut berasal dari enam satuan pendidikan, yakni TK Rabbani, SD Rabbani, SD Negeri 2 Gledek, MTs Al Muttaqin Pancasila Sakti, SLB Binasti, serta satu sekolah lainnya yang masih dalam tahap koordinasi.
Dicky menjelaskan, Mitra Yayasan Kartika Jaya Mahesa Putra bertanggung jawab menyediakan seluruh sarana pendukung berupa bangunan dapur, peralatan memasak, kendaraan operasional, dan fasilitas lainnya. Sementara itu, pengelolaan operasional dapur sepenuhnya berada di bawah kewenangan Kepala SPPG sesuai standar operasional yang ditetapkan Badan Gizi Nasional.
Untuk menjamin kualitas makanan, bahan baku yang digunakan dipasok dari petani lokal, pedagang, dan pelaku UMKM di wilayah sekitar. Selain mendukung ketahanan pangan, langkah tersebut juga diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat lokal.
Seluruh menu makanan disusun berdasarkan standar gizi yang telah ditetapkan Badan Gizi Nasional. Pengawasan terhadap kebersihan, keamanan pangan, serta kualitas makanan dilakukan setiap hari selama proses produksi. Seluruh petugas dapur juga diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap serta tidak mengenakan perhiasan saat bekerja guna menjaga higienitas makanan.
Dicky berharap operasional Dapur SPPG Klaten Karanganom 2 dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi peserta didik melalui penyediaan makanan bergizi yang aman, sehat, dan berkualitas.
"Kami memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar Program Makan Bergizi Gratis di Karanganom 2 dapat berjalan dengan baik, sehingga mampu mendukung tumbuh kembang anak-anak sebagai generasi penerus bangsa," pungkasnya.(Siswanto).


Social Footer
Kontributor
Label
Social Media