YOGYAKARTA (F86) – Suasana meriah mewarnai Festival Dolanan Anak yang digelar di Jalan Harjowinatan, Kelurahan Purwokinanti, Kemantren Pakualaman, Kota Yogyakarta, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga siang ini diselenggarakan oleh Forum Anak Kelurahan Purwokinanti dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42.
Festival menjadi ajang kebersamaan antara anak-anak, remaja, perangkat kelurahan, serta masyarakat dalam menghidupkan kembali permainan tradisional sebagai bagian dari pelestarian budaya sekaligus membangun karakter generasi muda.
Beragam kegiatan disajikan dalam acara tersebut, di antaranya senam bersama, permainan tradisional (dolanan anak) seperti dakon, egrang batok kelapa, gangsing, booth membatik, bazar UMKM, hingga dongeng edukatif yang disambut antusias oleh anak-anak dan orang tua.
Kegiatan ini juga sejalan dengan semangat Gerakan Nasional Ramah, Aman, Nyaman Anak (GERNAS RANA) yang diinisiasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA). Gerakan tersebut mengintegrasikan berbagai upaya perlindungan anak, mulai dari pencegahan kekerasan, penguatan peran keluarga, peningkatan partisipasi anak, perlindungan di ruang digital, hingga penanganan cepat terhadap kasus kekerasan terhadap anak.
Selain menjadi sarana rekreasi, Festival Dolanan Anak juga memiliki nilai edukasi yang tinggi. Permainan tradisional tidak hanya melatih kekuatan otot, kelincahan, dan daya tahan tubuh, tetapi juga mengajarkan kerja sama, strategi, sportivitas, serta mempererat interaksi sosial di antara anak-anak.
Festival permainan tradisional juga menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya yang terus didorong oleh Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) DIY dan KORMI Kota Yogyakarta. Selama ini kedua lembaga tersebut rutin menyelenggarakan berbagai event olahraga tradisional tingkat kota hingga provinsi sebagai bentuk pelestarian warisan budaya bangsa.
Tingginya antusiasme masyarakat terhadap permainan tradisional menunjukkan bahwa olahraga berbasis budaya tetap memiliki tempat di tengah perkembangan zaman. Bahkan sejumlah cabang olahraga tradisional kini terus dikembangkan hingga dikenal di tingkat nasional maupun internasional.
Di sela kegiatan, Lurah Purwokinanti Moch. Ismail menyampaikan bahwa Festival Dolanan Anak menjadi media yang efektif untuk membangun karakter sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak usia dini.
"Permainan tradisional bukan sekadar hiburan. Di dalamnya terdapat nilai kebersamaan, sportivitas, kerja sama, disiplin, dan kecintaan terhadap budaya bangsa yang harus terus diwariskan kepada generasi muda," ujarnya.
Usai seluruh rangkaian kegiatan, acara ditutup dengan foto bersama yang diikuti Mantri Pamong Praja Pakualaman Saptojadi, S.IP., Kapolsek Pakualaman, Lurah Purwokinanti Moch. Ismail, panitia, serta seluruh peserta sebagai simbol kebersamaan dalam memperingati Hari Anak Nasional 2026.
Melalui Festival Dolanan Anak, Kelurahan Purwokinanti berharap permainan tradisional tetap lestari di tengah pesatnya perkembangan teknologi, sekaligus menjadi media pembentukan karakter bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.(Awiek R).



Social Footer
Kontributor
Label
Social Media