Label


Breaking News

Disdikpora dan KORMI Kota Yogyakarta Perkuat Pelestarian Budaya Lewat Sosialisasi Senam Jogja untuk Guru PJOK SMP

Foto bersama usai acara Sosialisasi Senam Jogja bagi guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) tingkat SMP se-Kota Yogyakarta, Jumat (31/7/2026).

YOGYAKARTA (F86) – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta bersama Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Yogyakarta terus mendorong pelestarian budaya melalui olahraga dengan menggelar Sosialisasi Senam Jogja bagi guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) tingkat SMP se-Kota Yogyakarta, Jumat (31/7/2026).

Kegiatan yang diikuti para guru PJOK tersebut bertujuan memperkenalkan Senam Jogja sebagai olahraga masyarakat yang memadukan unsur kebugaran dengan seni dan budaya khas Yogyakarta.

Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disdikpora Kota Yogyakarta, Deni Sudaryanto, SE., MM., mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Senam Jogja tidak hanya menjadi aktivitas olahraga, tetapi juga menjadi media untuk memperkuat identitas Kota Yogyakarta melalui dunia pendidikan.

Ia berharap para guru PJOK yang mengikuti sosialisasi dapat menerapkan Senam Jogja di sekolah masing-masing sehingga menjadi kegiatan rutin peserta didik.

"Melalui guru PJOK, kami berharap Senam Jogja semakin dikenal, dipraktikkan secara berkelanjutan di sekolah, dan menjadi bagian dari budaya olahraga masyarakat Kota Yogyakarta," ujarnya.

Sementara itu, Ketua KORMI Kota Yogyakarta, Dra. Rr. Septi Sri Rejeki, menjelaskan bahwa KORMI mengemban amanah untuk mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga. Salah satu implementasinya diwujudkan melalui pengembangan Senam Jogja yang lahir dari kolaborasi antara Disdikpora Kota Yogyakarta dan KORMI Kota Yogyakarta.

Menurut Septi, guru PJOK memiliki peran strategis sebagai ujung tombak dalam memperkenalkan Senam Jogja kepada generasi muda.

"Kami berharap Bapak dan Ibu guru menjadi agen penggerak di sekolah masing-masing sehingga Senam Jogja semakin dikenal dan menjadi kebiasaan peserta didik," katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa setelah sosialisasi bagi guru SD dan SMP, Disdikpora bersama KORMI akan menggelar lomba Senam Jogja. Selain trofi dan piagam penghargaan, panitia juga menyiapkan uang pembinaan bagi para pemenang.

Dalam pemaparannya, Septi menjelaskan bahwa Senam Jogja memiliki keunikan karena memadukan gerakan olahraga dengan unsur tari tradisional Yogyakarta yang diiringi musik bernuansa budaya lokal. Senam ini dapat dilakukan oleh semua kalangan, mulai dari anak usia TK hingga masyarakat umum.

Filosofi Senam Jogja dibangun di atas empat pilar utama, yaitu hidup sehat, pelestarian budaya, kebugaran, dan kebersamaan. Melalui konsep tersebut, Senam Jogja diharapkan menjadi sarana membangun masyarakat yang sehat sekaligus mencintai seni dan budaya daerah.

Usai sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik Senam Jogja yang dipandu langsung oleh koreografer Umi Haryani. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap gerakan yang diperagakan.

Acara kemudian ditutup dengan pembagian doorprize kepada peserta guru PJOK SMP se-Kota Yogyakarta. Berbagai hadiah seperti kipas angin, kompor gas, magic com, setrika, paket sembako, dan hadiah menarik lainnya dibagikan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi peserta.(Awiek R).





Type and hit Enter to search

Close