Riau (F86) – Ketika mesin ketinting mulai meraung di perairan Desa Wisata Kuala Terusan, yang dipertaruhkan bukan hanya kecepatan. Di atas lintasan air itu, ada nama daerah, ada marwah, dan ada kebanggaan yang dibawa oleh para putra terbaik Kabupaten Indragiri Hilir.
Sebanyak tujuh perahu ketinting asal Indragiri Hilir resmi turun gelanggang pada ajang Pelalawan Racing Boat 2026 yang dibuka pada Jumat (10/7/2026). Mereka datang bukan sebagai pelengkap lomba, melainkan sebagai para juara yang telah membuktikan kualitasnya pada perlombaan ketinting Milad ke-61 Kabupaten Indragiri Hilir di Desa Sungai Luar, Kecamatan Batang Tuaka.
Ajang yang dibuka langsung oleh Bupati Pelalawan H. Zukri, itu akan berlangsung hingga 12 Juli 2026 dan dipastikan menyedot perhatian masyarakat pecinta budaya sungai dari berbagai daerah.
Bupati Indragiri Hilir H. Herman menegaskan bahwa keikutsertaan kontingen Inhil merupakan bentuk kepercayaan terhadap kemampuan putra-putra daerah untuk bersaing di level yang lebih tinggi.
"Semoga peserta lomba asal Kabupaten Indragiri Hilir dapat meraih hasil yang maksimal dan mengharumkan nama daerah," ujar Bupati Herman.
Lebih dari sekadar perebutan gelar juara, kehadiran kontingen Inhil adalah pesan bahwa budaya sungai tidak boleh berhenti menjadi cerita masa lalu. Tradisi harus terus bergerak, dilestarikan, dan dibuktikan melalui prestasi.
Kini publik menanti, apakah tujuh jawara ketinting Inhil mampu menaklukkan lintasan Pelalawan dan membawa pulang kebanggaan untuk masyarakatnya. Sebab kemenangan bukan hanya soal siapa yang paling cepat mencapai garis akhir, melainkan siapa yang mampu membuktikan bahwa semangat daerah tidak pernah kalah oleh derasnya arus.
Pelalawan Racing Boat 2026 pun menjadi panggung pembuktian bahwa warisan budaya lokal masih memiliki tenaga, daya saing, dan masa depan. Ketika mesin-mesin mulai meraung, sesungguhnya yang sedang berlomba adalah tekad, keberanian, dan kehormatan sebuah daerah.(𝐓𝐡𝐨𝐧𝐤).

Social Footer
Kontributor
Label
Social Media