Label


Breaking News

Sedekah Laut Pantai Drini Gunungkidul Jadi Magnet Wisatawan, Tradisi Larungan Sambut Malam 1 Suro

 

Foto bersama rombongan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Yogyakarta yang dipimpin di Pantai Drini,
Selasa (16/6/2026).

Gunungkidul, DIY (Fakta86.com) – Tradisi Sedekah Laut yang digelar masyarakat pesisir Pantai Drini, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung menjelang peringatan Malam 1 Suro atau 1 Muharam 1448 Hijriah.

Pantai Drini yang berada di pesisir selatan Gunungkidul dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan dengan panorama alam yang memukau. Hamparan pasir putih, air laut yang jernih, serta keberadaan pulau karang kecil di sisi selatan pantai menjadikan kawasan ini memiliki pesona unik dan berbeda dibandingkan pantai lainnya di Yogyakarta.

Keindahan alam tersebut juga menarik perhatian rombongan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Yogyakarta yang dipimpin Septi Sri Rejeki. Mereka memilih Pantai Drini sebagai lokasi healing sekaligus menikmati keindahan pantai yang tengah viral di media sosial.

Selain menikmati panorama laut berwarna biru dan spot swafoto yang instagramable, para wisatawan juga berkesempatan menyaksikan pelaksanaan upacara adat Sedekah Laut yang digelar masyarakat setempat. Tradisi tahunan ini merupakan bentuk ungkapan syukur sekaligus pelestarian budaya masyarakat pesisir selatan Gunungkidul.

Prosesi diawali dengan doa bersama di pendopo setempat yang kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan kesenian tradisional kuda lumping. Setelah itu, berbagai sesaji yang terdiri dari hasil bumi, buah-buahan, kepala kambing, dan ayam yang ditempatkan dalam jodang diarak menuju kapal-kapal nelayan untuk dilarung ke tengah laut.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Drini, Wardjoko, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tradisi yang rutin dilaksanakan setiap tahun oleh masyarakat nelayan Pantai Drini.

"Pada hari ini masyarakat nelayan Pantai Drini melestarikan budaya sedekah laut atau larungan. Sesaji yang dilarung berasal dari berbagai kelompok, mulai dari kelompok nelayan, Pokdarwis, karang taruna hingga para pedagang yang berada di kawasan Pantai Drini," ujarnya saat ditemui reporter Fakta86 di lokasi, Selasa (16/6/2026).

Wardjoko menambahkan, sebanyak 15 kapal nelayan turut dilibatkan dalam prosesi larungan yang menjadi puncak acara Sedekah Laut tahun ini. Menurutnya, antusiasme masyarakat masih sangat tinggi untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur yang telah berlangsung turun-temurun.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjunjung tinggi dan melestarikan adat tradisi yang ada. Selain sebagai warisan budaya, kegiatan ini juga mampu mendukung sektor pariwisata dan menjadi daya tarik wisatawan untuk datang ke Pantai Drini," katanya.

Tradisi Sedekah Laut tahun ini digelar bertepatan dengan datangnya Malam 1 Suro dalam kalender Jawa yang bersamaan dengan 1 Muharam 1448 Hijriah. Bagi masyarakat pesisir selatan Jawa, tradisi larungan tidak hanya menjadi simbol rasa syukur atas rezeki yang diberikan Tuhan, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi leluhur yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Selain di Pantai Drini, rangkaian tradisi Sedekah Laut juga digelar di sejumlah pantai lain di kawasan Gunungkidul, seperti Pantai Ngobaran, Pantai Baron, dan Pantai Kukup. Keberadaan tradisi budaya tersebut semakin memperkuat posisi kawasan pantai selatan Gunungkidul sebagai destinasi wisata budaya sekaligus wisata alam yang menarik untuk dikunjungi.(Awiek R).



Type and hit Enter to search

Close