Label


Breaking News

Sarasehan Nasional SSI/WTK Bahas Strategi Organisasi Menuju Indonesia Emas 2045 dan Usia 40 Tahun

 

Foto bersama usai sarasehan nasional oleh sejumlah Tokoh dan Pejuang Senam Sehat Indonesia/Wai Tang Kung di Banyumas 

Banyumas (F86) – Sejumlah tokoh dan pejuang Senam Sehat Indonesia/Wai Tang Kung (SSI/WTK) menggelar Sarasehan Nasional sebagai forum evaluasi sekaligus merumuskan strategi organisasi menghadapi tantangan masa depan. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu 27 Juni 2026 di Banyumas ini diprakarsai oleh mantan Ketua Baranas SSI masa bakti 2015–2024, Suparmo Darmo, bersama Ketua Barakab Kediri, Soengianto.

Sarasehan digelar sebagai respons atas berbagai tantangan yang dihadapi SSI/WTK, terutama dalam menjaga eksistensi organisasi di tengah perubahan demografi dan berkembangnya berbagai komunitas olahraga serta senam di Indonesia. Kegiatan ini dihadiri para tokoh SSI/WTK dari berbagai daerah dengan undangan khusus.

Ketua Barakab Banyumas, Tri Rahardjo Sukardi, selaku tuan rumah, memfasilitasi jalannya diskusi dengan menampilkan materi menggunakan layar besar (giant screen). Forum tersebut menjadi wadah bertukar gagasan, menyampaikan masukan, serta merumuskan arah pengembangan SSI/WTK menuju Indonesia Emas 2045.

Salah satu materi utama disampaikan H. Djoko Suroso melalui konsep dasar setebal tujuh halaman yang telah disusun sejak 29 Mei 2026 di Jakarta. Dalam paparannya, ia menggunakan analisis SWOT untuk memetakan kondisi organisasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa aspek Opportunity (peluang) bagi SSI/WTK diperkirakan mengalami penurunan apabila tidak segera dilakukan langkah-langkah antisipatif dan pembaruan strategi organisasi.

Sementara itu, Tri Rahardjo Sukardi memaparkan anatomi pengembangan SSI/WTK menuju Indonesia Emas 2045 dengan menitikberatkan pada pembangunan manusia, peningkatan derajat kesehatan, kualitas hidup, serta terwujudnya masyarakat yang sehat dan berdaya.

Dalam forum juga dipaparkan proyeksi demografi Indonesia. Jumlah penduduk diperkirakan meningkat dari 238,5 juta jiwa pada 2010 menjadi sekitar 272,9 juta jiwa pada 2025 dan mencapai 318,9 juta jiwa pada 2045. Sementara jumlah penduduk lanjut usia (lansia) diproyeksikan naik dari 11,9 juta jiwa pada 2010 menjadi sekitar 26,04 juta jiwa pada 2025 dan mencapai 44,9 juta jiwa pada 2045.

Data tersebut memunculkan diskusi mengenai arah pengembangan anggota SSI/WTK. Berdasarkan kondisi demografi saat ini, kelompok usia milenial mendominasi jumlah penduduk Indonesia. Namun para peserta sarasehan menilai karakteristik gerakan SSI/WTK yang lembut, mengalir, dan berkesinambungan lebih sesuai bagi kelompok usia lanjut, khususnya usia 55 hingga 75 tahun.

Dalam diskusi juga diingatkan kembali pandangan almarhumah Hj. Elina Rustam Mi'an yang menyebut gerakan SSI/WTK menyerupai gerakan tari yang halus dan berkesinambungan sehingga sangat tepat diterapkan bagi kalangan lansia untuk menjaga kebugaran dan kualitas hidup.

Meski demikian, peserta sarasehan menilai pembinaan terhadap lansia tidak cukup hanya berfokus pada aktivitas fisik semata, tetapi juga perlu diarahkan pada peningkatan kualitas hidup, kesehatan mental, serta penguatan komunitas agar SSI/WTK tetap relevan di tengah perubahan zaman.

Sarasehan turut mendapat tanggapan dari sejumlah tokoh, di antaranya mantan Ketua Umum Baranas dan mantan Sekretaris Baranas Sigit Sulistijono, yang memberikan berbagai masukan mengenai strategi regenerasi, penguatan organisasi, serta keberlanjutan SSI/WTK di masa depan.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Barakab Kediri Soengianto juga memberikan penghargaan kepada salah seorang peserta berusia 79 tahun sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya dalam mengikuti kegiatan SSI/WTK. Selain itu, cendera mata juga diserahkan kepada Ketua Panitia, Hj. Tenny Juliawati, SE., M.Si., sebagai ungkapan terima kasih atas suksesnya penyelenggaraan sarasehan.

Melalui forum ini, para peserta berharap semangat kebersamaan dan komitmen para pegiat SSI/WTK semakin kuat dalam mempersiapkan organisasi menyongsong usia ke-40 sekaligus berkontribusi mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama.(Awiek R).

Type and hit Enter to search

Close