Label


Breaking News

PUNCAK KEMARAU 2026, Pemkab Klaten Siapkan 1.000 Tangki Air Bersih Senilai Rp500 Juta untuk Warga Terdampak Kekeringan

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, secara simbolis melepas lima armada tangki air bersih untuk melakukan distribusi ke sejumlah daerah yang mengalami kesulitan air, Senin (15/6/2026).


KLATEN (F86) – Pemerintah Kabupaten Klaten meningkatkan status penanganan kekurangan air bersih dari Siaga Darurat menjadi Tanggap Darurat menyusul meningkatnya kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah yang terdampak musim kemarau. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi puncak kemarau yang diperkirakan terjadi pada Agustus 2026.

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, pada Senin (15/6/2026) secara simbolis melepas lima armada tangki air bersih untuk melakukan distribusi ke sejumlah daerah yang mengalami kesulitan air. Lokasi penerima bantuan meliputi Desa Kendalsari, Randulanang, Karangnongko, Kemalang, dan Bayat.

Pemerintah Kabupaten Klaten menilai kebutuhan air bersih masyarakat di beberapa titik sudah memasuki kondisi mendesak sehingga diperlukan langkah cepat dan terukur. Peningkatan status menjadi Tanggap Darurat dilakukan untuk mempercepat penanganan sekaligus mengantisipasi dampak kekeringan yang lebih luas pada puncak musim kemarau.

Sebagai solusi jangka pendek, Pemkab Klaten bekerja sama dengan sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk menyediakan sekitar 1.000 unit tangki air beserta pompa submersible. Program tersebut didukung anggaran sebesar Rp500 juta yang difokuskan untuk pengadaan sarana distribusi air bersih kepada masyarakat.

Melalui skema tersebut, warga dapat mengambil air dari sumur bor dalam yang tersedia. Air kemudian dipompa ke tangki penampungan dan didistribusikan secara mandiri ke wilayah yang membutuhkan. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat akses masyarakat terhadap kebutuhan air bersih selama musim kemarau berlangsung.

Selain penanganan darurat, Pemkab Klaten juga tengah menyiapkan kajian teknis pembangunan sumur dalam permanen sebagai solusi jangka panjang. Apabila hasil kajian menunjukkan potensi sumber air yang memadai, program tersebut akan dikembangkan untuk menjamin ketersediaan air bersih secara berkelanjutan bagi masyarakat.

Pemerintah daerah juga membuka berbagai skema bantuan lainnya selain distribusi tangki air. Prioritas bantuan akan diberikan kepada wilayah yang sumurnya telah berulang kali mengalami kekeringan setiap musim kemarau. Dengan langkah tersebut, Pemkab berharap seluruh masyarakat Klaten tetap dapat memperoleh akses air bersih tanpa kendala.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten, Sahruna, mengapresiasi partisipasi masyarakat yang aktif melaporkan kondisi kekurangan air bersih di wilayahnya. Menurutnya, BPBD akan terus bergerak cepat merespons setiap permohonan bantuan agar dampak kekeringan dapat diminimalkan.

"Kami mengapresiasi warga yang segera melaporkan kondisi kekurangan air bersih. Setiap permintaan bantuan akan kami tindak lanjuti dengan cepat agar masyarakat yang terdampak kekeringan tetap mendapatkan pasokan air bersih yang memadai," tegas Sahruna.

Pemerintah Kabupaten Klaten berharap seluruh upaya yang dilakukan, baik melalui distribusi air bersih darurat maupun pembangunan infrastruktur sumber air permanen, mampu mengatasi persoalan kekeringan dan menjamin kebutuhan dasar masyarakat selama musim kemarau 2026.(Siswanto).

Type and hit Enter to search

Close