Label


Breaking News

Pedagang Pasar Wengi Masaran Cawas Klaten Gelar Kirab Wujud Syukur dan Kerukunan

Suasana meriah mewarnai Kecamatan Cawas. Para pedagang warung Wengi Pasar Masaran Cawas menggelar kegiatan kirab sebagai agenda keterlanjutan dari tahun-tahun sebelumnya, Sabtu (21/6/2026).

Klaten (F86) -Suasana meriah mewarnai Kecamatan Cawas. Para pedagang warung Wengi Pasar Masaran Cawas menggelar kegiatan kirab sebagai agenda keterlanjutan dari tahun-tahun sebelumnya, Sabtu (21/6/2026).

Kegiatan ini agenda resmi Paguyuban Pedagang Warung Wengi Pasar Masaran Cawas  Bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Klaten, Pemerintah Kecamatan Cawas, Pemerintah Desa Cawas, Keluarga Besar Pasar Masaran Cawas Keluarga Besar RW 08, serta warga masyarakat yang selama setahun telah memberikan rezeki.

“Riyanto menyampaikan kegiatan ini wujud syukur atas rezeki setahun yang dinikmati. Harapannya tahun-tahun ke depan lebih baik lagi dari unsur pendidikan, kebudayaan, dan keagamaan,” ujar Riyanto, Ketua Paguyuban Wengi.

Kirab menempuh rute sekitar 5 kilo. Start dari selatan, belok timur sampai Alun-alun Cawas, ke kiri ke utara tembus lapangan, masuk Pom Bensin Wilis, dan finish kembali di depan Pasar Masaran Cawas Klaten.

Tujuan utama kirab ini mempererat hubungan dari pemerintah pusat sampai ke kalangan bawah. “Semoga hubungan pedagang, pemerintah, dan masyarakat semakin erat,” tambahnya.

Acara dihadiri jajaran Pemkab Klaten, DPRD, Forkopimcam Cawas, Kades Cawas, tokoh masyarakat, dan ribuan warga sekitar pasar. Kirab Pasar Wengi Masaran Cawas ini membuktikan tradisi syukur dan gotong royong pedagang Klaten masih kuat terjaga.

"Disamping itu juga di gelar karval anak dari sekolah sekolah, instansi dan juga kirab gunungan hasil bumi dan tumpengan dan jajanan pasar ini merupakan wujud syukur terhadap Tuhan,"ujarnya.

Hj Kadarwati salah satu anggota DPRD Jawa Tengah turut hadir di acara tersebut dan menyampaikan acara di gelar setiap tahunnya dan dengan diadakan kirab ini merupakan budaya yang harus kita jaga dan kita uri uri agar tidak punah.

"Jangan sampai budaya ini tidak dilestarikan maka kita uri uri, sebagai generasi penerus bangsa ini kitalah yang harus bertanggung jawab siapa lagi kalau bukan kita. Harapan kami marilah kita bersama sama sebagai warga negara Indonesia wajib menjaga merawat dan melindungi budaya budaya bangsa kita bersatu untuk maju pungkasnya."( Siswanto).

Type and hit Enter to search

Close