![]() |
| Foto bersama usai kegiatan silaturahmi dan diskusi kebangsaan yang berlangsung di Sasana Senam Bursa Agro Jogja (BAJ), Kampung Gedong Kiwo RW 12, Jalan Bantul, Kota Yogyakarta, Selasa (16/6/2026). |
YOGYAKARTA (F86) – Ibadah haji tidak hanya menjadi rukun Islam yang didambakan umat Muslim, tetapi juga memiliki nilai spiritual dan sosial yang tinggi di tengah kehidupan masyarakat. Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan silaturahmi dan diskusi kebangsaan yang berlangsung di Sasana Senam Bursa Agro Jogja (BAJ), Kampung Gedong Kiwo RW 12, Jalan Bantul, Kota Yogyakarta, Selasa (16/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang menjadi impian banyak umat Islam. Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, ibadah haji juga diyakini mampu meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan seseorang.
Di tengah masyarakat, penyandang gelar haji kerap memperoleh penghormatan tersendiri karena dinilai memiliki pengalaman spiritual yang mendalam, pengetahuan agama yang lebih baik, serta kemampuan untuk menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.
Tuan rumah kegiatan, H. Hazaji, menjelaskan bahwa seorang haji diharapkan mampu memberikan contoh positif di lingkungan sekitarnya melalui berbagai aktivitas keagamaan, seperti membiasakan salat berjamaah di masjid, membaca Al-Qur’an, memperbanyak sedekah, serta menjaga silaturahmi dengan sesama.
Menurutnya, keteladanan para haji memiliki peran penting dalam memperkuat kehidupan beragama di tengah masyarakat sehingga tercipta lingkungan yang lebih rukun, damai, dan harmonis.
“Seorang haji tidak hanya membawa gelar, tetapi juga tanggung jawab moral untuk menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat. Melalui ibadah, kepedulian sosial, dan silaturahmi, diharapkan dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” ujar H. Hazaji.
Sementara itu, Hj. Ning Hazaji menyoroti pentingnya peran perempuan di era transformasi digital yang semakin berkembang pesat. Menurutnya, perempuan saat ini memiliki peluang yang semakin besar untuk tampil sebagai pemimpin, pengambil keputusan, dan penggerak perubahan di berbagai sektor kehidupan.
Ia menegaskan bahwa kesetaraan gender bukan hanya soal kesempatan memperoleh akses yang sama, tetapi juga tentang kontribusi nyata perempuan dalam menentukan arah pembangunan dan kemajuan bangsa.
“Perempuan masa kini tidak cukup dimaknai dari jabatan atau posisi yang dimiliki. Esensi kepemimpinan perempuan terletak pada nilai, integritas, keberanian, dan kepedulian yang dibawa dalam setiap peran yang dijalankan,” kata Hj. Ning Hazaji.
Lebih lanjut, ia berharap perempuan Indonesia terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu berkontribusi secara optimal dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan, ekonomi, sosial, dan keuangan.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan menjadi sarana berbagi pengalaman, memperkuat silaturahmi, serta mempertegas pentingnya nilai-nilai spiritual dan kontribusi sosial dalam membangun masyarakat yang maju, rukun, dan sejahtera.(Awiek R).


Social Footer
Kontributor
Label
Social Media