Label


Breaking News

Menyusuri Pesona Wisata Pantai Selatan Bantul, dari Festival Layang-Layang Internasional hingga Kuliner Pantai Depok

 


Opini

Oleh : Awiek R.

Minggu 31 Mei 2026

BANTUL (F86) – Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki bentang alam lengkap dan memikat. Mulai dari garis pantai selatan yang membentang panjang hingga kawasan perbukitan hijau di bagian utara, Bantul menawarkan beragam destinasi wisata yang dapat dijangkau hanya sekitar 30 hingga 40 menit dari pusat Kota Yogyakarta.

Selain terkenal dengan keindahan pantai-pantainya yang eksotis, Bantul juga rutin menjadi tuan rumah berbagai agenda wisata dan budaya yang mampu menarik puluhan ribu wisatawan. Salah satu yang paling dinanti adalah Festival Layang-Layang Internasional yang digelar setiap tahun di kawasan Pantai Parangkusumo.

Pantai Parangkusumo dikenal memiliki karakter angin yang stabil dan bersahabat bagi para pegiat olahraga serta komunitas layang-layang. Kondisi tersebut menjadikan kawasan ini sebagai salah satu lokasi terbaik untuk menerbangkan berbagai jenis layang-layang, baik dua dimensi, tiga dimensi, hingga layang-layang naga atau train kite berukuran raksasa.

Hamparan area pantai yang luas memungkinkan beberapa layang-layang diterbangkan secara bersamaan dalam satu sesi penerbangan. Tidak heran jika festival ini selalu menarik perhatian peserta dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara serta mampu menyedot lebih dari 50 ribu pengunjung.

Selain menjadi surga bagi pecinta layang-layang, kawasan pantai selatan Bantul juga menjadi destinasi favorit para pemburu fotografi. Panorama matahari terbenam dengan latar siluet pohon cemara, deburan ombak, dan langit jingga menciptakan pemandangan yang memukau dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Namun demikian, sektor pariwisata pantai selatan Bantul sempat menghadapi tantangan pada masa libur Lebaran 2026. Kenaikan harga tiket masuk dari Rp10.000 menjadi Rp15.000 menyebabkan penurunan jumlah kunjungan wisatawan yang berdampak pada menurunnya pendapatan pelaku usaha wisata.

Dampak tersebut dirasakan oleh berbagai sektor usaha, mulai dari pengelola penginapan, rumah makan, penyedia jasa sewa jeep, ATV, dokar, hingga pedagang hasil laut. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bantul bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan akhirnya mengembalikan tarif tiket masuk menjadi Rp10.000 guna mendorong kembali pertumbuhan kunjungan wisatawan.

Perjalanan wisata kemudian berlanjut menuju Pantai Depok yang dikenal sebagai pusat wisata kuliner hasil tangkapan nelayan. Saat cuaca bersahabat, pengunjung dapat menikmati berbagai jenis ikan laut segar yang langsung diperoleh dari hasil tangkapan nelayan setempat.

Namun ketika cuaca ekstrem dan gelombang tinggi melanda, aktivitas melaut terpaksa dihentikan demi keselamatan para nelayan. Tinggi gelombang yang mencapai 2,5 hingga 4 meter juga berkontribusi terhadap terjadinya abrasi di beberapa bagian bibir pantai.

Untuk memenuhi kebutuhan wisatawan, sejumlah pelaku usaha kuliner mendatangkan pasokan ikan dari daerah lain seperti Semarang, Kebumen, hingga Pantai Penyu Cilacap.

Selain menikmati hidangan laut, wisatawan juga dapat berburu aneka jajanan tradisional khas Pantai Depok seperti adrem yang terbuat dari tepung beras dan gula jawa, ampyang jahe, es degan, hingga ronde hangat.

Suasana pantai yang dihiasi perahu-perahu nelayan yang bersandar di bibir pantai menjadi latar favorit wisatawan untuk berfoto dan mengabadikan momen liburan.

Destinasi berikutnya adalah Pantai Baru yang terletak di Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul. Pantai yang berjarak sekitar 35 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta ini menawarkan suasana yang berbeda dibandingkan pantai lainnya.

Pantai Baru terkenal dengan kawasan rindang yang ditumbuhi pohon cemara udang serta deretan kincir angin yang menjadi bagian dari pembangkit listrik tenaga hibrida. Keberadaan fasilitas tersebut menjadikan Pantai Baru sebagai salah satu destinasi wisata edukatif yang menarik untuk dikunjungi.

Selain menikmati panorama pantai, wisatawan juga dapat mengunjungi area agrowisata, kolam peternakan, hingga menikmati wahana permainan seperti ATV yang tersedia di kawasan tersebut.

Keunikan lainnya terdapat pada dua patung besar di pintu masuk kawasan wisata, yakni patung hiu tutul dan harimau. Kedua ikon tersebut memiliki sejarah tersendiri. Nama lain Pantai Baru adalah Pantai Pandan Simo. Pada tahun 2012, seekor hiu tutul sempat terdampar di kawasan pantai tersebut dan menjadi perhatian masyarakat. Sejak saat itu, Pantai Baru semakin dikenal luas dan jumlah kunjungan wisatawan terus meningkat.

Dengan beragam daya tarik alam, budaya, kuliner, hingga wisata edukasi, kawasan pantai selatan Bantul tetap menjadi salah satu destinasi unggulan yang menawarkan pengalaman wisata lengkap bagi para pengunjung.(Awiek R).

Type and hit Enter to search

Close