Label


Breaking News

Kirab Budaya Tresna Pancasila 2026 Semarakkan Malioboro, DPRD DIY Ajak Generasi Muda Hidupkan Nilai-Nilai Pancasila

 

Foto saat pembukaan Kirab Budaya Tresna Pancasila 2026 yang diselenggarakan Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sabtu (6/6/2026) sore.

YOGYAKARTA (F86) – Ribuan masyarakat Yogyakarta dan wisatawan memadati kawasan Malioboro untuk menyaksikan Gelar Kirab Budaya Tresna Pancasila 2026 yang diselenggarakan Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sabtu (6/6/2026) sore.

Kegiatan yang dimulai dari depan Gedung DPRD DIY di Jalan Malioboro dan berakhir di kawasan Taman Pintar, Jalan Senopati, Yogyakarta, menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Lahir Pancasila yang dikemas melalui pendekatan budaya dan kebangsaan.

Dalam sambutan Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, yang dibacakan Wakil Ketua Komisi A DPRD DIY, Hifni Muhammad Nasikh, SE., MBA., disebutkan bahwa bulan Juni memiliki makna yang sangat penting dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.

"Bulan Juni merupakan bulan yang memiliki makna mendalam bagi perjuangan bangsa Indonesia. Pada bulan ini bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni, Hari Lahir Bung Karno pada 6 Juni, serta mengenang wafatnya Sang Proklamator pada 21 Juni," ujar Hifni saat membacakan sambutan.

Menurutnya, momentum bersejarah tersebut menjadi pengingat bahwa Indonesia lahir dari perjuangan, persatuan, dan cita-cita luhur para pendiri bangsa.

Ia juga menegaskan bahwa Yogyakarta memiliki posisi penting dalam sejarah bangsa karena pernah menjadi Ibu Kota Revolusi Indonesia pada periode 1946 hingga 1949. Di Kota Yogyakarta, Bung Karno dan Bung Hatta bersama Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan KGPAA Paku Alam VIII menjaga eksistensi Republik Indonesia di tengah berbagai ancaman yang dihadapi saat itu.

Selain itu, Yogyakarta juga melahirkan sejumlah tokoh besar yang berkontribusi dalam perumusan dasar negara, di antaranya Ki Bagus Hadikusumo, BPH Purbaya, BPH Bintoro, Ki Hadjar Dewantara, serta KH Abdul Kahar Muzakkir.

"Semangat para tokoh tersebut menjadi warisan yang harus terus dijaga dan diteladani oleh generasi penerus bangsa," katanya.

Sebagai bentuk implementasi nilai-nilai kebangsaan, Komisi A DPRD DIY menghadirkan Kirab Budaya Tresna Pancasila 2026 sebagai ruang belajar sekaligus refleksi bagi masyarakat.

Kegiatan ini selaras dengan amanat Peraturan Daerah DIY Nomor 1 Tahun 2022 tentang Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan.

Mengusung tema "Nitya Baswara" yang berarti cahaya yang terus menyala sepanjang masa, kirab budaya ini menjadi simbol bahwa nilai-nilai Pancasila harus tetap hidup dan relevan dalam menghadapi berbagai perubahan zaman.

Dalam kesempatan tersebut, Komisi A DPRD DIY juga mengajak generasi muda untuk menjadi pelopor dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan masing-masing.

"Jadilah pribadi yang mampu merangkul perbedaan, menghargai keberagaman, menolak segala bentuk kekerasan dan intoleransi, serta menjadi teladan di lingkungan sekolah, kampus maupun masyarakat. Pancasila harus menjadi kompas moral dan tameng bagi generasi muda dalam menyaring berbagai pengaruh negatif di era global saat ini," pesannya.

Kirab budaya berlangsung meriah dengan menampilkan berbagai kreativitas peserta yang mengangkat tiga subtema utama, yakni Wisata Nusantara, Adat Tradisi, dan Busana Daerah. Ketiganya ditampilkan secara kreatif melalui kostum, koreografi, serta pertunjukan budaya yang memadukan unsur tradisional dan modern.

Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang rute kirab. Warga dan wisatawan tampak berbaur menikmati berbagai atraksi budaya yang ditampilkan para peserta.

Melalui kegiatan ini, peringatan Hari Lahir Pancasila tidak hanya menjadi agenda seremonial semata, tetapi juga menjadi ruang ekspresi budaya sekaligus penguatan nilai-nilai kebangsaan di tengah kehidupan masyarakat.

"Dirgahayu Pancasila, Jayalah Indonesia," seru peserta dan masyarakat yang turut menyaksikan gelaran budaya tersebut.(Awiek R).



Type and hit Enter to search

Close