![]() |
| Tokoh masyarakat yang juga mantan Kepala Desa Jonggrangan Sunarno memberikan sambutan saat menggelar tradisi Bersih Desa di kawasan Sendang Simbarjoyo, Jumat (19/6/2026) |
KLATEN (F86) – Masyarakat Dusun Jonggrangan, Desa Jonggrangan, Kabupaten Klaten, menggelar tradisi Bersih Desa di kawasan Sendang Simbarjoyo, Jumat (19/6/2026). Kegiatan yang dilaksanakan setiap Jumat pertama di bulan Suro tersebut menjadi agenda tahunan yang terus dilestarikan sebagai bagian dari warisan budaya leluhur.
Acara dibuka oleh Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, yang diawali dengan doa bersama lintas agama sebagai simbol kerukunan dan kebersamaan warga. Suasana semakin meriah saat digelar rebutan tiga gunungan yang berisi hasil pertanian (palawija) dan aneka makanan ringan yang disambut antusias oleh masyarakat dari berbagai kalangan.
Tokoh masyarakat Jonggrangan, Sunarno, yang juga mantan Kepala Desa Jonggrangan, mengatakan bahwa tradisi Bersih Desa telah berlangsung secara turun-temurun dan menjadi bagian penting dalam menjaga identitas budaya masyarakat setempat.
"Ini merupakan agenda tahunan yang diwariskan oleh para leluhur. Tujuannya untuk melestarikan kearifan lokal dan adat budaya yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Sebagai generasi penerus, kita wajib menjaga dan melestarikannya," ujar Sunarno.
Selain prosesi rebutan gunungan, kegiatan juga diisi dengan penebaran benih ikan lele dan gabus ke Sendang Simbarjoyo yang dilakukan oleh para donatur. Langkah tersebut bertujuan menjaga kelestarian sendang sekaligus mendukung keberlangsungan ekosistem perairan di kawasan tersebut.
Kemeriahan acara semakin terasa dengan hadirnya hiburan rakyat yang menampilkan sejumlah bintang tamu, di antaranya Mimin dan Apri, yang menghibur warga yang memadati lokasi kegiatan.
Menurut Sunarno, nilai utama yang ingin dipertahankan dalam tradisi Bersih Desa adalah memperkuat persatuan, kerukunan, dan silaturahmi antarwarga. Seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda hingga anak-anak, turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
"Harapan kami hanya satu, yakni kerukunan dan silaturahmi warga semakin erat. Acara ini menjadi bukti bahwa masyarakat Jonggrangan tetap kompak dan guyub dalam menjaga tradisi yang sudah diwariskan sejak dahulu," tegasnya.
Tradisi Bersih Desa Jonggrangan menjadi bukti bahwa budaya Jawa masih hidup dan terus berkembang di tengah masyarakat modern. Semangat gotong royong, toleransi, dan kebersamaan yang ditunjukkan warga menjadi nilai penting yang terus dijaga untuk generasi mendatang.(Siswanto).


Social Footer
Kontributor
Label
Social Media