![]() |
| Kepala Desa Blimbing, Ngatijo, saat ditemui di Kantor Desa Blimbing, Senin (22/6/2026),l. |
Klaten (F86) – Pemerintah Desa Blimbing, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten, terus memperkuat program ketahanan pangan desa melalui pengembangan sektor peternakan dan pertanian. Upaya tersebut menjadi langkah strategis untuk mewujudkan kemandirian pangan masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.
Kepala Desa Blimbing, Ngatijo, saat ditemui di Kantor Desa Blimbing, Senin (22/6/2026), menjelaskan bahwa sektor peternakan menjadi salah satu fokus utama melalui program sapi gadohan yang dikelola bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Pada tahap awal, program tersebut melibatkan 13 ekor sapi potong yang diperuntukkan untuk penggemukan. Sistem yang diterapkan adalah satu warga bertanggung jawab mengelola satu ekor sapi secara langsung.
"Program sapi gadohan tahap pertama ada 13 ekor sapi gemuk. Sistemnya satu warga menangani satu ekor sapi untuk proses penggemukan," ujar Ngatijo.
Ia menjelaskan, sapi yang dipelihara bukan sapi perah, melainkan sapi potong yang difokuskan untuk meningkatkan nilai jual melalui proses penggemukan. Setelah mencapai masa pemeliharaan sekitar empat bulan, sapi yang telah siap dijual akan diganti dengan sapi baru sehingga program dapat berjalan secara berkelanjutan.
Menurut Ngatijo, program tersebut telah membuahkan hasil dengan adanya penjualan sapi pada periode sebelumnya. Keuntungan yang diperoleh dari hasil penjualan diberikan kepada warga yang melakukan pemeliharaan, sehingga mampu menjadi tambahan pendapatan bagi masyarakat.
"Kalau pakan dan pemeliharaannya bagus, hasilnya juga bagus. Keuntungan kembali kepada pemelihara sehingga masyarakat semakin termotivasi untuk mengembangkan usaha ternak," jelasnya.
Selain sektor peternakan, Desa Blimbing juga mengembangkan sektor pertanian melalui budidaya tanaman jagung dan alpukat. Komoditas jagung telah berjalan cukup lama, sedangkan pengembangan alpukat masih tergolong baru dengan usia tanam sekitar dua tahun.
Pemerintah desa berharap kedua sektor tersebut dapat menjadi penopang utama ketahanan pangan sekaligus sumber ekonomi masyarakat di masa mendatang. Terlebih, adanya pengurangan alokasi Dana Desa sebesar 30 persen mendorong desa untuk memperkuat sumber pendapatan dan kemandirian ekonomi melalui berbagai program produktif.
Ngatijo menambahkan bahwa kehadiran Koperasi Merah Putih dan BUMDes diharapkan mampu menjadi penggerak utama dalam mendukung keberlanjutan program ketahanan pangan di Desa Blimbing.
"Kami berharap Koperasi Merah Putih dan BUMDes dapat menjadi penopang ketahanan pangan desa sehingga program yang telah berjalan bisa terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya.
Melalui program sapi gadohan, budidaya jagung, dan pengembangan tanaman alpukat, Pemerintah Desa Blimbing optimistis mampu menciptakan ketahanan pangan yang kuat, meningkatkan pendapatan warga, serta mendorong kemajuan BUMDes demi terwujudnya desa yang mandiri dan sejahtera.(Siswanto).

Social Footer
Kontributor
Label
Social Media