Indragiri Hilir (F86) – Potret buram dunia pendidikan kembali mencuat dari pelosok negeri. Sekolah dasar (SD) marginal di Desa Kuala Sebatu, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), kini bukan sekadar cerita lama yang berulang, melainkan luka yang terus dibiarkan menganga tanpa kepastian penyembuhan. Minggu (3/5/2026).
Kali ini, Ketua Dewan Pendidikan Inhil, Indra Gunawan angkat suara dengan nada tegas, bahkan cenderung menggugat, atas lambannya penanganan kondisi memprihatinkan tersebut. Ia menilai, alasan klasik berupa regulasi tak lagi layak dijadikan tameng di tengah urgensi kebutuhan anak-anak bangsa akan pendidikan yang layak.
“Jangan lagi berlindung di balik regulasi. Kalau terus seperti ini, kita tidak akan ke mana-mana. Pendidikan anak-anak kita bukan untuk diperdebatkan di atas meja, tapi diperjuangkan di lapangan,” tegasnya.
Menurutnya, pendekatan normatif tanpa keberanian mencari terobosan hanya akan memperpanjang penderitaan. Ia mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir untuk keluar dari zona nyaman birokrasi dan mulai berpikir solutif.
Indra juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Ia menyebut, persoalan ini tidak bisa diselesaikan secara parsial atau sektoral, melainkan harus melalui gerakan bersama yang konkret dan terukur.
“Kita butuh langkah cepat, bukan rapat tanpa ujung. Dewan Pendidikan siap mendorong pertemuan bersama Komisi IV DPRD Inhil dan Ketua Tim CSR Kabupaten, Pak Yusuf Said. Ini bukan soal wacana, ini soal masa depan anak-anak kita,” ujarnya dengan nada mendesak.
Ia mengingatkan bahwa diam adalah bentuk lain dari pembiaran. Karena itu, ia secara terbuka meminta media untuk tidak sekadar meliput, tetapi juga mengawal dan menekan agar persoalan ini tidak tenggelam dalam rutinitas birokrasi.
“Peran media sangat vital. Jangan biarkan isu ini mati pelan-pelan. Beri tekanan, kawal terus, sampai ada tindakan nyata. Kalau tidak sekarang, kapan lagi?” pungkasnya.
Kondisi sekolah di Kuala Sebatu kini menjadi cermin keras, ketika fasilitas pendidikan dibiarkan rapuh, maka sesungguhnya yang sedang dipertaruhkan bukan hanya bangunan, tetapi juga harapan generasi masa depan.(THONK).

Social Footer
Kontributor
Label
Social Media