Label


Breaking News

IKJR dan PKSI Bersatu, Mempererat Persaudaraan Kaum Perantau di Bumi Hamparan Kelapa Dunia

IKJR dan PKSI Bersatu kumpul bersama 
milik Ketua PKSI, Gino, Minggu (10/5/2026).

Tembilahan (F86) – Malam itu, di Jalan Sungai Beringin Gang H. Sidiq, cahaya lampu rumah sederhana milik Ketua PKSI, Gino, seakan menjadi pelita yang menerangi hangatnya persaudaraan.

Pada Minggu malam Senin, 10 Mei 2026, langkah-langkah yang datang bukan sekadar menghadiri silaturahmi, melainkan membawa harapan tentang persatuan yang terus hidup di tengah keberagaman Kabupaten Indragiri Hilir.

Di rumah itu, IKJR (Ikatan Keluarga Jawa Riau) dan PKSI (Perkumpulan Keluarga Solo Inhil) duduk dalam satu lingkaran kebersamaan. Tak ada sekat, tak ada jarak. Yang terdengar hanyalah suara tawa, percakapan hangat, dan denyut persaudaraan yang tumbuh dari akar budaya serta rasa saling memiliki.

Ketua PKSI, Gino, memandang kebersamaan itu bukan hanya sebagai pertemuan biasa, melainkan simpul persaudaraan yang harus terus dirawat agar tak tercerai oleh zaman.

“Paseduluran kuwi koyo wit kang thukul ana ing lemah kang subur. Bakal tansah jejeg lan kukuh menawa disirami rasa bebarengan lan dirumat nganggo ati kang tulus,” (Persaudaraan itu seperti pohon yang tumbuh di tanah yang subur. Ia akan kokoh jika disiram dengan kebersamaan dan dijaga dengan ketulusan),"tutur gino dengan logat solo yang masih kental.

Baginya, paguyuban bukan sekadar nama yang tertulis di baliho atau spanduk kegiatan, melainkan rumah tempat hati-hati yang rindu akan kebersamaan saling dipertemukan.

Sementara itu, Ketua IKJR Inhil, Mulyadi, menyampaikan bahwa keberagaman bukan alasan untuk terpisah, melainkan jalan untuk saling mengenal dan menguatkan.

“Kita menika kados anyaman pring. Menawi piyambakan saged ringkih, nanging menawi kaiket wonten ing kebersamaan, badhe dados kiyat lan gadhah aji. (Kita ini ibarat anyaman bambu. Sendiri mungkin rapuh, tetapi ketika dirangkai dalam kebersamaan, ia menjadi kuat dan bernilai),”ucap Mulyadi dengan nada penuh makna.

Di tengah malam yang perlahan larut, kata-kata yang terucap bukan hanya percakapan biasa, melainkan doa-doa tentang persatuan yang ingin terus dijaga di Bumi Hamparan Kelapa Dunia.

Pembina paguyuban, Sugito SH, pun menegaskan bahwa persaudaraan adalah warisan paling berharga yang tidak boleh hilang oleh perbedaan kepentingan maupun waktu.

“Aja nganti ego medhot tali silaturahmi. Awit menawa manungsa padha njaga paseduluran, ana ing kono lair kekuwatan kang bisa nguripake pangarep-arep. (Jangan biarkan ego memutus tali silaturahmi. Sebab ketika manusia saling menjaga persaudaraan, di situlah lahir kekuatan yang mampu menghidupkan harapan),"ungkapnya.

Silaturahmi malam itu akhirnya menjadi lebih dari sekadar pertemuan organisasi. Ia menjelma menjadi ruang tempat kebersamaan dirawat, persatuan dipererat, dan nilai-nilai kekeluargaan kembali dihidupkan di tengah masyarakat Inhil yang majemuk dan penuh warna.(Thonk).

Type and hit Enter to search

Close