Label


Breaking News

Genderang Perang Melawan Narkoba Di Bumi Lancang Kuning Telah Ditabuh

 

Foto ilustrasi 

INDRAGIRI HILIR (F86) – Gelombang kesadaran kolektif untuk membebaskan Riau dari ancaman narkotika kini memasuki babak baru yang lebih tegas, terarah, dan berkeadaban. Pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Anti Narkoba Riau menjadi penanda kuat bahwa negara, adat, dan masyarakat tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan berpadu dalam satu visi besar, "menyelamatkan negeri dari bahaya laten narkoba hingga ke akar-akarnya".

Sejak detik Satgas Anti Narkoba Riau resmi dibentuk pada Sabtu, 25 April 2026, bukan sekadar seruan yang lahir, melainkan deklarasi perang tanpa titik mundur. Genderang perlawanan ditabuh keras, mengguncang Tanah Lancang Kuning. Seluruh elemen, masyarakat, aparat penegak hukum, hingga barisan pemuda, bangkit dalam satu komando, "habisi narkoba tanpa sisa, tanpa kompromi, tanpa ampun." Ini bukan lagi wacana, ini pertempuran yang harus dimenangkan.

Momentum ini bukan sekadar simbol, tetapi manifestasi dari keberanian moral dan komitmen politik untuk menghadirkan rasa aman serta menjamin keberlangsungan generasi masa depan. Riau, sebagai tanah yang menjunjung tinggi marwah dan nilai-nilai luhur Melayu, menempatkan perang terhadap narkoba sebagai prioritas strategis yang tidak bisa ditawar.

Ketua Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Indragiri Hilir, Asmadi, SH, menegaskan bahwa gerakan ini merupakan panggilan sejarah yang tidak boleh diabaikan.

“Kita sedang berbicara tentang masa depan negeri. Narkoba adalah ancaman nyata yang merusak tatanan sosial dan menggerus nilai-nilai adat. LAMR berdiri tegak untuk memastikan bahwa marwah Melayu tetap terjaga. Ini adalah gerakan bersama, gerakan peradaban, dan tidak boleh ada ruang bagi kompromi,” ujarnya Selasa (5/5/2026).

Dari sisi penegakan hukum, Kapolres Indragiri Hilir, AKBP Farouk Oktora, menegaskan bahwa institusinya akan berada di garis terdepan dalam memastikan hukum hadir secara tegas dan berkeadilan.

“Negara tidak boleh kalah. Kami berkomitmen untuk menindak tegas setiap bentuk kejahatan narkotika tanpa pandang bulu. Namun lebih dari itu, kami juga mengedepankan pendekatan preventif dan edukatif, karena perang ini harus dimenangkan bersama rakyat,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa sinergi lintas sektor adalah fondasi utama dalam membangun sistem pertahanan sosial terhadap narkoba.

Sementara itu, Ketua DPC GRANAT Kabupaten Indragiri Hilir, Budiansyah, menilai pembentukan Satgas sebagai langkah konkret yang harus dijaga konsistensinya.

“Ini bukan sekadar gerakan seremonial, tetapi komitmen jangka panjang. GRANAT siap menjadi bagian dari garda terdepan dalam membangun kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda. Kita tidak hanya melawan narkoba, tetapi juga memperjuangkan masa depan,” ungkapnya.

Dengan semangat “Bersama Kita Kuat, Riau Sehat Tanpa Narkoba”, seluruh elemen diharapkan mengambil peran aktif dalam menciptakan lingkungan yang bersih, aman, dan produktif.

Gerakan ini menegaskan satu hal: bahwa perang melawan narkoba bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab kolektif seluruh anak bangsa. Ketika adat, hukum, dan masyarakat berjalan seiring, maka cita-cita besar mewujudkan Riau bebas narkoba bukan lagi sekadar wacana, melainkan keniscayaan yang sedang diperjuangkan bersama.(THONK).

Type and hit Enter to search

Close