![]() |
| Kepala Dinas Sosial P3AKB Klaten, Puspo Enggar Hastuti saat dimintai keterangan di Aula Kecamatan Pedan, Klaten, Senin (4/5/2026). |
Klaten (F86)– Dinas Sosial P3AKB Kabupaten Klaten menggelar Pelatihan Akselerasi Pemenuhan dan Penguatan Layanan Lansia dan Disabilitas dengan menghadirkan narasumber dari RS Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, Senin (4/5/2026).
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas para pendamping sosial, kader, dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) agar pelayanan kepada kelompok rentan, khususnya lansia dan penyandang disabilitas, dapat berjalan lebih inklusif, tepat sasaran, dan berbasis kebutuhan lapangan.
Kepala Dinas Sosial P3AKB Klaten, Puspo Enggar Hastuti, mengatakan sinergi dengan RS Soeharso Solo menjadi langkah strategis karena rumah sakit tersebut memiliki kompetensi khusus di bidang rehabilitasi medik, alat bantu, dan penanganan disabilitas fisik.
"Sinergi dengan RS Soeharso sangat penting karena mereka memiliki keahlian di bidang rehabilitasi medik, alat bantu, serta penanganan disabilitas fisik. Ilmu yang diberikan ini bisa langsung diterapkan oleh para pendamping saat mendampingi masyarakat di lapangan," ujar Puspo.
Dalam pelatihan tersebut, tim dokter dari RS Soeharso memberikan tiga materi utama, yakni deteksi dini dan rehabilitasi dasar untuk mengenali gangguan mobilitas pada lansia dan penyandang disabilitas, akses layanan alat bantu seperti kursi roda, kaki palsu, dan alat bantu dengar melalui program pemerintah, serta penguatan keluarga dalam perawatan kelompok rentan.
Sebanyak 75 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), SLRT, Puskesos, Karang Taruna, hingga organisasi penyandang disabilitas dari berbagai wilayah di Kabupaten Klaten.
Puspo menyebut Kabupaten Klaten saat ini memiliki sebanyak 64.925 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial dan 1.875 buruh tani rentan. Menurutnya, sebagian dari kelompok tersebut merupakan lansia dan penyandang disabilitas yang membutuhkan pendampingan khusus.
"Pendamping harus memahami bagaimana mendampingi kelompok rentan secara humanis, tetapi juga tepat secara medis, agar pelayanan yang diberikan benar-benar berdampak bagi peningkatan kualitas hidup mereka," tambahnya.
Selain pelatihan, Dinas Sosial Klaten juga terus mensosialisasikan berbagai program layanan sosial melalui jejaring Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan Unit Pelaksana Program (UPP) dari Kementerian Sosial Republik Indonesia, termasuk kerja sama dengan RS Soeharso untuk mendukung kelompok rentan, lansia produktif, dan penyandang disabilitas agar mendapatkan pelatihan keterampilan dan bantuan modal kerja.
Puspo berharap program ini mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan mendorong kemandirian masyarakat, khususnya kelompok rentan, sehingga dapat hidup lebih layak dan produktif.
"Harapan kami ke depan, program ini mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan menjadikan masyarakat, khususnya kelompok rentan, lebih mandiri serta produktif dalam kehidupan sehari-hari," pungkasnya.(Siswanto).


Social Footer
Kontributor
Label
Social Media